Kota Bandung – Pihak SD Bandung Raya Kota Bandung menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung atas bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) yang telah digulirkan. Bantuan ini dinilai sangat membantu sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Melalui jenis bantuan personal dan operasional, SD Bandung Raya mampu membenahi sarana sekolah serta membantu para siswa dari keluarga ekonomi kurang mampu memenuhi perlengkapan belajar. Bantuan tersebut menjadi salah satu wujud nyata perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan dasar.
Berlokasi di Jalan Raya Cijerah, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pihak sekolah melaporkan penggunaan bantuan RMP kepada perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat, sesuai Undang Undang No 14 tahun 2008, mengenai keterbukaan informasi publik, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Guru SD Bandung Raya saat mengajar di dalam kelas
Kepala SD Bandung Raya, Hj. Juariah, S.Pd.I., berharap agar program bantuan RMP terus berlanjut.
“Alhamdulillah, di sini sudah didistribusikan bantuan personal pada bulan September 2025 lalu, sebesar Rp 490 ribu per orang. Kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan beberapa penekanan,” ujar Juariah di ruang kepala sekolah.
Dalam sosialisasi itu, Juariah menegaskan bahwa uang bantuan RMP yang diberikan langsung kepada orangtua siswa wajib digunakan untuk keperluan perlengkapan sekolah, seperti tas, sepatu, alat tulis, dan seragam.

Pembelajaran yang menyenangkan di SD Bandung Raya
Ia juga mengingatkan agar bukti belanja berupa kwitansi dan cap toko dikembalikan ke pihak sekolah sebagai bahan pelaporan ke Dinas Pendidikan Kota Bandung sesuai ketentuan.
“Sekarang banyak yang tidak masuk DTKS, padahal mereka sangat membutuhkan. Kalau tidak salah persyaratannya terkait Desil. Harapannya, cara pembagian ke depan bisa lebih mudah dan nyaman, agar tidak menyulitkan orang tua maupun pihak sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Siti Ulfah Daniyah, S.Sos., S.Pd., yang akrab disapa Ulfah, salah satu panitia RMP, menjelaskan lebih lanjut mengenai penggunaan bantuan operasional.

Program khas sekolah, yaitu Cooking Class, kegiatan pembinaan karakter agar siswa menjadi lebih mandiri sejak dini
“Anggaran operasional tentu untuk kebutuhan proses belajar mengajar. Kami membeli bangku (satu anak satu bangku), lemari, peralatan olahraga, dan lainnya. Sarana olahraga kami benahi karena sudah rusak. Selain itu, kami juga membeli kompor dan gas,” jelasnya.
Perbaikan sarana dan prasarana olahraga meliputi pembelian bola, gawang, serta berbagai perlengkapan olahraga lainnya. Adapun pembelian kompor dan gas digunakan untuk mendukung program khas sekolah, yaitu Cooking Class, kegiatan pembinaan karakter agar siswa menjadi lebih mandiri sejak dini.
Program Cooking Class direncanakan untuk seluruh tingkatan kelas, dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini akan digelar setiap bulan dengan total 12 rombongan belajar.

Kegiatan KBM di SD Bandung Raya, menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa salah satu fundamental membangun generasi emas
Menu masakan disesuaikan dengan usia siswa, dan mereka akan memasak di sekolah sesuai arahan guru dalam kelompok yang sudah ditentukan.
Contoh masakan yang dibuat sederhana, seperti telur dadar. Para siswa membawa bahan dari rumah untuk dimasak bersama di sekolah.
“Kami terinspirasi dari negara Cina dalam pembinaan karakter siswanya. Mereka menerapkan cooking class agar anak-anak belajar mandiri dengan memasak sendiri. Ke depan juga akan ada kegiatan seperti melipat baju sendiri. Walaupun ada MBG, cooking class tetap akan dilaksanakan,” ujar Ulfah.

SD Bandung Raya, berada di Jalan Raya Cijerah, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon
Kegiatan Cooking Class diharapkan melatih kreativitas siswa hingga mereka mampu membuat resep sendiri. Nantinya, hasil masakan akan dipamerkan dan dijual dalam kegiatan Market Day, sehingga produk yang dijual merupakan hasil karya siswa, bukan orang tua. Keterampilan ini juga dapat berguna saat mengikuti lomba sejenis LT2.
Selain program tersebut, sekolah juga menggunakan dana RMP untuk membeli toren air, pompa air, serta melakukan perbaikan dan pengecatan beberapa ruang kelas.
Pihak sekolah mengaku sangat bersyukur karena bantuan RMP mampu meningkatkan kenyamanan guru dalam mengajar dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. (FWP)***
Komentar