SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
News
Beranda / News / Pasca Ricuh Demonstrasi, Pemprov Jabar Bersihkan Fasilitas Umum di Gedung Sate dan DPRD

Pasca Ricuh Demonstrasi, Pemprov Jabar Bersihkan Fasilitas Umum di Gedung Sate dan DPRD

KDM, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memberi keterangan pers usai meninjau fasilitas umum yang dibersihkan di area Gedung Sate

Kota Bandung – Pemda Provinsi Jawa Barat mulai membenahi sejumlah fasilitas umum di Kota Bandung, khususnya di area Gedung Sate dan Gedung DPRD Jabar, pasca aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Jumat (29/8/2025).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, pembersihan dan perbaikan sudah dilakukan sejak hari ini. Namun, pembenahan secara menyeluruh akan dilakukan setelah situasi benar-benar kondusif.

Pondok Pesantren Nurul Hidayah Malabar Ciamis Padukan Kurikulum Agama dan Kewirausahaan, Cetak Santri Mandiri

“Sudah mulai kita bersihkan. Tapi kita tunggu sampai keadaan benar-benar normal, baru kita lanjutkan. Jangan sampai baru dicat, nanti gruduk datang lagi kayak kemarin kan DPRD-nya dibuka pintunya, lagi ngecat-ngecat, lagi bersih-bersih, masuk,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Senin (1/9/2025).

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, berharap situasi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, tetap kondusif hingga pulih seperti sediakala.

Pejabat Baru Kodam Siliwangi Dilantik, Pangdam Tekankan 3 Hal Penting

“Sampai hari ini (situasi) landai, tidak ada pergerakan. Mudah-mudahan sampai malam, sampai besok, Insyaallah Jabar aman,” ucapnya.

Gubernur KDM juga menanggapi pro dan kontra di media sosial terkait kehadirannya di tengah massa aksi. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal wajar.

Dandim 0624/Kab. Bandung dan Bupati Tinjau Langsung Pabrik Pengolahan Sampah Motah di Kutawaringin

“Bagi saya, apapun orang mengatakan, apakah itu pencitraan atau cari muka, tidak masalah. Yang penting kehadiran saya bermanfaat bagi warga,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kehadirannya bertujuan untuk menenangkan massa dan mencegah kerusuhan yang bisa merusak bangunan bersejarah, seperti Gedung Sate, Gedung Yayasan Pendidikan Telkom, dan Gedung PT Pos Indonesia.

Mahasiswa KKN UBK Gelar Screening Kesehatan dan Edukasi Hipertensi di Desa Cikawao Pacet

Menurut KDM, aksi unjuk rasa merupakan hal yang normal dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib dan terkoordinasi.

“Silakan sampaikan (aspirasi). Tetapi hari ini banyak orang yang tiba-tiba datang, terbakar, bahkan ada yang melakukan tindakan kriminal seperti menusuk, mencuri motor. Ini yang harus kita minimalisir. Kalau berdemonstrasi, harus ada koordinator, penanggung jawab, dan materi yang jelas,” katanya menegaskan.

Pemkot Bandung Komitmen Lanjutkan Pembangunan SDN 026 Bojongloa di Tengah Kompleksitas Sengketa dan Penolakan Warga

Ia menilai kericuhan terjadi karena banyak massa yang datang tanpa tujuan yang jelas.

“Sekarang banyak yang tidak ada materinya, pokoknya rame dan rusuh. Ini yang kita hindari. Tidak boleh ada kerusuhan. Kita bersama TNI dan Polri akan terus sigap mengatasi semua persoalan,” ujarnya.

Disdukcapil Kota Bandung Gelar Program Mepeling di SMAN 13 dan SMAN 14, Permudah Siswa Urus KTP-el

Selain itu, Gubernur KDM menegaskan komitmennya untuk terus mendengar aspirasi warga Jawa Barat.

“Kita konsisten merespons dan memperbaiki diri agar kekurangan bisa segera disempurnakan,” pungkasnya. (FWP-Humas Jabar)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×