Kota Bandung – Ketua Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMK Jawa Barat masa bakti 2024–2027, Dr. Elis Herawati, M.Pd., resmi dilantik oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Purwanto, M.Pd., didampingi Kepala Bidang PSMK Dr. Edy Purwanto, M.M.
Pelantikannya dilangsungkan di Gedung Sabuga Kota Bandung, Kamis, 2 Oktober 2025. Dihadiri oleh Sekda Jabar, Ketua Komisi V DPRD Jabar, dan lainnya.
Elis menegaskan komitmen kuat untuk menjadikan SMK di Jawa Barat sebagai pusat unggulan yang mampu bertransformasi digital, memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, dan melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap tantangan global.
Dengan visi besar “SMK Jabar Terkoneksi, Terampil, dan Tangguh”, kepengurusan baru MKKSMK Jabar bertekad menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga wirausaha muda yang mandiri dan kompetitif di era Industri 4.0 dan Society 5.0.
Elis menekankan bahwa perubahan paradigma harus menyentuh seluruh lini: dari kurikulum, guru, hingga kompetensi siswa agar benar-benar relevan dengan kebutuhan industri modern.
Transformasi Digital
Strategi MKKSMK Jabar memastikan transformasi digital di SMK tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga menyentuh kurikulum, guru, dan kompetensi siswa agar selaras dengan kebutuhan Industri 4.0 dan Society 5.0.
“Transformasi dilakukan melalui integrasi mata pelajaran dan proyek berbasis kecerdasan artifisial dan koding ke dalam semua kompetensi keahlian. Untuk guru, langkahnya adalah peningkatan kompetensi digital melalui pelatihan teknologi dan metodologi pengajaran berbasis platform digital dan blended learning. Sedangkan untuk siswa, fokus pada pengembangan literasi digital dan kompetensi spesifik melalui teaching factory dan kelas industri,” kata Elis, Kepala SMKN 2 Sumedang, kepada Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Kamis (9/10/2025).
Link and Match dengan Dunia Industri
Lanjutnya langkah konkret pengurus baru untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri meliputi penyusunan kurikulum bersama, implementasi Teaching Factory/Project Based Learning, serta sertifikasi kompetensi profesi yang diakui industri.
Selain itu, kata Elis MKKSMK Jabar mendorong magang industri minimal dua bulan dengan sistem penilaian terstruktur dan peluang rekrutmen langsung bagi peserta terbaik. Penguatan kolaborasi juga dilakukan lewat guru tamu reguler dari industri dan mentor proyek siswa.
Penguatan Karakter dan Soft Skills
Untuk menyeimbangkan hard skills dan soft skills di era disrupsi teknologi, masih dari penuturan Elis, MKKSMK Jabar mengintegrasikan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan integritas (4C) ke dalam semua proyek pembelajaran berbasis tim.
Selain itu, program Pendidikan Karakter, kegiatan OSIS, kepramukaan, dan kewirausahaan sosial akan diaktifkan kembali. MKKSMK Jabar juga membangun budaya mentoring dan coaching oleh guru untuk menumbuhkan etos kerja, disiplin, serta growth mindset di kalangan siswa.
Pemerataan Kualitas Pendidikan SMK
Sedangkan untuk menjembatani kesenjangan mutu antara SMK unggulan di kota besar dan SMK di daerah, MKKSMK Jabar menjadikan SMK Pusat Keunggulan sebagai pusat pendampingan bagi sekolah lain.
Program ini didukung dengan hibah peralatan praktik yang adil, pemanfaatan teknologi virtual untuk akses pengalaman industri global, serta pelatihan guru terpadu regional guna menyamakan standar kompetensi pengajaran di seluruh wilayah Jawa Barat.
Entrepreneurship dan Kemandirian Siswa
Tidak kalah penting MKKSMK Jabar mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda lulusan SMK melalui Inkubator Bisnis Sekolah yang melatih siswa menjalankan bisnis riil dari perencanaan hingga pemasaran.
Selain itu, Kurikulum Entrepreneurship wajib menekankan studi kasus nyata dan business plan berbasis teknologi digital. Program ini akan didukung permodalan awal hasil kerja sama dengan lembaga keuangan mikro dan CSR perusahaan bagi proyek bisnis siswa potensial.
Kesiapan Menghadapi Tantangan Global
Terkait isu menghadapi arus globalisasi, dijelaskan Elis, MKKSMK Jabar mendorong pelaksanaan sertifikasi kompetensi internasional seperti Microsoft dan bahasa asing yang diakui global.
Program penguasaan bahasa internasional aplikatif, magang dan pertukaran siswa-guru ke luar negeri, serta pembekalan wawasan ketenagakerjaan global menjadi strategi utama agar lulusan SMK Jabar memiliki daya saing internasional dan siap menghadapi pasar tenaga kerja dunia. (FWP)***
Komentar