Kota Bandung – Bantuan program RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) sangat membantu para siswa dari keluarga ekonomi kurang mampu dalam melanjutkan sekolahnya.
Program bantuan ini digulirkan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung kepada sekolah-sekolah swasta khususnya jenjang SMP di Kota Bandung.
Terdiri dari bantuan personal dan operasional, untuk alokasi personal, di 2025 ini diberikan langsung kepada orangtua siswa dalam bentuk uang tunai. Begitu juga dengan SMP Kartika X-1 yang berlokasi di Jalan Cikuray No. 02 Komplek Pussenkav TNI AD. Pada 29 September 2025, pihak sekolah memberikan keterangan kepada awak media terkait bantuan ini.

Alokasi bantuan RMP, dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas meja kursi bagi siswa
Kepala Sekolah SMP Kartika X-1, Neni Triana S, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan RMP telah didistribusikan dengan tepat sasaran.
“Alhamdulillah bantuan RMP kami sudah dibagikan sejak 25 Agustus 2025. Dan itu sudah diberikan kepada mereka yang memang ekonominya kurang mampu. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung karena bantuan ini sangat bermanfaat, baik secara personal maupun secara operasional sekolah,” ungkap Neni di ruang Kepala Sekolah.
Secara operasional, Neni menggratiskan biaya SPP dan DSP kepada para penerima RMP sebanyak 177 siswa. Untuk mengganti SPP sebesar Rp135 ribu dan DSP sebesar Rp1,6 juta, yang di dalamnya termasuk uang pangkal dan sebagainya. Dengan besaran nominal tersebut, Neni berharap bantuan RMP bisa terus meningkat dari segi nilai.

Sedangkan Dimas Hari Prasetyo, S.Sos., Kepala Tata Usaha SMP Kartika X-I Kota Bandung
Menurut Neni, idealnya bantuan RMP minimal diangka Rp 3,5 juta persiswa, yang di dalamnya tidak termasuk uang seragam sekolah atau seragam khas karena seragam termasuk ke dalam bantuan personal.
Sedangkan Dimas Hari Prasetyo, S.Sos., Kepala Tata Usaha sekaligus ketua pelaksana kepanitiaan RMP, menyampaikan lebih jauh terkait bantuan personal dan operasional.
“Untuk operasional tentunya kita anggarkan di pembangunan. Seperti pembuatan mading, membeli layar proyektor untuk setiap kelas, bangku kelas baru, perbaikan aula, perbaikan ruang kelas, perbaikan CCTV, dan masih banyak lagi. Intinya, untuk sekolah manfaatnya sangat terasa. Jadi ada perbaikan dan penambahan fasilitas sekolah,” ungkap Dimas.

Renovasi gazebo
Sedangkan pada bantuan personal, sudah dalam tahap pengecekan kwitansi dan cap toko hasil para orangtua berbelanja keperluan sekolah anaknya. Struk atau kwitansi dan cap toko belanja adalah hal wajib untuk dikembalikan ke sekolah, karena itu menjadi bukti yang harus dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Pihak sekolah pun akan mengajukan sebanyak 177 siswa RMP untuk bantuan di tahun selanjutnya. Jumlahnya memang kebetulan sama dengan tahun ini. Data tersebut berdasarkan Disimdik serta arahan Disdik Kota Bandung.
“Khusus dalam bantuan personal ini cukup menyibukkan kami, karena masih ada beberapa orang tua yang belum mengembalikan struk belanjaannya ke kami. Itu dari bulan Agustus 2025 kemarin. Hal ini menunda kita dalam pembuatan laporan. Tinggal nunggu delapan orang lagi,” kata Dimas.

Kegiatan belajar mengajar di SMP Kartika X-I Kota Bandung
Dengan adanya bantuan RMP, Dimas berharap fasilitas sekolah dapat lebih memadai dari tahun sebelumnya serta para siswa yang tidak mampu dapat bersekolah dengan baik tanpa adanya benturan dari segi biaya. Karena pada dasarnya, RMP bukanlah sesuatu yang bersifat gratis, namun berupa bantuan dari Pemerintah.
Dari sisi jumlah siswa, di tahun 2025 tercatat ada 355 orang. Hal ini mengalami peningkatan, di mana pada tahun sebelumnya siswa yang diterima adalah sebanyak 348 orang.
“Karena siswa kelas VII juga di kita sekarang 133 dari yang tahun sebelumnya 104 orang. Alhamdulillah kita juga jadi menambah kelas, dari yang asalnya 4 kelas jadi 5 kelas. Trennya di sini positif, alhamdulillah,” pungkasnya. (FWP)***
Komentar