FWPJABAR.COM, CIMAHI, – Pemerintah Kota Cimahi menetapkan status siaga menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa pasca-mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (25/2/2026). Hingga Kamis pagi, tercatat 36 warga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, bersama jajaran Forkopimda langsung meninjau kondisi para korban di IGD RSUD Cibabat untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Baca Juga: Daftar Sekolah Penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kota Cimahi Tahun 2026
Kronologi dan Data Korban
Berdasarkan data resmi hingga Kamis (26/2) pukul 05.00 WIB, sebaran pasien tercatat di tiga titik fasilitas kesehatan:
- RSUD Cibabat: 26 pasien (4 dirawat, 22 dipulangkan).
- RS Mitra Kasih: 5 pasien (3 dirawat, 2 dipulangkan).
- RS Dustira: 5 pasien (4 dirawat, 1 dipulangkan).
Insiden ini diduga bersumber dari paket MBG berisi onigiri, telur rebus, biskuit gandum, kurma, apel, dan susu yang disuplai oleh SPPG Karangmekar 02. Total distribusi makanan tersebut mencapai 2.662 porsi yang tersebar di wilayah Kelurahan Karangmekar, Cimahi, dan Baros.
Update Program: Evaluasi Nasional Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wilayah Jawa Barat
Respon Cepat dan Langkah Preventif
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah darurat begitu laporan masuk pada Rabu sore.
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Begitu ada laporan sekitar pukul 17.00 WIB, kami langsung menginstruksikan seluruh sekolah untuk menghentikan konsumsi paket tersebut, terutama bagi siswa yang berencana menggunakannya sebagai menu berbuka puasa,” tegas Adhitia.
Berita Lainnya: Langkah Pemkot Cimahi Tingkatkan Pengawasan Kantin Sehat di Satuan Pendidikan
Selain mengamankan sampel makanan untuk diuji laboratorium, Pemkot Cimahi juga mendirikan Posko Terpadu di RSUD Cibabat guna memantau perkembangan kasus secara real-time.

Evaluasi Ketat dan Sanksi SPPG
Buntut dari kejadian ini, Pemkot Cimahi telah memanggil pengelola SPPG Karangmekar 02 untuk dimintai klarifikasi. Evaluasi menyeluruh dilakukan mulai dari pengecekan standar bahan baku, higienitas proses pengolahan, hingga prosedur distribusi.
Informasi detail mengenai standar keamanan pangan nasional dapat diakses melalui laman resmi Badan Gizi Nasional (BGN)
Adhitia memberikan peringatan keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) di Kota Cimahi untuk tidak main-main dengan standar keamanan pangan yang telah disepakati bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kedisiplinan SOP adalah harga mati. Kami akan memperketat pengawasan, terutama di bulan Ramadhan di mana jeda waktu produksi dan konsumsi sangat krusial terhadap kualitas makanan. Setiap penyedia wajib menjamin keamanan pangan sebelum sampai ke tangan siswa,” tambahnya.
Mengenai status Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemerintah Kota Cimahi masih melakukan kajian mendalam sambil menunggu hasil resmi dari laboratorium kesehatan.***



Komentar