FWPJABAR.COM, Karawang – Masih tingginya angka kecelakaan kerja pada aktivitas bekerja di ketinggian menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat. Untuk menekan risiko tersebut, Disnakertrans Jabar berkolaborasi dengan PT Wahana Safety Indonesia menggelar seminar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang melibatkan lebih dari 300 perwakilan perusahaan dari wilayah industri Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya keselamatan kerja di sektor industri, mengingat pekerjaan di ketinggian masih termasuk dalam kategori risiko tertinggi dalam dunia kerja.
Disnakertrans Jabar Perkuat Budaya K3 Kerja di Ketinggian
Berdasarkan data ketenagakerjaan, kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian memberikan kontribusi signifikan terhadap kasus cedera berat hingga fatalitas. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan sistem manajemen K3 yang lebih terstruktur, konsisten, dan berbasis mitigasi risiko di lingkungan perusahaan.
Melalui kolaborasi ini, Disnakertrans Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perusahaan agar patuh terhadap regulasi keselamatan kerja dan memastikan perlindungan maksimal bagi para pekerja.
Seminar K3 Digelar di Hotel Mercure Karawang
Seminar K3 tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Mercure Karawang, Jawa Barat, pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 perwakilan perusahaan dari wilayah dua dan tiga Jawa Barat, meliputi kawasan industri Bekasi, Karawang, Cirebon, dan sekitarnya.
Selain pemaparan materi, seminar ini juga dirancang sebagai sarana edukasi promotif untuk meningkatkan kesadaran perusahaan dan pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja, khususnya pada pekerjaan di ketinggian.

Risiko Kecelakaan Kerja Masih Tinggi
Direktur PT Wahana Safety Indonesia, Fransiskus Budi Hermanto, menegaskan bahwa bekerja di ketinggian merupakan salah satu aktivitas dengan tingkat risiko paling tinggi di dunia kerja.
“Bekerja di ketinggian itu risikonya sangat tinggi, sehingga membutuhkan banyak persiapan. Data menunjukkan kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera bahkan fatalitas sering terjadi. Karena itu, awareness terhadap keselamatan kerja menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap prosedur keselamatan serta konsistensi dalam penerapannya menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan kerja.

Perusahaan Wajib Terapkan Sistem Manajemen K3
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Dra. I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional yang juga dicanangkan di Jawa Barat.
“Hari ini kita melaksanakan salah satu kegiatan promotif berupa seminar K3 tentang budaya kerja aman di ketinggian. Ini penting karena secara peraturan, perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang wajib menerapkan K3,” jelasnya.
Menurutnya, selain seminar, Disnakertrans Jabar juga melakukan kegiatan implementatif seperti uji riksa terhadap peralatan K3 di perusahaan maupun perangkat daerah, sebagai bentuk penguatan perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja.

Wahana Safety Tekankan Disiplin dan Penggunaan APD
Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengungkapkan bahwa kecelakaan kerja akibat bekerja di ketinggian, terutama di sektor konstruksi, masih menyumbang sekitar 32 persen dari total kasus kecelakaan kerja. Faktor penyebabnya antara lain penggunaan alat pengaman yang tidak sesuai standar, kurangnya pelatihan, serta rendahnya kesadaran pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri (APD).
Oleh karena itu, kolaborasi dengan PT Wahana Safety Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pekerja dan perusahaan tentang pentingnya penggunaan APD serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja.
“Harapannya, para pekerja bisa bekerja dengan selamat dan kembali ke rumah dalam keadaan aman setiap hari,” tutup Fransiskus.
Kolaborasi antara Disnakertrans Jabar dan PT Wahana Safety Indonesia ini akan terus dilanjutkan, seiring dengan posisi Jawa Barat sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang membutuhkan penguatan budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan.***
Komentar