FWPJABAR.COM, BANDUNG – Menyambut hari jadinya yang ke-43 pada tahun 2026, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan komitmen nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, BPKP menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) BPKP Jabar 2026 secara serentak di 24 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat pada Jumat, 22 Mei 2026.
Langkah strategis lintas sektoral ini diambil sebagai upaya nyata menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M.

Sinergi Lintas Sektoral Melalui Hybrid Event
Pusat pembukaan pelaksanaan GPM dipusatkan di area kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Jawa Barat, Ikhwan Mulyawan, didampingi Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, serta dihadiri oleh jajaran tamu undangan lainnya.
Menariknya, pembukaan ini dilakukan secara hybrid melalui sambungan Zoom bersama 24 kabupaten/kota lain yang menggelar acara serupa secara serentak. Di sela-sela pembukaan, Kepala DKPP Jabar sempat melakukan interaksi dan berbincang via Zoom dengan Bupati Pangandaran untuk memantau langsung antusiasme dan pelaksanaan Pekan Pangan Murah yang sedang berlangsung di Kabupaten Pangandaran.

Komoditas Lengkap dengan Harga di Bawah Pasar
Kegiatan Gerakan Pangan Murah BPKP Jabar 2026 ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok penting dengan harga yang telah disubsidi atau disesuaikan dengan harga produsen, sehingga dipastikan jauh lebih murah daripada harga pasar.
Masyarakat umum dapat memanfaatkan momentum ini untuk berbelanja berbagai komoditas berkualitas, antara lain:
- Beras: Beras Kelompok Tani (Poktan) kualitas Medium dan Premium (Tersedia total 3.500 kg khusus di lokasi BPKP Jabar).
- Minyak Goreng: Minyakita dan minyak goreng kemasan premium.
- Kebutuhan Pokok Lain: Gula pasir, terigu, dan telur ayam.
- Produk Peternakan & Hortikultura: Daging ayam segar, aneka sayuran, hingga buah-buahan.

Catatan Redaksi: Di lokasi BPKP Jabar sendiri, terdapat 24 gerai makanan dan bahan pokok yang siap melayani masyarakat. Kenyamanan warga dalam berbelanja juga didukung oleh bantuan sejumlah PDAM yang turut menyediakan voucher belanja bagi masyarakat.
Komitmen BPKP dan DKPP Jawa Barat
Kepala Perwakilan BPKP Jabar, Ikhwan Mulyawan: “Mengedepankan Kebermanfaatan Nyata untuk Masyarakat”
Dalam sesi wawancara, Ikhwan Mulyawan menyampaikan bahwa tema HUT BPKP ke 43 tahun ini berfokus pada Penguatan Peran BPKP, di mana seluruh rangkaian kegiatan diarahkan pada asas kebermanfaatan langsung bagi masyarakat luas.

“Kami sengaja mengurangi kegiatan yang sifatnya seremonial. Tahun ini tidak ada family gathering. Sebagai gantinya, kami arahkan ke kegiatan yang bermanfaat, seperti penanaman pohon di Bandung kemarin agar udara lebih segar, dan puncaknya adalah Gerakan Pangan Murah regional ini,” ujar Ikhwan.
Ia menambahkan, momentum GPM ini sangat pas karena dilaksanakan mendekati Hari Raya Idul Adha di saat harga kebutuhan pokok di pasar mulai merangkak naik. “Alhamdulillah, animo masyarakat sangat besar. Tempat pelaksanaan di kantor BPKP Jabar juga cukup representatif dan asri, sehingga masyarakat nyaman berbelanja. Sebagai auditor presiden, kami hadir menjadi advisor (penasihat) untuk kemajuan masyarakat. Saat ini tantangan terbesar kami adalah mengawal kesuksesan program prioritas presiden, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat.”

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin: “Menjamin Pasokan dan Stabilitas Harga
Apresiasi tinggi datang dari Kepala DKPP Jabar, Linda Al Amin. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi angin segar bagi ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.
“Kami sangat mendukung gerakan pangan murah yang diadakan di BPKP Jabar ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjamin pasokan pangan sekaligus menghadirkan harga yang diharapkan oleh masyarakat, terutama menghadapi Hari Raya Idul Adha 2026,” tutur Linda.
Linda juga mengucapkan terima kasih kepada BPKP yang telah menyiapkan tempat dan pihak PDAM penyuplai voucher. Adanya stabilitas harga pangan Jabar melalui Gerakan Pangan Murah 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi peredam gejolak harga sesaat, melainkan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas isi dompet dan dapur masyarakat.***


Komentar