Umum
Beranda / Umum / Invasi AS ke Venezuela Dinilai Langgar Piagam PBB, Dewan Pakar BPIP: Berbahaya Jadi Preseden Global

Invasi AS ke Venezuela Dinilai Langgar Piagam PBB, Dewan Pakar BPIP: Berbahaya Jadi Preseden Global

Dewan Pakar BPIP menyoroti pelanggaran Piagam PBB
Dewan Pakar BPIP menyoroti pelanggaran Piagam PBB

FWPJABAR.COM, Jakarta, – Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan militer ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu, 3 Januari. Media internasional menyebutkan Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Menyusul kabar tersebut, pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.

Sejumlah negara langsung merespons serangan unilateral itu. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menegaskan kembali prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara, larangan penggunaan kekerasan, serta penyelesaian sengketa secara damai. Rusia dan Iran, yang dikenal sebagai sekutu Venezuela, turut mengecam keras tindakan militer AS tersebut.

Sidang Dewan Keamanan PBB membahas konflik Venezuela
Dewan Pakar BPIP – Darmasjah Djumala, memperingatkan bahaya preseden global dan unilateralisme militer.

Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, menilai invasi Amerika Serikat ke Venezuela tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional maupun Piagam PBB.

“Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial dan kemerdekaan politik negara lain,” ujar Djumala dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, tindakan militer AS yang dilakukan secara sepihak tanpa mandat PBB, termasuk penangkapan Presiden Venezuela untuk dibawa dan diadili di Amerika Serikat merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap tatanan hukum internasional. Djumala menilai wajar jika negara-negara seperti Rusia, Cina, dan Iran mengecam keras invasi tersebut. Ia juga memperkirakan semakin banyak negara akan menyatakan sikap, seiring rencana digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Kapolda Jabar Dorong Satpam Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan Lingkungan di HUT ke-45

Djumala, yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Austria dan Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina, menegaskan bahwa unilateralisme semacam ini berbahaya bagi stabilitas hubungan internasional.

“Invasi AS ke Venezuela menciptakan preseden berbahaya bahwa kekuatan militer dapat digunakan secara sepihak tanpa mandat PBB,” katanya.

Media internasional menyebutkan Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.
Media internasional menyebutkan Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.

Ia memperingatkan preseden tersebut berpotensi direplikasi di kawasan lain. Dalam dunia yang kian terfragmentasi oleh rivalitas kekuatan besar, tindakan unilateral di Amerika Latin bisa menjadi pembenaran bagi konflik di wilayah lain.

“Rusia dapat menggunakannya sebagai justifikasi atas pendudukan Ukraina, Arab Saudi untuk intervensi di Yaman, atau Cina untuk memperkuat klaim koersif terhadap Taiwan,” ujarnya.

Karena itu, Djumala menekankan pentingnya peran Indonesia bersama komunitas internasional untuk terus menggaungkan pendekatan metadiplomasi atau diplomasi berbasis nilai.

Hadiri Pelantikan PPSI Jabar, Pangdam III/Siliwangi Tekankan Peran Pencak Silat untuk Bangsa

“Indonesia memiliki pusaka metadiplomasi yang berakar pada nilai kemanusiaan, dialog, keadilan, dan kerja sama, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” pungkas Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *