Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kepada Dinas Pendidikan Jabar segera menyerahkan data 4.500 lulusan SMK tersertifikasi kepada pihak pabrik mobil BYD yang berada di kawasan Kawasan industri Subang Smartpolitan, guna proses rekrutmen lebih lanjut. Langkah ini disebut sebagai langkah cepat mengurangi jumlah calon pengangguran di Jabar.
KDM (Kang Dedi Mulyadi) biasa disapa mengatakan bahwa pada hari itu ia bersemangat datang karena terdapat 4.500 lulusan SMK yang akan diserap pabrik tersebut.
Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan arahan pada kegiatan SERASI (Semarak Vokasi, Semangat 4 Aksi), di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Kamis (2/10/2025).

KaDisdik Jabar, Dr. Purwanto, M.Pd., saat melakukan perjanjian Disdik Jabar dengan Industri
Menurutnya, data itu sebaiknya langsung diproses saat itu juga tanpa harus menunggu aplikasi Nyari Gawe diluncurkan. Dengan demikian, melalui pertemuan tersebut jumlah calon pengangguran dapat berkurang.
Dalam arahannya, KDM juga meminta jajaran Kepala Sekolah dan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) lebih cekatan bekerja.
Dirinya menilai Kepala Cadisdik tidak selalu harus berada di kantor, melainkan aktif berkeliling memantau sekolah. Menurutnya, koordinasi tetap bisa dilakukan melalui telepon pintar.

Pengukuhan Pengurus MKKSMK , Kepala SMKN 2 Sumedang , Dr. Elis Herawati, M.Pd., sebagai Ketua MKKSMK Jabar
Dia pun memberikan penegasan bahwa Gubernur tidak harus mahir teknologi, melainkan mampu memikirkan kebijakan dan keputusan. Sementara pekerjaan administratif dapat dilakukan staf.
Pada kesempatan ini KDM mendorong Dinas Ketenagakerjaan untuk mendata peluang kerja (lowongan kerja) tahun 2026, termasuk kebutuhan industri. Bahkan, ia menyarankan agar Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan bisa berbagi kantor demi percepatan penyerapan tenaga kerja.
“Diminta itu semua kontak personalianya agar diajak untuk tidak melakukan rekrutmen sendiri industrinya. Harus bersama Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota. Lalu setiap lowongan kerja harus diumumkan di situs Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat,” tegas Dedi.
Kegiatan SERASI

Kiri ke kanan: Kepala SMKN 1 Cimahi, Agus Priyatmono Nugroho, S.Pd, M.Si., Kepala SMKN 4 Kota Bandung, Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., dan Kepala SMKN 15 Kota Bandung, Dra. Lilis Yuyun, M.M.Pd
Kegiatan SERASI yang diinisiasi oleh bidang PSMK dan MKKSMK se-Jabar dihadiri berbagai pejabat, di antaranya Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Direktur PT BJB, Direktur Vokasi Kementerian Pendidikan dan Dasar Menengah, mitra industri, serta perwakilan siswa dari 14 sekolah SMK Jawa Barat.
Rangkaian acara meliputi pengukuhan Ketua MKKSMK Jabar, penandatanganan MoU kerja sama antara Disdik Jabar dengan 41 mitra industri, serta penyerahan apresiasi kepada siswa berprestasi di bidang olahraga, kesenian, dan keterampilan.
Sedangkan Kepala Disdik Jabar, Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan vokasi bertujuan mengasah kognisi, afeksi, dan keterampilan siswa agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja.

Perjanjian Kerjasama SMK BLUD dengan Industri
Ia menegaskan, sebanyak 4.500 siswa yang hadir telah lulus sertifikasi kompetensi bidang otomotif, otomasi industri, welding, elektronika industri, permesinan, dan bahasa Mandarin.
“Sejatinya manusia, kesaktian manusia dalam kehidupan ini akan dicapai apabila elmunya luhung. Mudah-mudahan hari ini anak-anak SMK ini terasah kognisinya, afeksinya dan keterampilannya. Sehingga dapat menjadi anak-anak yang sakti yang mampu menghadapi segala macam tantangan yang ada di dunia,” kata Purwanto.
Ia menjelaskan, siswa tersertifikasi telah mendapat pelatihan vokasi dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Barat, dan diarahkan untuk mengisi lapangan kerja di perusahaan mobil listrik BYD. Data mereka sudah disinkronisasi dalam aplikasi tenaga kerja Dinas Ketenagakerjaan.

Ketua MKKSMK Kota Bandung, Rony Harimurti, S.Pd., M.M., dan Kepala SMKN 2 Baleendah, Kabupaten Bandung, H. Tatang, M.Pd.
Selain itu, Purwanto menyebut beberapa siswa sukses berwirausaha dengan omzet ratusan juta rupiah di bidang tataboga, digital, peternakan, perikanan, dan pertanian.
Ia berharap dukungan kewirausahaan dapat menjadi ekosistem prioritas nasional, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Acara juga menghadirkan pameran produk karya siswa SMK di lobi Sabuga, mewakili 14 sekolah dengan berbagai keunggulan masing-masing.

Apresiasi bagi siswa SMK di Jabar yang telah menorehkan banyak prestasi
“Terima kasih kepada semua pihak yang bekerja sama dalam berlangsungnya acara ini. Kami juga memohon kepada Pak Gubernur Jabar untuk memberikan arahan dan motivasi kepada kita semua agar menjadi anak-anak yang luhung elmunya, sakti ilmunya,” pungkas Purwanto.
Empat Aksi Program Serasi di Jabar
Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Edy Purwanto, memaparkan empat aksi strategis yang dijalankan dalam program Serasi.
Aksi pertama, Serasi memfasilitasi penyerahan sertifikat kompetensi bagi lulusan pelatihan vokasi di 97 SMK yang tersebar di Kabupaten Purwakarta, Subang, dan Karawang. Sebanyak 4.500 siswa mengikuti pelatihan di bidang teknik otomotif, otomasi industri, pengelasan, elektronika industri, dan pemesinan.

Kepala SMK Pembangunan Pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kepala SMKN PP Lembang, Dr. Edi Gunawan, M.Pd., hadir di acara SERASI (duduk di depan ketiga dari kanan)
“Dari jumlah tersebut, 4.437 siswa dinyatakan kompeten setelah diuji langsung oleh 75 asesor profesional di 62 Tempat Uji Kompetensi (TUK), dengan melibatkan 15 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1,” jelas Edy.
Selain itu, sebanyak 150 siswa SMK berhasil menyelesaikan pelatihan bahasa Mandarin tingkat dasar dan memperoleh sertifikat resmi dari LPK Bahasa Mandarin.
“Kemampuan bahasa asing ini akan memperluas peluang kerja mereka di era global,” tambahnya.

Stan pameran SMKN 2 Sumedang
Aksi kedua adalah program JAWARA (Jagoan Wirausaha)–KaDM (Kreator Affiliate Digital Muda) yang menargetkan lahirnya 10.000 kreator siswa dan guru pada 2025. Hingga kini, sudah terbentuk 3.716 duta konten kreator yang terdiri atas 3.174 siswa dan 542 guru.
“Kegiatan mentoring dilakukan secara intensif, baik luring maupun daring. Kami juga berkolaborasi dengan berbagai industri, mulai dari PT Chlorine Digital Media, Lazada, Telkomsel, hingga SBM ITB,” tuturnya.
Aksi ketiga mencakup pengembangan kewirausahaan. Disdik Jabar memfasilitasi pelatihan yang mengacu pada standar ASEAN Qualification Reference Framework (AQRF), terutama terkait pencatatan omzet. Proses ini didukung aplikasi Omzetku bekerja sama dengan Gema Foundation.

Ribuan siswa hadir pada kegiatan SERASI PSMK Disdik Jabar di Sabuga ITB Bandung
Selain itu, SMK juga didorong aktif dalam ekologi vokasi, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. “Kami ingin siswa belajar sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan,” ujar Edy.
Aksi keempat adalah penandatanganan MoU dengan dunia industri. Edy menjelaskan, implementasi link and match diwujudkan melalui 41 MoU antara SMK Jabar dan industri. Rinciannya, Disdik Jabar bekerja sama dengan 7 industri, SMK BLUD dengan 21 industri, serta SMK non-BLUD dengan 13 industri.
“Kerja sama ini memastikan keterlibatan langsung industri dalam pengembangan kurikulum, magang, hingga penyerapan lulusan,” tutupnya. (FWP)***
Komentar