Kota Cimahi – SMAN 2 Cimahi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 23 September 2025. Acara berlangsung di sekolah yang berlokasi di Jalan KPAD Sriwijaya IX No 45 A, RT 08 RW 16, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Plt. Kepala SMAN 2 Kota Cimahi, Cucu Hernawaty, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa tema kegiatan adalah Lentera, kepanjangan dari Letakkan Keteladanan Nilai Rasulullah Sebagai Cahaya Kehidupan Menuju Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia.
“Dengan adanya acara ini, diharapkan para peserta didik SMAN 2 Cimahi bisa meneladani atau mencontoh perilaku serta akhlak Nabi Muhammad SAW. Tantangan kita saat ini berhadapan dengan gempuran sosial media. Maka perlu mendorong siswa bahwa ada sosok besar yang berpengaruh terhadap kehidupan seorang muslim, yaitu keteladanan Nabi Muhammad SAW,” kata Cucu.
Pendidikan Karakter dan Nilai Pancawaluya

Plt. Kepala SMAN 2 Kota Cimahi, Cucu Hernawaty, S.E., M.Pd., saat memberikan sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2025
Cucu menambahkan, siswa harus meneladani Rasulullah SAW dari segi karakter sebagai Uswatun Hasanah. Hal itu sejalan dengan Gapura Pancawaluya, pendidikan karakter yang diluncurkan Pemerintah Jawa Barat.
Aspek Pancawaluya antara lain: cageur (sehat dalam melaksanakan kewajiban sebagai pelajar) dan bageur (baik dalam kehidupan sehari-hari, menjalankan perintah agama, serta menaati aturan sekolah).
“Tema yang diusung sesuai dengan kondisi zaman saat ini. Kita berharap perilaku siswa semakin baik, tidak cuek, serta terbiasa menyapa dan menghormati guru meskipun bukan pengajarnya,” lanjut Cucu.
Teknis Kegiatan dan Perlombaan

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Encep Sutisna, S.Pd., bersama pemenang lomba, dalam memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Ketua Pelaksana, Poniman, S.Ag., Guru Pendidikan Agama Islam, menjelaskan bahwa teknis kegiatan berbeda dari tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin kita banyak kajian bersifat dialog, sedangkan tahun ini lebih banyak dengan gema shalawat. Shalawat harus bergema di SMAN 2 Cimahi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi lomba dai dan lomba kaligrafi secara daring, tabligh akbar, serta doa bersama bagi siswa kelas XII yang akan menghadapi TKA (Tes Kemampuan Akademik).

Sekitar 1.401 orang siswa SMAN 2 Kota Cimahi mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pemenang lomba mendapat hadiah sederhana berupa alat tulis dan lainnya. Setiap angkatan dipilih tiga juara: 1, 2, dan 3. Penilaian dilakukan guru berkompeten, dengan pelaksanaan lomba satu minggu sebelum acara puncak.
Partisipasi Siswa dan Ekskul
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Encep Sutisna, S.Pd., menyebutkan, kegiatan melibatkan 1.401 siswa dari kelas X hingga XII.
“Selain dua lomba utama, ada kegiatan yang berkaitan dengan ekskul, seperti HKPI/kaligrafi, bidang seni, dan lainnya,” kata Encep.

Ketua Pelaksana, Poniman, S.Ag., Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 2 Kota Cimahi, saat memberikan keterangan terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Acara juga dimeriahkan penampilan siswa berbakat, seperti rebana. Panitia melibatkan 49 siswa OSIS serta 12 guru dari bidang kesiswaan dan PAI.
Ceramah KH Ahmad Salimul Apip
Puncak acara diisi ceramah oleh KH. Ahmad Salimul Apip Pimpinan Pondok Pesantren Addahlaaniyya, Soreang, Kabupaten Bandung.
KH. Ahmad Salimul Apip menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang terbagi dalam tiga: akhlakul hasanah (kebaikan dibalas setara), akhlakul karimah (kebaikan dibalas lebih baik), dan akhlakul azimah (membalas keburukan dengan kebaikan serta memaafkan).

Guru SMAN 2 Kota Cimahi, berfoto bersama dengan KH. Ahmad Salimul Apip
Ia menilai acara ini sebagai hadiah berharga bagi siswa karena dapat menambah ilmu agama, memperkuat zikir, shalawat, istighfar, dan muhasabah diri.
Menurutnya, kegiatan ini penting dipertahankan agar remaja tidak hanya mengidolakan artis atau pesepak bola, tetapi juga meneladani Nabinya sendiri.
“Insya Allah dengan belajar sama dengan membalas jasa para pahlawan. Indonesia ke depan tergantung generasi muda sekarang, di antaranya siswa SMAN 2 Cimahi. Dengan banyak ilmu, Insya Allah apa saja yang baik bisa tercapai,” pungkas KH. Ahmad Salimul Apip. (FWP)***
Komentar