Kota Bandung – SD Suryani Dwi Marga Bandung telah mengalokasikan bantuan RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) yang digulirkan Pemerintah Kota Bandung sesuai dengan porsinya. Pihak sekolah pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung atas bantuan yang dinilai sangat bermanfaat, baik bagi siswa maupun pihak sekolah.
Kepala SD Suryani Dwi Marga, Pupu Maspupah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa tahun ini terdapat dua jenis bantuan, yaitu bantuan personal dan bantuan operasional. Untuk tahun 2025, kebijakan teknis bantuan personal mengalami perubahan.
Bagi jenjang SD penerima RMP di Kota Bandung, bantuan personal kini diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada orangtua siswa, dengan nominal Rp 490.000 per anak. Sebelumnya, bantuan diberikan dalam bentuk barang perlengkapan sekolah yang dibelanjakan oleh pihak sekolah.
“Kami menerima bantuannya untuk sebanyak 150 orang siswa RMP. Berupa uang, dikasihkan langsung ke orangtua siswa sebesar 490 ribu rupiah per orangnya,” ujar Pupu di ruang kepala sekolah, Jalan Terusan Suryani, Warung Muncang, Bandung, Jum’at (3/10/2025).
Pupu berharap program RMP dapat terus membantu siswa yang berpotensi putus sekolah agar tetap melanjutkan pendidikan.
Proses Penyaluran dan Pemanfaatan Dana

Suasana pembelajaran di SD Suryani Dwi Marga Kota Bandung
Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat yang merupakan panitia RMP, Yadi Cahyadi, S.Kom., menjelaskan bahwa seluruh bantuan personal telah didistribusikan langsung kepada orangtua siswa pada 6 September 2025. Proses pembagian dilakukan dalam satu hari, dan pihak sekolah memberikan tenggang waktu tiga hari bagi orangtua untuk melakukan pembelanjaan kebutuhan sekolah anaknya, disertai bukti berupa kwitansi dan cap toko.
Namun, dalam praktiknya, para orangtua membutuhkan waktu sekitar satu minggu lebih untuk menyelesaikan pembelanjaan dan pelaporannya.
“Himbauan kami saat sosialisasi kepada orangtua adalah uang bantuan RMP personalnya harus dibelanjakan untuk kebutuhan siswa, bukan kepentingan lain. Tidak ada yang diwajibkan terkait itemnya, yang penting menunjang kepentingan sekolah. Tidak ada spesifikasi harus seragam, tas, dan semacamnya,” jelas Yadi.
Meski sekolah memiliki seragam khas, pihak sekolah tidak menganjurkan pembelian seragam tersebut menggunakan dana RMP. Sekolah mempersilakan pembelian seragam dilakukan di luar dana bantuan dan tidak mengatur tempat pembelanjaan perlengkapan.
Bantuan Operasional Fokus pada Sarana dan Prasarana
Untuk bantuan operasional, sekolah lebih banyak mengalokasikan dana pada pengembangan sarana dan prasarana.

Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat yang merupakan panitia RMP, Yadi Cahyadi, S.Kom
“Kebetulan sekolah kami kecil. Jadi kami butuh sarana-prasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Seperti beberapa unit laptop, perbaikan lantai sekolah, alat-alat media pembelajaran, dan lain sebagainya,” ungkap Yadi.
Menurutnya, toilet belum termasuk dalam daftar renovasi karena kondisinya masih baik. Sementara itu, perbaikan lantai untuk tiga ruang kelas menjadi prioritas utama karena belum pernah diganti selama puluhan tahun.
Yadi juga menyarankan agar Pemerintah Kota Bandung meningkatkan jumlah nilai bantuan RMP di masa mendatang. Ia menilai banyak kebutuhan siswa yang belum sepenuhnya terpenuhi, sementara harga perlengkapan sekolah cukup tinggi.
“Banyak kelengkapan sekolah siswa yang terbilang cukup mahal. Walaupun bisa membeli di pasar sekitar sekolah, kualitasnya hanya cukup untuk tiga sampai empat bulan pemakaian, lalu rusak. Dengan meningkatnya nilai bantuan, orang tua bisa lebih leluasa membelanjakan kebutuhan sekolah anak-anaknya,” katanya.
Program Sekolah Penunjang Karakter Siswa
Selain memanfaatkan bantuan RMP, SD Suryani Dwi Marga juga menjalankan beberapa program pembiasaan untuk menumbuhkan karakter siswa.

Tercatat ada 203 orang siswa menimba ilmu di SD Suryani Dwi Marga Kota Bandung
Setiap hari Jumat, sekolah melaksanakan kegiatan Jumat Rohani, di mana seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk mendengarkan ceramah dari guru yang berkompeten. Kegiatan ini kadang diselingi dengan penampilan kesenian islami dari para siswa.
Dari sisi akademik, sekolah juga memiliki program literasi pagi selama 30 menit sebelum jam pelajaran dimulai.
Saat ini, SD Suryani Dwi Marga memiliki 203 siswa yang terbagi ke dalam delapan rombongan belajar.
Yadi menambahkan, sekolah juga menantikan realisasi program MBG (Makan Bergizi Gratis).
“Program lainnya misalnya MBG. Tapi MBG kita belum dapet. MoUnya sudah di minggu kemarin, tapi belum dapet sampai sekarang. Rencananya direalisasikan di bulan Oktober 2025 ini,” ujarnya.
Melalui berbagai program dan pembiasaan tersebut, Yadi berharap visi dan misi sekolah dapat tercapai, yaitu menjadikan siswa cerdas, berakhlak mulia, dan bertakwa kepada Allah SWT. (FWP)***
Komentar