FWPJABAR.COM, KAB. BANDUNG – Proyek strategis Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II Kab. Bandung resmi memasuki babak baru yang krusial. Pada Selasa (03/03/2026), tiang pancang besi utama mulai berdiri kokoh di tepian Sungai Citarum, tepatnya di Kampung Rumbia, Desa Sukarame, Kecamatan Pacet.
Pemasangan tiang pancang ini menjadi sinyal kuat bahwa akses yang memisahkan dua desa selama bertahun-tahun akan segera tersambung secara permanen. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh personel Koramil 2416/Pacet Kodim 0624/Kab. Bandung dengan dukungan teknis dari Tim Asnik Puziad.
Progres Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda
Berdasarkan data laporan terbaru, progres fisik pembangunan jembatan yang menghubungkan Kampung Rumbia (Desa Sukarame) dan Kampung Cibutak (Desa Cikitu) ini telah menembus angka 51,8%. Angka ini menunjukkan percepatan signifikan dalam upaya pemerataan infrastruktur di wilayah Bandung Raya.
Secara teknis, Jembatan Gantung Perintis Garuda ini dirancang dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Panjang Jembatan: 50 meter.
- Lebar Jembatan: 1,2 meter.
- Bentang Sungai Citarum: 25 meter dengan kedalaman air rata-rata 2 meter.
Berdirinya tiang pancang hari ini menjadi fondasi utama bagi bentangan kabel baja yang nantinya akan menopang badan jembatan agar kokoh dan aman dilalui warga, sebagaimana standar bakti TNI Angkatan Darat dalam membantu kesulitan rakyat.

Sinergi Militer dan Kekuatan Rakyat
Keberhasilan pendirian tiang besi utama ini merupakan buah dari kolaborasi ketat di lapangan. Sebanyak 22 personel dikerahkan secara terukur untuk memastikan presisi konstruksi. Kekuatan tim ini terdiri dari:
- 4 Anggota TNI dari Koramil 2416/Pacet (Cek Berita Kodim 0624/Kab. Bandung lainnya).
- 2 Personel Tim Asnik Pusziad sebagai konsultan teknis.
- 2 Tukang Ahli dibantu 4 Laden.
- 10 Warga Setempat yang bergotong-royong demi percepatan ekonomi desa.
Memutus Isolasi Desa Sukarame dan Desa Cikitu
Kehadiran jembatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya memutus isolasi ekonomi dan sosial yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung. Selama ini, mobilitas warga antara RT.05 RW.08 Desa Sukarame menuju RT.01 RW.03 Desa Cikitu sangat bergantung pada kondisi arus sungai.
Dengan progres yang sudah melampaui setengah jalan, jembatan ini diharapkan dapat segera difungsikan untuk mempermudah akses anak sekolah dan petani. Pihak Kodim 0624/Kab. Bandung memastikan setiap tahapan diawasi ketat agar memenuhi standar keamanan jembatan gantung perintis.
Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan di lokasi masih terus berlanjut dengan situasi yang aman dan kondusif.***



Komentar