Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus berkomitmen memajukan sekolah-sekolah swasta melalui program RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan).
Program ini menjadi penyelamat bagi siswa-siswa dari keluarga ekonomi kurang mampu agar tidak putus sekolah, sekaligus mendorong perbaikan serta pembaruan fasilitas pendidikan.
Salah satu penerima manfaat, yakni SD Pasundan 3 Kota Bandung, yang pada tahun 2025 mendapatkan bantuan RMP dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk 175 siswa yang berhak.

Pembelajaran interaktif di SD Pasundan 3 Kota Bandung
Kepala Sekolah Ii Kustiwa, S.Pd.I., menjelaskan bahwa bantuan personal telah disalurkan langsung kepada para orang tua penerima.
“Alhamdulillah telah didistribusikan di September 2025. Walaupun ada beberapa kendala dari orang tua siswa, terutama soal bukti-bukti pembelanjaan, tetapi Alhamdulillah sedikit demi sedikit sudah mulai mengumpulkan.”
“Hanya tinggal beberapa persen lagi,” ujar Ii kepada perwakilan Forum Wartawan Pendidikan (FWP) Jabar, di Jalab Babakan Ciparay No. 112/194A, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Selasa (7/10/2025).

Raihan penghargaan dan prestasi SD Pasundan 3 Kota Bandung
Ii memberikan kebebasan kepada orangtua siswa dalam menentukan tempat berbelanja kebutuhan sekolah anak-anaknya.
“Yang terpenting, setelah uang bantuan diberikan, orang tua wajib mengembalikan bukti kwitansi belanja perlengkapan sekolah,” tambahnya.
Bantuan Operasional untuk Pengembangan Sekolah
Selain bantuan personal, dana operasional RMP juga dialokasikan untuk pengembangan pendidikan dan kurikulum. Salah satunya dengan mengadakan workshop bagi guru guna meningkatkan kompetensi pengajaran.

SD Pasundan 3 Kota Bandung terus meningkatkan kualitas
Di sisi lain, sekolah juga memanfaatkan bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana. Kepala Sekolah Ii Kustiwa menyebut, pihaknya tengah mempersiapkan kegiatan TKA (Tes Kemampuan Akademik) bagi siswa, sekaligus memperbaiki beberapa atap, merapikan, dan mengecat ruang kelas.
“Kalau kami lebih baik uangnya langsung diberikan ke orang tua, karena mereka lebih tahu kebutuhan anaknya. Untuk tahun depan, kami berharap bantuan RMP akan terus lebih baik lagi dari berbagai sisi. Ini merupakan upaya peningkatan pelayanan kita terhadap masyarakat,” kata Ii.
Fokus pada Pembiasaan dan Penguatan Karakter Siswa
Selain memaksimalkan bantuan, Ii Kustiwa kini fokus pada peningkatan pelayanan terhadap siswa yang diharapkan berdampak pada SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) 2026 agar semakin baik.

Kenyamanan lingkungan di SD Pasundan 3 Kota Bandung, salah satu bentuk layanan prima
Berbagai pembiasaan positif juga diterapkan di sekolah, seperti berdoa sebelum belajar, membaca Al-Qur’an 2–3 ayat setiap hari, serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
“Kita di Pasundan punya beberapa pilar. Ada pilar keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, pilar budaya yang fokus pada seni tari, serta program Baca Tulis Qur’an (BTQ) dan 7 Kebiasaan Pelajar Pancasila. Saat ini kami memiliki sekitar 480 siswa dalam 11 rombongan belajar,” tutur Ii.
“Minimal siswa yang keluar dari sini bisa melaksanakan shalat dengan baik, dengan bacaan yang benar sesuai arahan kami, serta menjadi anak yang kreatif,” harapnya. (FWP)***
Komentar