Kota Bandung – SMKN 4 Kota Bandung memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kompetensi siswa agar siap dan mudah terserap di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kompetensi ini didapatkan oleh siswa selama menimba ilmu di sekolah melalui transfer ilmu yang diberikan oleh guru, baik guru umum maupun guru produktif, serta ditambah dengan keahlian lainnya saat mereka melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di industri.
Untuk mengukur apakah siswa SMKN 4 Kota Bandung telah kompeten di bidangnya, sekolah secara rutin mengadakan kegiatan uji sertifikasi kompetensi. Terhangat, sebanyak 179 orang siswa kelas XII dari enam jurusan — Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Otomasi Industri, Teknik Audio Video, dan Desain Komunikasi Visual — mengikuti kegiatan uji sertifikasi kompetensi bantuan dari Direktorat SMK, Kemendikdasmen, dan LSP P-2 Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Kepala SMKN 4 Kota Bandung, Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., saat diwawancarai oleh Forum Wartawan Pendidikan Jabar
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Dadan Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya sangat bersyukur mendapatkan bantuan tersebut, apalagi kegiatan ini menjadi yang perdana bagi SMKN 4, dilaksanakan pada 8–11 Oktober 2025.
Kegiatan ini, kata Dadan, merupakan bekal penting bagi siswa kelas XII dalam mempersiapkan diri untuk bersaing dengan lulusan sekolah lainnya di dunia kerja.
“Uji kompetensi ini juga untuk mengukur sejauh mana siswa kami bisa memenuhi standar industri atau sesuai dengan kebutuhan industri. Diharapkan nanti setelah mendapatkan sertifikat, mereka mendapatkan pengakuan dan percaya diri saat masuk ke dunia kerja,” kata Dadan, Rabu (8/10/2025).

Siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan, mengikuti uji sertifikasi kompetensi dengan okupasi perakitan komputer
Masih dari keterangan Dadan, sebelumnya terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang bermuara pada uji sertifikasi kompetensi ini, antara lain adanya pemetaan dan pelatihan.
Sementara itu, sekitar 400-an siswa yang tidak mengikuti uji sertifikasi kompetensi kali ini akan mengikuti kegiatan serupa yang didanai sekolah pada Maret 2026, bekerja sama dengan PT LEN, bersamaan dengan akhir PKL dan akan diuji langsung oleh pihak industri.
Pada kesempatan yang sama, Yosef Riska Ismail, asesor dari BBPVP Bandung, menjelaskan bahwa dalam uji sertifikasi kompetensi bagi siswa jurusan Teknik Audio Video, kegiatan dibagi menjadi empat sesi.

Siswa jurusan RPL, saat uji sertifikasi kompetensi dengan okupasi, clustes, junior web programer, diuji oleh asesor dari BBPVP Bandung
Adapun tahapannya meliputi pengisian biodata pemohon, pengisian unit-unit yang akan diuji, tes tertulis, praktik, dan wawancara.
“Nanti para peserta akan dilihat nilai dari teori dan prakteknya, dari mulai perakitan power amplifier sampai menyala,” kata Yosef.
Berkenaan dengan itu, Kepala SMKN 4 Kota Bandung, Agus, menjelaskan bahwa saat ini dunia kerja semakin mengutamakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi.

Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri, H. Dadan Hermawan, S.Pd., M.T., saat memberikan keterangan kepada perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di Jalan Kliningan No 6, Rabu (8/10/2025)
Apalagi, kata Agus, mengacu pada data statistik dari BPS, jumlah angka pengangguran tertinggi di tanah air masih diduduki oleh lulusan SMK.
“Terlepas dari hasil survei itu, benar atau salah data itu, tentunya harus dijawab dan harus mencari solusinya seperti apa,” kata Agus.
Masih dijelaskan Agus, bahwa solusinya antara lain adalah adanya kesepadanan dan kesesuaian ekosistem antara industri dengan dunia pendidikan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri, salah satunya melalui pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi.

Siswa Jurusan Teknik Elektronika, uji sertifikasi dengan okupasi pengoperasian instalasi kontrol industri berbasis PLC
“Sertifikat ini dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Profesi Nasional (BNSP) dan diselenggarakan oleh LSP P-1 (diadakan oleh sekolah), LSP P-2 (diadakan oleh balai besar), serta LSP P-3 (diadakan oleh asosiasi seperti LSEPI),” kata Agus.
Lanjutnya, untuk uji sertifikasi yang didukung oleh pemerintah pusat, diberikan bantuan dengan mendatangkan beberapa asesor dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung ke SMKN 4.
“Sebelumnya ada FGD, dan SMKN 4 bersama tiga sekolah lainnya masuk dalam sekolah piloting,” kata Agus.

Jurusal TITL, mengikuti uji sertifikasi kompetensi dengan okupasi pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana
Masih dari keterangan Agus, bantuan serupa pun diberikan kepada sekolah lainnya dari Kemendikdasmen dan Kemenaker, namun bukan sebagai sekolah piloting.
Kolaborasi antara dua kementerian ini memberikan pembekalan dan uji kompetensi bagi siswa yang telah berusia 17 tahun. Oleh karena itu, tidak semua siswa kelas XII dapat ikut serta karena belum mencapai usia tersebut.
“Alhamdulillah kami mendapatkan support bagi 179 orang siswa yang tersebar di seluruh konsentrasi keahlian (jurusan) yang ada di SMKN 4,” kata Agus.

Uji sertifikasi kompetensi jurusan DKV, dengan okupasi desain grafis muda, mendesain poster
Lanjutnya, hasil dari uji sertifikasi ini bukan hanya berupa secarik kertas saja, melainkan menjadi bukti bahwa mereka bisa diterima bekerja di industri.
“Tingkat keberhasilan itu outcome-nya bukan hanya mendapatkan sertifikat saja. Jadi kami punya tanggung jawab bagaimana menghasilkan siswa yang kompeten agar bisa diterima di pasar kerja. Ini merupakan tantangan sekaligus kewajiban kami,” tegas Agus.
Dirinya berharap, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, SMKN 4 Bandung secara berlesinambungan melahirkan lulusan yang berkualitas dan terstandar, setelah melalui berbagai proses seperti belajar, pelatihan, uji sertifikasi, hingga diterima bekerja sesuai bidangnya di berbagai industri. (FWP)***
Komentar