Kampus
Beranda / Kampus / Rektor ISBI Bandung Kukuhkan 341 Wisudawan dan Wisudawati Siap Terjun di Masyarakat dan Industri Keatif Jadi Agen Perubahan Pemajuan Kebudayaan Indonesia

Rektor ISBI Bandung Kukuhkan 341 Wisudawan dan Wisudawati Siap Terjun di Masyarakat dan Industri Keatif Jadi Agen Perubahan Pemajuan Kebudayaan Indonesia

Wisuda Gasal 2025 ISBI Bandung
Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen, M.Hum., saat berpidato di hadapan wisudawan

Kota Bandung – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung mengukuhkan sebanyak 341 wisudawan dan wisudawati dalam Upacara Wisuda Periode Gasal Tahun 2025 yang digelar pada Sabtu (11/10/2025) di Ballroom Malibu Dome Convention Hall, Hotel Grand Pasundan, Bandung.

Kegiatan ini berlangsung khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan ISBI Bandung, dosen orangtua wisudawan. Hadir pula Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Iendra Sofyan dan tamu undangan lainnya.

Prosesi wisuda tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor ISBI Bandung Nomor 3696/IT8/HK.02/2025 tentang Penetapan Wisudawan dan Wisudawati Periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 untuk Program Diploma, Sarjana Terapan, Sarjana, dan Magister.

Rektor ISBI Bandung Retno Dwimarwati mengatakan wisuda bukan sekadar prosesi simbolik, melainkan momentum keberhasilan mahasiswa setelah menempuh pendidikan di ISBI Bandung.

“Kami merasa apa yang kami berikan hanya sedikit, sebab ilmu yang sesungguhnya terdapat di lautan kehidupan yang jauh lebih luas dan menantang dari kehidupan kampus,” kata Rektor.

Diskusi FWP Jabar: Yomanius Untung Ungkap Pendidikan Gratis Tekan Kualitas, SPP Diusulkan Aktif Lagi

Wisuda Gasal 2025 ISBI Bandung

Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen., M.Hum., berharap lulusan ISBI Bandung, ibarat “pisau bedah”

Metode pengajaran yang diterapkan di ISBI Bandung diharapkan menjadi “pisau bedah” bagi para lulusan dalam berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Para wisudawan dan wisudawati diyakini telah fasih berkesenian dan berkebudayaan, sehingga diharapkan mampu mengabdikan diri demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Masih dikatakan Rektor, ISBI Bandung juga menegaskan pentingnya peran lulusan dalam mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta berkontribusi pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, dua bidang strategis penggerak devisa negara.

“Para wisudawan diharapkan dapat menjadi agen penting dalam kebudayaan, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Semua itu adalah lahan pekerjaan yang terbuka lebar bagi teman-teman,” tegasnya.

UNFARI Pecah Telur Guru Besar, Prof. Dr. Kurhayadi, M.Si. Dikukuhkan Lewat Sidang Senat Terbuka di Bandung

Dunia digital yang kian terbuka juga menjadi ruang baru bagi generasi muda ISBI untuk berkarya. Kampus menyiapkan portal Ensiklopedia Seni Pertunjukan Jawa Barat yang dapat diisi dan dikembangkan oleh para lulusan.

Wisuda Gasal 2025 ISBI Bandung

Acara wisuda Periode Gasal Tahun 2025, ISBI Bandung, berlangsumg khidmat

“Tumbuhkan rasa percaya diri bahwa kita mampu dan berdaya saing di era digital,” pesan Rektor.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara adibudaya, dan seni budaya adalah kekuatan utama dalam membangun daya saing bangsa di kancah internasional. Melalui program ISBI Ngajomantara, kampus berharap kiprah para wisudawan dapat menjadi “agent of change” dalam pemajuan kebudayaan nasional.

341 Lulusan dari Empat Fakultas

Ini Link Live Streaming Pelaksanaan Sumpah Jabatan 641 Kepala SMA, SMK dan SLB Negeri di Jabar akan Diambil Sumpah Jabatan

Sebanyak 341 lulusan yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas di lingkungan ISBI Bandung, dengan rincian sebagai berikut:

Fakultas Seni Pertunjukan: Angklung dan Musik Bambu 8 lulusan; Seni Karawitan 63 lulusan; Seni Tari 52 lulusan; Seni Teater 32 lulusan, Tari Sunda 9 lulusan.

Fakultas Seni Rupa dan Desain: Tata Rias dan Busana 29 lulusan; Kriya Seni 16 lulusan; Seni Rupa Murni 24 lulusan.

Wisuda Gasal 2025 ISBI Bandung

Dani Maulana, mahasiswa Program Studi D4 Tata Rias dan Busana, peraih nilai akademik tertinggi pada Wisuda Periode Gasal 2025, ISBI Bandung

Fakultas Budaya dan Media: Televisi dan Film: 47 lulusan; Antropologi Budaya: 52 lulusan; dan Program Pascasarjana.

Sedangkan program pascasarjana: Penciptaan dan Pengkajian Seni 9 lulusan.

Dari total lulusan tersebut, 236 orang berhasil meraih predikat Dengan Pujian, 103 orang Sangat Memuaskan, dan 2 orang Memuaskan.

Momentum Transisi dan Pengabdian

Rektor ISBI Bandung pun menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk berkontribusi di masyarakat.

“Para lulusan diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu, keterampilan, serta nilai-nilai budaya yang diperoleh selama studi untuk berkarya dan berperan dalam pelestarian serta pengembangan seni budaya Indonesia,” ujarnya.

Wisuda Gasal 2025 ISBI Bandung

Rona bahagia terpancar dari wajah wisudawan dan wisudawati

Lebih lanjut, ISBI Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global, sejalan dengan visi lembaga sebagai ISBI Bandung Ngajomantara.

Dani Maulana Raih IPK Tertinggi

Dani Maulana, mahasiswa Program Studi D4 Tata Rias dan Busana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, mencuri perhatian saat menyampaikan pidato wisuda dengan pesan yang menggugah. Lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, 3,96, Dani menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju dunia seni yang sesungguhnya.

“Wisuda bukan penanda berakhirnya proses penentuan jati diri, justru menjadi titik alpa menuju titik omega, simbol keberhasilan institusi,” ujarnya di hadapan para wisudawan.

Menurut Dani, kebesaran institusi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kiprah para alumninya di medan seni profesional.

“Rimba gelap penuh tantangan menanti untuk kami taklukkan berbekal ilmu dan keterampilan dari bangku kuliah,” katanya penuh semangat.

Wisuda Gasal 2025 ISBI Bandung

Paduan suara ISBI Bandung

Ia juga mengenang perjuangan selama kuliah, dari begadang ditemani derit mesin jahit hingga bergelut dengan payet demi mengejar mimpi dan mengikuti ajang fashion nasional serta internasional.

Dalam piadatonya Dani menyoroti peran penting dosen di tengah kemajuan teknologi AI.

“Teknologi bisa menjawab apa saja, tapi tak akan pernah menggantikan jiwa, kritik, dan kebijaksanaan para dosen,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika ISBI Bandung, khususnya dosen pembimbing skripsi, serta kepada keluarga dan rekan seperjuangan.

Dani berharap ISBI Bandung terus berinovasi menjadi kampus seni yang menyinari keberagaman budaya Nusantara. Ia menyerukan agar para lulusan tetap berpegang pada nilai budaya dalam berkarya.

“Jadilah perias yang melestarikan pakem sekaligus mencipta tren baru. Jadilah perancang busana yang mengangkat kain dan budaya lokal ke panggung dunia. Inti dari seni adalah kepekaan, untuk melihat keindahan tersembunyi dan menjawab perubahan zaman dengan karya bermakna,” tutupnya. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *