Kota Bandung – Bantuan revitalisasi dan rehabilitasi SMAN 15 Bandung akhirnya terealisasi pada tahun 2025, setelah proses pengajuan sejak 2023 lalu.
Pihak sekolah sebelumnya mengajukan bantuan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tingkat kota dengan kategori kerusakan sedang.
Setelah dilakukan peninjauan oleh PUPR tingkat pusat, bantuan yang turun berasal dari PUPR Provinsi Jawa Barat dan Pusat.
Sumber Dana Berbeda untuk Revitalisasi dan Rehabilitasi

Revitalisasi WC nyaman, SMAN 15 Kota Bandung
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Didi Nuradi, S.Pd., menjelaskan bahwa program revitalisasi dan rehabilitasi berasal dari dua sumber dana berbeda.
“Revitalisasi sumber dananya dari pusat, APBN. Sedangkan rehabilitasi berasal dari Provinsi melalui APBD, digagas langsung oleh KDM berdasarkan gagasan efisiensi,” ungkap Didi di SMAN 15 Bandung, Jalan Sarimanis No. 1, Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jumat (3/10/2025).
Revitalisasi: Perbaikan Ruang OSIS dan Toilet Sekolah
Untuk revitalisasi, sekolah mendapatkan bantuan untuk memperbaiki satu ruang OSIS dan empat ruang toilet/WC, yang terdiri dari WC nyaman, WC pojok, dan WC kantin. Menurut Didi, proses pengerjaan WC nyaman saat ini sudah mendekati 100 persen selesai.

Revitalisasi empat toilet siswa dan satu ruang OSIS
Bantuan revitalisasi ini dikelola secara swakelola, dimulai dari 1 September hingga akhir November 2025 atau selama 90 hari kalender. Nilai bantuannya sebesar Rp 310.117.000,00 (tiga ratus sepuluh juta seratus tujuh belas ribu rupiah).
“Seluruh warga sekolah terlibat dalam pengerjaan. Pengawas konsultannya berasal dari pusat berdasarkan penunjukan. Untuk pekerja juga melibatkan warga sekitar, seperti tukang 1-3 orang,” jelas Didi.
Rehabilitasi: Perbaikan Empat Ruang Kelas
Adapun bantuan rehabilitasi meliputi perbaikan empat ruang kelas. Pekerjaan ini bersifat langsung serah terima kunci, di mana seluruh proses diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rehabilitasi tiga ruang kelas SMAN 15 Kota Bandung bantuan Pemprov Jabar
Pihak yang terlibat dalam pengawasan berasal dari Kodam, Kodim, dan Koramil, yang turut memantau jalannya pembangunan.
Didi menyampaikan rasa syukur karena pengerjaan berjalan cepat, dengan waktu pelaksanaan 90 hari kerja atau tiga bulan sejak 9 September 2025. Nilai kontrak bantuan rehabilitasi sebesar Rp 652.320.000,00 (enam ratus lima puluh dua juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah).
“Setiap periode selalu ada pengontrolan. Bahkan di awal ada Pangdam, Kodim, hingga Koramil yang datang. Dari Koramil hadir juga Bhabinkamtibmas. Keterlibatan TNI ini menjadi salah satu faktor lancarnya pembangunan,” ujar Didi.
Kualitas Bangunan dan Harapan ke Depan

SMAN 15 Kota Bandung
Meski bersifat “terima jadi”, Didi mengakui kualitas bahan bangunan sangat baik, mulai dari genteng, lantai granit ukuran 60×60, dan material lainnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemeliharaan hasil pembangunan agar manfaatnya berkelanjutan.
Dengan adanya bantuan revitalisasi dan rehabilitasi tersebut, Didi berharap seluruh sekolah, khususnya di Jawa Barat, dapat semakin maju, baik dari segi bangunan fisik maupun prestasi siswa dan guru.
“Kami berharap bantuan ini bukan yang terakhir, melainkan menjadi awal untuk tahun-tahun berikutnya dengan bantuan yang lebih luas,” tutup Didi. (FWP)***
Komentar