SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Cimahi: 36 Korban Dirawat, Pemkot Hentikan Distribusi

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Cimahi: 36 Korban Dirawat, Pemkot Hentikan Distribusi

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira meninjau pasien dugaan keracunan MBG di IGD RSUD Cibabat didampingi Forkopimda
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira meninjau pasien dugaan keracunan MBG di IGD RSUD Cibabat didampingi Forkopimda

FWPJABAR.COM, CIMAHI, – Pemerintah Kota Cimahi menetapkan status siaga menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa pasca-mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (25/2/2026). Hingga Kamis pagi, tercatat 36 warga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, bersama jajaran Forkopimda langsung meninjau kondisi para korban di IGD RSUD Cibabat untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Berbagi Kebahagiaan di HUT ke-81 TNI, Kodiklatad Gandeng Seribu Pengemudi Ojol di Bandung

Baca Juga: Daftar Sekolah Penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kota Cimahi Tahun 2026

Kronologi dan Data Korban

Berdasarkan data resmi hingga Kamis (26/2) pukul 05.00 WIB, sebaran pasien tercatat di tiga titik fasilitas kesehatan:

Penguatan Ketahanan Ideologis: Tanggapan BPIP Terhadap Pidato Menlu Sugiono di PBB

  • RSUD Cibabat: 26 pasien (4 dirawat, 22 dipulangkan).
  • RS Mitra Kasih: 5 pasien (3 dirawat, 2 dipulangkan).
  • RS Dustira: 5 pasien (4 dirawat, 1 dipulangkan).

Insiden ini diduga bersumber dari paket MBG berisi onigiri, telur rebus, biskuit gandum, kurma, apel, dan susu yang disuplai oleh SPPG Karangmekar 02. Total distribusi makanan tersebut mencapai 2.662 porsi yang tersebar di wilayah Kelurahan Karangmekar, Cimahi, dan Baros.

Update Program: Evaluasi Nasional Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wilayah Jawa Barat

Aksi Nyata di Bandung! Warga dan Prajurit Lanud Sulaiman Kompak Bersihkan Saluran Air Sambut HUT ke-81 TNI

Respon Cepat dan Langkah Preventif

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah darurat begitu laporan masuk pada Rabu sore.

“Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Begitu ada laporan sekitar pukul 17.00 WIB, kami langsung menginstruksikan seluruh sekolah untuk menghentikan konsumsi paket tersebut, terutama bagi siswa yang berencana menggunakannya sebagai menu berbuka puasa,” tegas Adhitia.

Berita Lainnya: Langkah Pemkot Cimahi Tingkatkan Pengawasan Kantin Sehat di Satuan Pendidikan

Letjen TNI Iwan Setiawan Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Personel Pussenif Periode Oktober 2026

Selain mengamankan sampel makanan untuk diuji laboratorium, Pemkot Cimahi juga mendirikan Posko Terpadu di RSUD Cibabat guna memantau perkembangan kasus secara real-time.

Mengenang H. Rudi Agus Mulyana: Sosok Penghubung Komunikasi Antara Jurnalis Polda Jabar dan Kepolisian

Tim medis memberikan perawatan kepada siswa yang mengalami gejala mual pasca-konsumsi paket Makan Bergizi Gratis di Cimahi
Tim medis memberikan perawatan kepada siswa yang mengalami gejala mual pasca-konsumsi paket Makan Bergizi Gratis di Cimahi

Evaluasi Ketat dan Sanksi SPPG

Buntut dari kejadian ini, Pemkot Cimahi telah memanggil pengelola SPPG Karangmekar 02 untuk dimintai klarifikasi. Evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari pengecekan standar bahan baku, higienitas proses pengolahan, hingga prosedur distribusi.

Informasi detail mengenai standar keamanan pangan nasional dapat diakses melalui laman resmi Badan Gizi Nasional (BGN)

Sinergi TNI-Polri: Pangdam III/Siliwangi Beberkan Strategi Pertahanan dan Program Teritorial kepada Peserta Sespimti

Adhitia memberikan peringatan keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) di Kota Cimahi untuk tidak main-main dengan standar keamanan pangan yang telah disepakati bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kedisiplinan SOP adalah harga mati. Kami akan memperketat pengawasan, terutama di bulan Ramadhan di mana jeda waktu produksi dan konsumsi sangat krusial terhadap kualitas makanan. Setiap penyedia wajib menjamin keamanan pangan sebelum sampai ke tangan siswa,” tambahnya.

Mengenai status Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemerintah Kota Cimahi masih melakukan kajian mendalam sambil menunggu hasil resmi dari laboratorium kesehatan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Dance Motion 2026

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×