Kota Bandung – Sejak 9 September 2025 hadir sosok baru yang kini menjadi nahkoda SMAN 25 Kota Bandung, Andrian Yusnandar, S.Pd., yang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 25.
Dengan langkah tenang dan senyum bersahaja, Andrian yang merupakan Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana menapaki amanah barunya sambil tetap mengajar di kelas, memikul beban tambahan yang tak hanya administratif, tapi juga moral dan emosional.
“Ini bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab bersama untuk menjaga ritme sekolah tetap harmonis,” ucap Andrian, mengenang hari ketika ia dan rekan-rekannya dikumpulkan di Kantor Cadisdik VII untuk menerima mandat itu.
Bagi Andrian, kelebihan terbesar bukan pada jabatan, melainkan kedekatan dengan para guru dan tenaga administrasi yang sudah lama ia kenal.
“Koordinasi jadi lebih mudah, karena kami sudah seperti keluarga,” tuturnya.
Hampir sebulan memegang amanah sebagai Plt Kepala Sekolah, Andrian terus berupaya menjaga keseimbangan antara tugas mengajar dan tanggung jawab kepemimpinan.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja bagi seluruh warga sekolah, bukan karena kinerja sebelumnya kurang baik, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk melangkah lebih maju.
“Kalau sebelumnya capaian kami 80 persen, kami ingin naik jadi 90 bahkan 95 persen,” ujarnya optimistis.
Salah satu tantangan pertama yang dihadapi Andrian adalah persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII.
Ia sempat ragu akan antusiasme peserta, namun hasilnya di luar dugaan. Dari 418 siswa, sebanyak 401 orang mendaftar mengikuti tes, hanya 17 siswa yang tidak ikut karena telah memilih jalur lain setelah lulus.
“Itu membuktikan semangat anak-anak kami untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih sangat besar,” katanya dengan bangga.
Untuk menunjang pelaksanaan TKA, pihak sekolah melakukan inventarisasi perangkat komputer di tiga laboratorium yang tersedia. Beberapa unit komputer lama diperbaiki agar tetap layak digunakan, sementara sebagian siswa diperkenankan menggunakan laptop pribadi atas izin orang tua.
“Setelah disosialisasikan, ada 160 siswa yang bersedia memakai laptop sendiri. Itu membantu kami mengoptimalkan ruang dan fasilitas,” jelas Andrian.
Selain memastikan kesiapan perangkat, sekolah juga menyiapkan simulasi dan geladi bersih dua minggu sebelum pelaksanaan. TKA dijadwalkan berlangsung pada 3–6 November, dengan tiga sesi setiap harinya. Demi kelancaran, siswa kelas 10 dan 11 akan menjalani pembelajaran jarak jauh selama pelaksanaan tes agar peserta bisa fokus.
Di tengah kesibukan itu, Andrian tetap menegaskan pentingnya disiplin dan komitmen seluruh warga sekolah.
“Kedisiplinan itu bukan hanya untuk siswa, tapi juga bagi guru dan tenaga administrasi. Kami ingin semua bergerak bersama untuk mewujudkan visi sekolah: mencetak lulusan yang berakhlak mulia dan berkarakter,” katanya menutup percakapan, sambil menatap halaman sekolah yang kian hidup di bawah kepemimpinannya. (FWP)***
Komentar