FWPJABAR.COM, KOTA BANDUNG — Era digital dan Kurikulum Merdeka saat ini menuntut sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia agar adaptif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi serta berfokus pada penguatan karakter bangsa. Menjawab tantangan tersebut, penyelenggaraan Program Studi Doktor (S3) di Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) UNINUS Bandung terus berkomitmen mencetak lulusan kompeten yang menghasilkan karya disertasi aplikatif dan solutif bagi masyarakat.
Hal tersebut terkuak dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara, yang diselenggarakan pada Senin, 21 September 2026, bertempat di kampus UNINUS Bandung.
Dalam sidang akademik bergengsi tersebut, terungkap bagaimana komitmen institusi diterjemahkan melalui lahirnya berbagai riset strategis dari para mahasiswa program doktor, mulai dari solusi menghadapi aging population hingga inovasi manajemen pembelajaran agama di sekolah.

Solusi Spiritual Hadapi Aging Population Menuju Indonesia Emas 2045
Menjelang tahun 2045, Indonesia diproyeksikan akan mengalami aging population atau struktur penduduk menua. Isu krusial inilah yang diangkat oleh Ismal Ardiawan, promovendus mahasiswa S3 PAI UNINUS, dalam disertasinya. Ia menekankan perlunya kebijakan dan program pembinaan khusus untuk mengawal transisi demografi tersebut.
Sebagai model percontohan, Ismal mengkaji program pembinaan lansia melalui pendekatan spiritual Islam yang mengadopsi konsep takhalli, tahalli, dan tajalli.
“Lansia ini harus kita upayakan supaya bisa mengantarkan kepada kesiapan spiritual dengan konsep yang telah ada dalam Islam. Pertama, takhalli artinya pembersihan jiwa dari kotoran batin. Kedua, tahalli membiasakan akhlak yang baik, dan ketiga tajalli yaitu menguatkan kesadaran dan keyakinan kepada Allah SWT,” jelas Ismal, merujuk pada model pembinaan di Pesantren Masa Kemasan (PMK) Daarut Tauhiid Bandung dan program pendukung lainnya.
Melalui riset ini, ia berharap model pelatihan berbasis keislaman tersebut dapat berkontribusi nyata bagi program pembinaan lansia secara nasional di masa depan.

Ubah Paradigma Hafalan Menjadi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) PAI
Sementara itu, inovasi di bidang metodologi pendidikan sekolah menengah turut disoroti oleh promovendus Hari Alih Hansyah. Dalam riset disertasinya, ia menyoroti fenomena pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah yang kerap terjebak pada metode hafalan dan orientasi kognitif permukaan semata, sehingga belum menyentuh aspek afektif untuk internalisasi nilai.
Mengambil lokus penelitian di SMAN 1 dan SMAN 3 Karawang, ia menerapkan konsep manajemen pembelajaran mendalam (deep learning).
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran mendalam yang diintegrasikan dengan sistem nilai terbukti efektif, sehingga bisa meningkatkan pengamalan nilai-nilai pendidikan agama Islam secara menyeluruh pada peserta didik,” paparnya.

Kontribusi Nyata Perguruan Tinggi Islam
Melalui ragam karya disertasi doktoral yang dipaparkan dalam sidang promosi doktor tersebut, Fakultas PAI UNINUS terus membuktikan perannya sebagai pusat keunggulan akademik. Kehadiran riset-riset berbasis problem nyata di masyarakat tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan Islam, tetapi juga memberikan solusi aplikatif bagi tantangan pendidikan dan sosial di Indonesia.***


Komentar