Kota Bandung – SMP Kemala Bhayangkari Bandung merasakan manfaat besar dari program RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) yang digulirkan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, baik dari sisi pembangunan fasilitas sekolah maupun dalam meringankan beban ekonomi siswa yang kurang mampu.
Kepala SMP Kemala Bhayangkari, Arif Saepudin, S.E., menyampaikan bahwa program RMP tahun ini berjalan dengan baik dan transparan.
“Alhamdulillah RMP tahun ini berjalan dengan baik. Apalagi dengan adanya kebijakan Perwal seperti untuk dana personal, diserahkan kepada orangtua secara langsung. Bagi saya pribadi ini sangat membantu sekali, terutama dari segi pelaporan,” ujar Arif di ruang kerjanya, Jalan Palasari No. 44–46, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, pada Senin, (29/9/2025).
Program RMP yang difokuskan pada siswa rawan putus sekolah ini disalurkan ke sekolah-sekolah swasta di Kota Bandung, mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan perguruan tinggi. Di SMP Kemala Bhayangkari, Arif mendistribusikan bantuan personal kepada 173 siswa penerima satu minggu setelah dana dicairkan.

SMP Kemala Bhayangkari Kota Bandung, salah satu sekolah berkualitas di “Kota Kembang”
Menurutnya, bantuan personal tersebut digunakan untuk perlengkapan sekolah anak-anak, seperti seragam, sepatu, tas, buku, dan alat tulis. Para orangtua diberi kebebasan untuk berbelanja di mana saja, namun diwajibkan menyerahkan nota belanja dan faktur sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Sementara itu, untuk bantuan operasional, pihak sekolah memanfaatkannya sebagai pengganti biaya SPP dan DSP, setelah melalui kesepakatan dengan pihak yayasan. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan toilet, ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, serta pembaruan bangku dan meja siswa.
“Dari segi toilet, kami sudah memperbaiki dua unit. Ke depannya akan dibangun delapan toilet khusus putri dan lima urinoir untuk putra di lantai dua,” jelas Arif.
Ia menilai sistem penyaluran RMP tahun ini lebih ringan dibanding sebelumnya karena dana disalurkan langsung kepada orang tua. Meski demikian, Arif menekankan perlunya kerja sama yang lebih baik antara orang tua dan sekolah agar laporan pertanggungjawaban dapat disampaikan tepat waktu.

Salah satu pemanfaatan alokasi bantuan RMP, untuk bangku meja yang lebih representatif
“Sistem RMP di tahun ini, khususnya untuk bantuan personal lebih ringan daripada tahun sebelumnya kalau bagi kami pribadi. Yaitu dengan menyalurkan langsung kepada orang tua. Hanya saja perlu penekanan lebih kepada orang tua agar bisa lebih bekerja sama dengan pihak sekolah. Terutama dalam kelengkapan laporan sekolah untu pertanggungjawaban kepada Disdik Kota Bandung dan pihak terkait,” ungkapnya.
Arif juga menyarankan agar Pemerintah Kota Bandung melakukan sosialisasi kepada masyarakat penerima bantuan, terutama dalam hal pemanfaatan dana personal. Pasalnya, masih ada beberapa orangtua yang belum menyerahkan bukti belanja sesuai ketentuan.
Selain itu, ia berharap nominal bantuan RMP dapat ditingkatkan di masa mendatang agar lebih efektif dalam membantu siswa dan sekolah.
“Di kami sendiri, DSP sekitar 3,1 juta rupiah untuk tahun kemarin dan 3,65 juta rupiah untuk tahun ini. Sementara SPP sebesar 200 ribu rupiah. Ini memang cukup berat bagi kami, terutama dari segi personal,” terangnya.
Fokus Kepala Sekolah: Tingkatkan Mutu dan Daya Saing Sekolah

SMP Kemala Bhayangkari Kota Bandung, Jalan Palasari No. 44–46, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong
Selain menjalankan program bantuan RMP, Arif Saepudin tetap fokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan daya saing sekolah. Ia mengakui bahwa persaingan antar sekolah semakin ketat, sehingga peningkatan kualitas guru, pelayanan, serta sarana dan prasarana menjadi prioritas utama.
“Kita sedang menganalisis terkait keinginan masyarakat, permintaan dari mereka. Apa yang sebetulnya diharapkan dari masyarakat. Namun sejauh ini, kami masih akan tetap menjaga pelayanan terlebih dahulu,” ujar Arif.
SMP Kemala Bhayangkari juga terus mengembangkan program pembentukan karakter siswa melalui kegiatan Tahfidz Quran dan pembiasaan positif di sekolah. Program tersebut diterapkan kepada seluruh 347 siswa, termasuk 97 siswa baru tahun 2025, yang meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 93 siswa.
“Selain meningkatnya jumlah siswa, kami berharap dapat meningkatkan kualitas lulusan agar menjadi individu yang lebih baik ke depannya. Khususnya, mereka diterima di sekolah-sekolah yang dicita-citakannya,” pungkas Arif. (FWP)***
Komentar