FWP, Kota Bandung – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menyelenggarakan Studium Generale bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis (28/8/2025) di Gedung Kesenian Sunan Ambu. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru, jajaran pimpinan, serta dosen ISBI Bandung.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru. Tujuannya adalah memberikan pemahaman awal tentang lingkungan akademik ISBI Bandung, memperluas wawasan di luar kurikulum reguler, serta membangkitkan motivasi berkarya di bidang seni dan budaya.
Pada tahun ini, ISBI Bandung menerima 643 mahasiswa baru yang tersebar di 13 program studi, mulai dari jenjang D3, D4, hingga S1. Tiga program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak yaitu D4 Televisi dan Film (100 mahasiswa), S1 Seni Karawitan (99 mahasiswa), dan S1 Antropologi Budaya (80 mahasiswa).
Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen., M.Hum., secara resmi membuka Studium Generale tersebut. Hadir sebagai narasumber utama, Yovie Widianto, S.H.Int., yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif. Dalam paparannya bertema “Kampus, Budaya, dan Tantangan Teknologi”, Yovie menekankan pentingnya ketulusan dalam berkarya.
“Dalam proses berkarya, seorang seniman perlu menurunkan sisi arogansi dan meninggikan sisi ketulusan. Dari sanalah keberkahan dalam karya bisa muncul,” ungkap Yovie.
Adapun rincian penerimaan mahasiswa baru ISBI Bandung tahun akademik 2025/2026 adalah sebagai berikut: D3 Kriya Seni, 21 mahasiswa; D4 Angklung dan Musik Bambu,19 mahasiswa; D4 Tari Sunda, 24 mahasiswa; D4 Tata Rias dan Busana, 30 mahasiswa; D4 Televisi dan Film, 100 mahasiswa.
Kemudian pada jenjang S1 Antropologi Budaya, 80 mahasiswa; S1 Desain Interior, 30 mahasiswa, S1 Desain Komunikasi Visual, 29 mahasiswa, S1 Kriya, 29 mahasiswa; S1 Seni Karawitan, 99 mahasiswa, S1 Seni Rupa Murni, 54 mahasiswa; S1 Seni Tari, 76 mahasiswa; dan
S1 Seni Teater, 52 mahasiswa.
Melalui Studium Generale ini, ISBI Bandung berharap mahasiswa baru dapat memperoleh bekal wawasan, motivasi, dan semangat untuk berkarya, sehingga mampu tumbuh menjadi insan seni-budaya yang unggul sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. (FWP)***
Komentar