Bandung – SD Pasundan 2 Bandung menjadi salah satu penerima bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dari Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Bantuan tersebut diberikan kepada 330 siswa dari total sekitar 434 siswa di sekolah tersebut.
Kepala SD Pasundan 2 Bandung, Erwan Mulyana, S.Pd.I., menyampaikan bahwa program RMP sangat bermanfaat bagi sekolah dan para orang tua murid.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bandung 2025 yang sudah begitu peduli terhadap masyarakat Bandung. Alhamdulillah, RMP sangat membantu sekolah kami, baik kepada sekolah maupun pihak orang tua. Apalagi ekonomi orang tua di sini lebih banyak menengah ke bawah,” ujar Erwan di ruang kepala sekolah, Jalan Babakan Ciparay 112/194A, Kota Bandung, Kamis (2/10/2025).
Bantuan Dimanfaatkan untuk Sarana Belajar
Menurut Erwan, dari segi operasional, bantuan RMP dialokasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana, khususnya pembelajaran siswa.
Perbaikan tersebut diarahkan ke ruang kelas serta pembangunan pojok baca, yang rencananya akan direalisasikan pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Sementara dari segi personal, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi pada September 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari internal sekolah serta Dinas Pendidikan Kota Bandung.

SD Pasundan 2 Kota Bandung, fokus tingkatkan prestasi dan karakter siswa
Dalam sosialisasi tersebut, pihak sekolah menekankan bahwa uang bantuan RMP yang diterima orang tua harus sebesar Rp490 ribu.
Teknis pendistribusiannya mengikuti Peraturan Wali Kota (Perwal) yang berlaku, disertai foto dokumentasi dan berita acara pemberian bantuan.
Selain itu, setiap pembelanjaan wajib dilengkapi bukti kwitansi dan foto perlengkapan sekolah yang dibeli, seperti seragam, tas, sepatu, serta alat tulis.
Kebebasan dalam Pembelanjaan
Erwan menegaskan tidak ada persyaratan khusus terkait tempat berbelanja.
“Ia membebaskan mereka untuk belanja di mana pun, yang terpenting barang yang dibelanjakan untuk perlengkapan sekolah anak, beserta bukti kwitansi dan cap toko,” ujarnya.
Meski demikian, seragam khas Pasundan tidak menjadi prioritas pembelian karena pemesanannya melalui koperasi Yayasan memerlukan waktu cukup lama.

Tercatat ada 434 orang siswa di SD Pasundan 2 Kota Bandung, salah satu bukti kepercayaan masyarakat yang tinggi
“Seragam khas Pasundan itu ada, namun tidak kami prioritaskan untuk dibeli. Karena pemesanannya harus langsung ke koperasi Yayasan dengan waktu yang cukup lama. Maka sebaiknya dibelikan untuk yang belum dimiliki secara urgent, seperti seragam putih-merah, sepatu, baju muslim untuk hari Jumat, dan baju tradisional untuk Kamis Nyunda. Mungkin untuk ke depannya, kami jembatani terkait seragam khas tersebut,” ungkap Erwan.
Ia berharap program RMP dapat terus berlanjut serta memajukan sekolah swasta, sekaligus menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung terhadap masyarakat yang rawan putus sekolah.
Fokus Erwan di 2025: Prestasi dan Karakter Siswa
Selain mengelola bantuan RMP, Erwan kini fokus pada peningkatan prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik, untuk mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
“Dengan jalur-jalur yang ditempuh, saya ingin prestasi para siswa bisa berguna, tidak hanya nilai,” ujarnya.
Namun, menurutnya, pembentukan karakter menjadi hal yang tak kalah penting di era sekarang.
“Kalau saya lihat anak zaman sekarang banyak yang cuek. Seperti kalau ada sampah berceceran, mereka lewat saja tidak membuang ke tempat sampah. Atau lihat guru membawa barang bawaan yang banyak, tidak mencoba inisiatif untuk membantu membawakannya. Sehingga saya juga saat ini ingin agar para siswa kami bisa berakhlakul karimah,” kata Erwan.
Pembiasaan Karakter dan Lingkungan

SD Pasundan 2 Kota Bandung, memiliki banyak program untuk melahirkan generasi emas 2045
Untuk menanamkan karakter tersebut, sekolah menerapkan pembiasaan harian berupa senyum, sapa, dan salam, serta pembiasaan mingguan seperti Jumat Bersih (Jumsih).
Kegiatan Jumsih juga mendukung program Pemerintah Kota Bandung dalam pengurangan sampah.
Erwan menegaskan agar siswa tidak membawa sampah dari rumah ke sekolah, dengan cara membawa wadah makan (misting) dan tumblr sendiri.
Siswa juga diimbau untuk tidak membeli jajanan plastik, melainkan menaruh makanan ke wadah pribadi dan membuang plastiknya di tempat sampah.
Hal serupa diterapkan pada minuman seperti “es cekek” yang harus disimpan di dalam tumblr masing-masing.
Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) baru akan direalisasikan pada 6 Oktober 2025.
Pihak sekolah sudah melakukan penandatanganan MoU dengan vendor dan dapur untuk pelaksanaan program tersebut. (FWP)***
Komentar