Kampus
Beranda / Kampus / Gending Karesmen “Si Kabayan” Garapan Prof. Ganjar Kurnia Meriahkan Dies Natalis Unpad ke-68

Gending Karesmen “Si Kabayan” Garapan Prof. Ganjar Kurnia Meriahkan Dies Natalis Unpad ke-68

Gending Karesmen "Si Kabayan" Dies Natalis Unpad ke-68 taun
Gending Karesmen "Si Kabayan" Dies Natalis Unpad ke-68 taun

Kota Bandung – Perayaan Dies Natalis Universitas Padjadjaran (Unpad) ke-68 berlangsung meriah dengan pementasan gending karesmen (opera Sunda) “Si Kabayan” di Graha Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipatiukur, Jumat (12/9/2025). Pertunjukan karya Prof. Ganjar Kurnia itu sukses mengocok perut penonton sekaligus menghadirkan kekayaan budaya Sunda ke atas panggung modern.

Lakon berdurasi lebih dari satu jam tersebut diadaptasi dari naskah karya Wahyu Wibisana. Sony Riza Windyagiri yang memerankan Si Kabayan tampil memikat dengan keluguan cerdik khas tokoh legendaris Sunda. Sementara itu, Elis Rosliani yang berperan sebagai Ambu Kabayan menghadirkan humor segar lewat aktingnya yang jenaka, membuat suasana auditorium dipenuhi gelak tawa.

Mengangkat kisah klasik rumah tangga Sunda, cerita menggambarkan dinamika antara Si Kabayan yang pemalas namun licik, dan Ambu yang cerewet namun penuh kasih. Dengan kecerdikannya, Kabayan berhasil memperoleh beras dan ayam dari para lajang serta bujang yang sedang mencari jodoh, lewat trik menjadi “dukun” dan membaca asihan karangan sendiri.

Kekuatan pertunjukan juga terletak pada musik pengiringnya. Tata karawitan digarap ulang oleh Sony Riza Windyagiri dan Ilham Firmansyah, memperkaya musik rancangan maestro Sunda Mang Koko dengan sentuhan aransemen baru serta penggunaan gamelan digital. Inovasi ini memperlihatkan bahwa seni tradisi Sunda mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Pertunjukan ini diproduseri oleh Prof. Ganjar Kurnia, mantan Rektor Unpad sekaligus budayawan yang kini menjabat Ketua Pusat Budaya Sunda Unpad, bersama Ida Rosida Koswara, panembang Sunda sekaligus putri Mang Koko. Sutradara dipercayakan kepada Koswarnika, dengan dukungan tim kreatif yang terdiri dari para seniman, musisi, dan akademisi, baik dari Unpad maupun Yayasan Cangkurileung Mang Koko.

UNFARI Pecah Telur Guru Besar, Prof. Dr. Kurhayadi, M.Si. Dikukuhkan Lewat Sidang Senat Terbuka di Bandung

Hadir pula sejumlah tokoh budaya dan akademisi, di antaranya H. Abdullah Mustappa, Hj. Aam Amilia, Syarif Bastaman, Prof. Endang Caturwati, T. Bachtiar, dan Etti RS. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus menunjukkan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian seni tradisi melalui panggung akademik.

Dengan memadukan humor khas Kabayan, alunan gamelan Salendro, serta kemasan modern yang segar, gending karesmen “Si Kabayan” tidak hanya menghibur, tetapi juga menegaskan pentingnya merawat warisan budaya lokal. Pementasan ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis Unpad ke-68, sekaligus pengingat bahwa seni tradisi masih sangat relevan dan hidup di tengah masyarakat. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *