Pendidikan
Beranda / Pendidikan / SD Pelita Bandung Terima Bantuan RMP, 139 Siswa Kurang Mampu Rasakan Manfaat

SD Pelita Bandung Terima Bantuan RMP, 139 Siswa Kurang Mampu Rasakan Manfaat

RMP SD Pelita Kota Bandung
Kepala SD Pelita, Lisnawati, S.Pd., M.M.Pd., program RMP sangat membantu siswa dari ekonomi tidak mampu

Kota Bandung – SD Pelita Bandung menjadi salah satu sekolah penerima bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dari Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan. Bantuan yang mencakup jenis personal dan operasional ini disyukuri pihak sekolah karena manfaatnya terasa langsung bagi siswa dan lingkungan belajar.

Kepala SD Pelita, Lisnawati, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa program RMP tahun 2025 telah terealisasi dengan baik untuk 139 siswa dari total 216 siswa di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah sudah terealisasi. Untuk operasionalnya juga sudah beres dan personalnya sudah dibagikan ke anak berupa uang langsung. Tanda terima dari orang tua juga ada, karena mereka mendampingi anak saat pendistribusian,” ujar Lisna di ruang kepala sekolah, Jalan Citamiang No. 43, Sukamaju, Ke. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Rabu (1/10/2025).

Bantuan Personal dan Operasional

Pendistribusian bantuan personal dilakukan pada 1 September 2025. Para orangtua sebelumnya mengikuti sosialisasi di sekolah. Uang sebesar Rp 490 ribu itu diperuntukkan bagi perlengkapan sekolah anak. Lisna menganjurkan agar dana digunakan untuk membeli seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis. Namun seragam khas seperti batik dan olahraga tidak termasuk karena sudah dipenuhi pada tahun sebelumnya.

Kwarcab Kabupaten Bandung Bekali Kepala TK dengan Orientasi Pramuka untuk Penguatan Karakter Anak

RMP SD Pelita Kota Bandung

Program MBG di SD Pelita Kota Bandung, sudah berjalan sejak bulan Agustus 2025

“Yang diutamakan tahun ini adalah seragam putih merah dan putih putih,” kata Lisna.

Bagi siswa yang telah lulus dan masuk ke SMP, dana bantuan juga diberikan agar bisa dipakai sesuai kebutuhan di jenjang baru.

Sementara itu, untuk bantuan operasional, Lisna menganggarkannya bagi pembangunan ruang kelas, pembaharuan meja kursi, pembelian sound system, laptop, serta proyektor.

“Setiap ada bantuan RMP, kami cicil satu kelas satu proyektor. Alhamdulillah saat ini sudah terpasang di lima ruang kelas, plus satu cadangan untuk pembelajaran di luar kelas,” jelasnya.

Strategi Besar SMKN 2 Bandung Hadapi TKA 2026: Cetak Generasi Waluya yang Kompeten dan Siap Bersaing Global

Kelebihan dan Kekurangan

RMP SD Pelita Kota Bandung

Koordinator MBG SD Kota Bandung, Eliza Oktavia R

Lisna mengakui terdapat perbedaan antara bantuan personal tahun 2025 dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, sekolah langsung membelanjakan seluruh perlengkapan siswa secara merata, mulai dari seragam putih merah, olahraga, batik, Kamis Nyunda, hingga pramuka.

Sedangkan tahun ini, dana diberikan langsung kepada orang tua. Menurut Lisna, cara tersebut meringankan sekolah karena tidak terbebani pertanggungjawaban pengadaan barang. Namun, ada kelemahannya. Beberapa orang tua justru membelanjakan dana untuk kebutuhan pokok seperti beras.

“Kalau kami boleh saran, bantuan personal dikembalikan lagi ke sekolah agar benar-benar dipakai sesuai peruntukan. Jadi siswa mendapatkan perlengkapan sekolah, bukan kebutuhan lain,” tegasnya.

Diskusi FWP Jabar: Yomanius Untung Ungkap Pendidikan Gratis Tekan Kualitas, SPP Diusulkan Aktif Lagi

Namun, ia menyoroti persyaratan baru dalam pengajuan bantuan RMP. Jika sebelumnya menggunakan DTKS, kini syaratnya mengacu pada sistem Desil. Desil merupakan pembagian populasi berdasarkan tingkat kesejahteraan, setiap desil mewakili 10% kelompok.

RMP SD Pelita Kota Bandung

Menu MBG di SD Pelita Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025

“Kalau desil 1–5 bisa dapat RMP, sedangkan 6–10 tidak. Tapi ada anak yang sebenarnya tidak mampu, justru masuk desil 6–10. Saya bingung ukurannya darimana. Tadinya di Dapodik ada 115 siswa, sekarang dengan desil ini kemungkinan berkurang,” kata Lisna.

Ia pun berharap syarat desil dapat dihapus atau diperjelas, agar bantuan RMP kembali tepat sasaran seperti tahun sebelumnya.

Fokus Sekolah Tahun 2025

Dengan jumlah siswa cukup banyak, Lisna berencana membangun ruang kelas tambahan. Selain itu, ia ingin menghadirkan aula khusus olahraga futsal.

“Futsal di kami sudah maju dan sering ikut kompetisi. Mudah-mudahan bisa terealisasi lewat RMP 2025,” ungkap Lisna.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

RMP SD Pelita Kota Bandung

Kemajuan SD Pelita Kota Bandung bisa dikatakan meningkat setiap tahun

SD Pelita sudah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinator MBG, Eliza Oktavia R, menjelaskan program ini dimulai sejak 24 Agustus 2025 dan berjalan baik hingga kini.

“MBG sangat membantu siswa-siswi SD Pelita. Tidak ada pengawasan khusus, hanya pembagian ke setiap kelas. Pengawasan dilakukan pihak eksternal seperti Babinsa dan Polisi setempat setiap hari,” jelas Eliza.

Menu MBG berbeda setiap hari. Walaupun ada siswa yang tidak menyukai menu tertentu, seluruh porsi tetap habis. “Kami menerapkan siswa membawa wadah makanan dari rumah. Jadi jika ada MBG tersisa, bisa dibawa pulang untuk dimakan di rumah,” tambahnya.

Eliza juga menegaskan bahwa program MBG tidak menimbulkan benturan dengan kantin sekolah, karena kantin lebih banyak menjual alat tulis seperti koperasi.

Meski demikian, ia menyarankan agar menu MBG lebih bervariasi sesuai selera anak-anak SD.

“Contohnya makanan olahan sederhana seperti chicken nugget dengan lauk pauk lainnya,” ujarnya. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *