Kota Bandung – SD Cahaya Pelita menjadi salah satu sekolah dasar swasta di Kota Bandung yang menerima manfaat program Rencana Makanan dan Pendidikan (RMP) pada tahun 2025. Sekolah yang berlokasi di Jalan Babakan Ciparay No. 251/194, Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, ini berkomitmen membantu siswa dari keluarga ekonomi kurang mampu meski masih memiliki keterbatasan ruang belajar.
Dengan gedung yang representatif namun minim ruangan, pihak sekolah terus berinovasi agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak belajar yang layak.
Baru-baru ini Kepala SD Cahaya Pelita Sri Widari, S.Pd.I. bersama timnya membagikan cerita mengenai penggunaan bantuan RMP yang telah diterima tahun ini. Dalam wawancara dengan perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat, Sri mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Bandung melalui program RMP.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bandung yang telah mempercayakan kepada kami dalam menerima bantuan RMP tahun 2025. Bantuan ini sudah kami salurkan sebagaimana peruntukkannya,” kata Sri.

Ruang kelas yang representatif, membuat suasana belajar menyenangkan
Bantuan tersebut terdiri dari dua jenis, yakni bantuan personal untuk kelengkapan sekolah siswa dan bantuan operasional sekolah.
“Perlengkapan siswa sudah tersalurkan untuk sebanyak 435 siswa. Operasionalnya kami pergunakan untuk sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran di sekolah kami,” jelas Sri. Bantuan personal dibagikan pada akhir September 2025. Meski proses pendataan sempat menyita waktu karena banyaknya siswa, sedikit keterlambatan tersebut tidak menjadi kendala bagi para orang tua.
Sebelum penyaluran, pihak sekolah lebih dulu melakukan sosialisasi kepada orang tua agar bantuan RMP senilai Rp 490 ribu per siswa digunakan sesuai kebutuhan sekolah anak.
“Tidak ada patokan tempat berbelanja. Kami langsung memberikan bantuan uangnya kepada orang tua dan mempersilakan mereka berbelanja di mana saja, yang penting ada bukti pertanggungjawaban berupa foto barang, kwitansi, dan cap toko,” ujar Sri. Ia pun menegaskan sejauh ini seluruh proses berjalan lancar.

SD Cahaya Pelita fokus membentuk karakter siswa sebagai fundamental membentuk generasi Indonesia Emas 2045
Untuk bantuan operasional, Sri mengalokasikan dana bagi pembelian alat media pembelajaran seperti beberapa unit laptop guna mendukung ujian ANBK dan TKA siswa kelas VI, serta memperbaiki sejumlah fasilitas seperti atap bocor, tembok rapuh, sekat kelas, dan area lain yang membutuhkan renovasi. Selain itu, sekolah juga merencanakan pembangunan ruang baca dan lapangan olahraga di lantai 3, yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025.
“Dengan lahan yang meluas ke atas, siswa tidak akan berebut tempat olahraga dengan area parkir. Kenyamanan siswa tetap kami pikirkan,” tutur Sri.
Terkait administrasi, Sri mengakui tim RMP sempat mengalami kesulitan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (SPJ).
“Tahun ini kami cukup kerepotan dalam membuat SPJ-nya. Proses pengumpulan dan pemindaian dokumen masih berlanjut,” katanya. Ia pun menyarankan agar penyaluran RMP dilakukan tidak mendadak, melainkan dengan pola pencairan per bulan, bukan tahunan, agar pelaporan lebih mudah dan tertib.
Fokus SD Cahaya Pelita di Tahun 2025
Selain memanfaatkan bantuan RMP dengan optimal, Sri memiliki fokus pembinaan karakter dan spiritual bagi siswanya. Salah satunya dengan penerapan shalat dhuha bersama setiap hari pada waktu istirahat.

Pembangunan gedung olahraga SD Cahaya Pelita di lantai 3
“Pembiasaan di kami ada membaca buku di kelas sebelum mulai pelajaran, yaitu literasi. Namun program khusus lainnya belum banyak karena lahan masih kurang memadai dan jumlah siswa cukup banyak,” ungkapnya.
Meski begitu, Sri tetap berupaya agar seluruh kegiatan berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Ke depan, Sri berharap agar para siswa SD Cahaya Pelita tumbuh menjadi generasi unggul di berbagai bidang, berprestasi, dan berakhlak mulia.
“Khususnya dari segi moral, saya ingin para siswa memiliki karakter baik dan tidak keluar dari koridor agama,” pungkasnya. (FWP)***
Komentar