Pendidikan
Beranda / Pendidikan / SMAN 8 Bekasi Kokohkan Citra Sekolah Atlet, Prestasi Akademik Tetap Gemilang

SMAN 8 Bekasi Kokohkan Citra Sekolah Atlet, Prestasi Akademik Tetap Gemilang

SMAN 8 Bekasi Sekolah Atlet di Jabar
Tampak depan gedung SMAN 8 Kota Bekasi, sekolah berprestasi dengan julukan sekolah atlet

Kota Bekasi – SMAN 8 Bekasi yang sudah cukup dikenal dengan julukan sekolah atlet, masih terus mempertahankan kualitasnya dari segi prestasi siswa.

Hingga saat ini, SMAN 8 Bekasi tetap mengakomodir kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bidang olahraga, mulai dari ekstrakurikuler hingga pembinaan prestasi lainnya.

Karnadi, M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa walaupun dikenal sebagai sekolah atlet, SMAN 8 Bekasi tetap berprestasi di bidang akademik.

Karnadi, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 8 Kota Bekasi

“Sebelum 2017 ke Provinsi Jawa Barat, kita di provinsi terkenal dengan sekolah atlet. Kemudian SNBP kita untuk tahun ini mendapat ranking satu terbanyak se-Jawa Barat yang memang belum terkespos oleh teman-teman di Kota,” kata Karnadi, di sekolah yang berada di Jalan Irigasi No 1, Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, baru-baru ini.

Kwarcab Kabupaten Bandung Bekali Kepala TK dengan Orientasi Pramuka untuk Penguatan Karakter Anak

Sebanyak 87 siswa diterima melalui jalur SNBP dari sekitar 390 siswa kelas XII. Mereka tersebar di berbagai kampus ternama, seperti UGM, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Undip, dan lainnya.

Ekskul dan Pembiasaan Literasi

Selain olahraga, siswa SMAN 8 Bekasi juga tengah diberlakukan pembiasaan literasi dalam ekskul bahasa. Kegiatannya meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman, yang dilaksanakan setiap Senin pagi.

Kegiatan Belajar Mengajar tahun ajaran 2025/2026 di SMAN 8 Kota Bekasi

Pembiasaan ini merupakan implementasi pembentukan karakter siswa dalam Gapura Pancawaluya. Kegiatan lengkapnya meliputi berdzikir bersama, shalat dhuha bersama, literasi, pentas seni, dan berbagai aktivitas pembinaan lainnya.

Strategi Besar SMKN 2 Bandung Hadapi TKA 2026: Cetak Generasi Waluya yang Kompeten dan Siap Bersaing Global

Untuk ekskul olahraga, SMAN 8 Bekasi mengakomodir golf, futsal, sepak bola, pencak silat, yudo, dan taekwondo. Semua diarahkan untuk mendukung jalur prestasi non-akademik.

“Penguji prestasi non-akademiknya menseleksi secara seobjektif mungkin oleh orang-orang yang berkompeten. Karena untuk event tertentu, contohnya sepak bola, siswa kita sering direkrut ke Pelatnas atau Timnas. Nah bagaimana terkait KBM untuk siswa-siswa yang sedang berusaha membawa nama baik sekolah?” jelas Karnadi.

SMAN 8 Kota Bekasi mendukung program PAPS Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi

SMAN 8 Bekasi masih mengadopsi kebijakan dari kepala sekolah sebelumnya, Madasar, yang baru saja purnabakti. Yaitu dengan mewadahi KBM siswa melalui website sekolah.

Dengan mekanisme ini, siswa atlet tetap dapat mengikuti pembelajaran di manapun mereka berlatih. Website berisi video materi pembelajaran yang bisa diakses kapan pun.

Diskusi FWP Jabar: Yomanius Untung Ungkap Pendidikan Gratis Tekan Kualitas, SPP Diusulkan Aktif Lagi

Website tersebut khusus diperuntukkan bagi atlet, bukan untuk siswa reguler.

Agenda dan Tradisi Sekolah

SMAN 8 Kota Bekasi terus tingkatkan kualitas akademik dan non akademik

Seiring aktivitas atlet, agenda terdekat adalah event DBL di Kota Bogor, September 2025. SMAN 8 Bekasi selalu aktif berpartisipasi karena siswanya sering meraih juara dalam ajang tersebut.

“Kegiatan terdekat itu ada LDKS, DBL di September 2025, ada 8 Cup di Oktober 2025 di sekolah, Sertijab kepengurusan Osis, dan masih banyak lagi. Namun karena kegiatan kita tidak boleh keluar sekolah berdasarkan kebijakan Gubernur, maka yang di sekolah kita adakan dengan sarpras seadanya,” ungkap Karnadi.

Tradisi khas lainnya adalah KP3 (Kegiatan Pindah Golongan) dari penggalang ke penegak. Setiap siswa baru akan dilantik ketika mengikuti ekskul sekolah, baik pelantikan pramuka maupun ekskul lainnya.

Makan Bergizi Gratis, di SMAN 8 Kota Bekasi berlangsung sejak 19 Agustus 2025

Berdasarkan peraturan pemerintah, pendidikan kepramukaan wajib bagi setiap sekolah, meski siswa tidak diwajibkan mengikuti ekskul Pramuka.

Seluruh siswa dilantik, baik siswa baru maupun lama dalam pergantian kepengurusan. Mereka harus memahami manajemen dan teknis ekskul mingguan. Karnadi menegaskan, seluruh kegiatan tetap diawasi untuk mencegah perundungan.

Program MBG (Makan Bergizi Gratis)

Berkenaan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 8 Bekasi mulai berjalan sejak 19 Agustus 2025. Hingga kini, distribusinya lancar meski ada kendala di lapangan.

Antusias siswa SMAN 8 Kota Bekasi, menyantap menu Makan Bergizi Gratis

“Tidak semua menu MBG disukai siswa. Di awal termakan semua, namun belakangan mulai berkurang hingga 50 porsi dari 1.300. Kalau dilihat, bukan murni tidak suka, ada juga karena siswa tidak masuk,” ujar Karnadi.

Agar tidak terbuang, MBG yang tidak termakan dikembalikan dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Guru panitia MBG membagikan kembali makanan tersebut setelah jam sekolah.

“Kadang-kadang mubazir, tapi alhamdulillah setelah diberi peringatan, siswa paham. Kalau tidak suka, ya mereka diamkan saja,” tambahnya.

Siswa SMAN 8 Kota Bekasi sedang olahraga

Pihak kantin tetap stabil secara ekonomi. Meski sempat terdampak, kini siswa kembali berbelanja di kantin. Bahkan sejak awal, pihak kantin tetap kooperatif karena program ini merupakan kebijakan pemerintah.

Program PAPS (Pencegahan Anak Putus Sekolah)

SMAN 8 Bekasi juga mengakomodir masyarakat melalui program PAPS.

“Alhamdulillah kita merasa nyaman, semua wali murid yang ingin masuk ke SMAN 8 Bekasi tidak terhenti. Akibat PAPS, mereka masih ada kesempatan untuk masuk. Diharapkan ke depannya lebih baik lagi, mekanisme di provinsi pun seharusnya ada aturan yang jelas,” jelas Karnadi.

SMAN 8 Kota Bekasi, di Jalan Irigasi No 1, Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan

Mayoritas siswa SMAN 8 Bekasi berasal dari Pekayon yang notabene masyarakat menengah ke bawah. Dengan PAPS, semua terakomodir tanpa adanya dana komite sekolah.

“Kuota PAPS di sini 50 orang, dengan 11 rombel. Setiap kelas ada 46–47 siswa,” tambahnya.

Karnadi menyarankan agar pemerintah menyesuaikan sarana-prasarana dengan penambahan kuota. Kursi dan meja harus dipersiapkan lebih dulu agar pemberdayaan sarpras tidak stagnan, apalagi tahun depan kuota SPMB dipastikan bertambah. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *