Kota Bandung – Pencairan dana bantuan RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) telah dibagikan kepada sekolah-sekolah, khususnya pada jenjang SMP Swasta di Kota Bandung.
Begitu juga dengan SMP Muhammadiyah 9 Bandung yang tahun ini kembali menerima bantuan sesuai dengan nominal dan jumlah siswa yang membutuhkan.
Kepala SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung, Ela Jauhar Kamilah, S.Ag., bersyukur karena sekolahnya masih mendapat dukungan program RMP di tahun 2025.

SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung, salah satu sekolah berkualitas di Kota Kembang
“Alhamdulillah kami masih mendapat bantuan RMP di 2025. Insya Allah bentuk operasional dan personal akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan juga Insya Allah tersampaikan kepada para orang tua dan siswanya itu sendiri. Mudah-mudahan bisa amanah dalam pemenuhan kebutuhan sekolah anaknya,” ujar Ela saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jalan Sumber Sari No 104, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Selasa (2/9/2025).
Rencananya, bantuan RMP akan mulai didistribusikan kepada siswa penerima pada Jumat, 5 September 2025. Waktu tersebut dipilih agar seluruh siswa dan orangtua penerima bantuan bisa hadir bersama. Biasanya, alumni atau siswa yang sudah lulus pun bisa ikut hadir bila bertepatan dengan tanggal merah.
Jumlah penerima RMP di SMP Muhammadiyah 9 Bandung tahun 2025 mencapai 86 siswa, yang terdiri dari kelas VII–IX tahun ajaran 2024/2025.

SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung, di Jalan Sumber Sari No 104, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik
Adapun pemanfaatan dana terbagi menjadi dua kategori. Bantuan operasional dipergunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, pembelian perangkat pembelajaran guru, pembenahan sarana prasarana sekolah dalam rangka program Sekolah Adiwiyata, kegiatan guru, hingga tambahan honor bagi pendidik.
Sementara bantuan personal diberikan dalam bentuk uang, dengan imbauan agar dibelanjakan untuk perlengkapan sekolah. Misalnya seragam, tas, sepatu, alat tulis, dan kebutuhan sekolah lainnya.
“Alhamdulillah di tahun ini turunnya di pertengahan tahun, sehingga pemanfaatannya bisa maksimal sesuai juknis. Jadi tidak lewat atau nyebrang ke tahun baru. Sekolah terasa lebih ringan juga karena berbentuk uang langsung yang diserahkan kepada orangtua. Namun kami tetap menginformasikan kepada orangtua, bahwa ini untuk kebutuhan sekolah putra-putrinya,” jelas Ela.

Suasana kegiatan belajar mengajar di SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung
Ia berharap teknis penyaluran bantuan tetap dipertahankan, yakni tidak di akhir tahun melainkan di pertengahan atau awal tahun ajaran baru. Dengan begitu, distribusi kepada orangtua dan siswa bisa berjalan lebih lancar.
Program 2025 di SMP Muhammadiyah 9 Bandung
Tahun 2025, jumlah siswa SMP Muhammadiyah 9 Bandung mencapai 139 orang. Dari jumlah tersebut, 65 orang adalah siswa baru, ditambah dua siswa mutasi masuk ke kelas VIII dan IX. Jumlah pendaftar sempat mencapai 100 orang.
Ela mengaku bersyukur sekolahnya masih mendapat kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan itu akan terus dijaga dengan menghadirkan program-program yang selaras dengan yang diharapkan orangtua serta amanah dalam mendidik siswa.
Fokus utama tahun ini adalah pembenahan sarana-prasarana sekaligus menggali potensi siswa.

Penghargaan dari Kota Bandung, SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung, sebagai Sekolah Adiwiyata tahun 2025
“Kami tahun ini membuka sebanyak 2 kelas dengan jumlah total 65 siswa untuk kelas VII. Itu sangat melegakan karena masih diberi kepercayaan oleh orangtua. Maka dari itu, saya ingin menggali potensi dan menyusun program yang bisa meyakinkan orangtua bahwa menyekolahkan anaknya di sini mampu menjadikan anak-anak lebih unggul dibanding sekolah lain,” jelas Ela.
Hasilnya pun mulai terlihat. Siswa SMP Muhammadiyah 9 Bandung berhasil meraih juara dalam olimpiade Matematika dan Sains. Sekolah ini juga sudah dikenal memiliki ciri khas unggulan serta meraih penghargaan dari Wali Kota Bandung sebagai Sekolah Adiwiyata.
Ke depan, Ela menargetkan sekolah yang dipimpinnya bisa meraih predikat Sekolah Sehat 2026, yang saat ini sudah diajukan melalui Kecamatan Antapani.
Ela berharap seluruh program dapat tercapai, sekaligus menjaga kepercayaan orangtua dari tahun ke tahun. Targetnya, jumlah siswa terus meningkat setiap tahun. (FWP)***
Komentar