Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Rahasia SMKN 13 Bandung Raih Anugerah Gapura Pancawaluya 2025

Rahasia SMKN 13 Bandung Raih Anugerah Gapura Pancawaluya 2025

Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 utama tingkat SMK/MAK KCD VII Jawa Barat
Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 utama tingkat SMK/MAK KCD VII Jawa Barat

FWPJABAR.COM, Bandung — SMK Negeri 13 Bandung menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 kategori utama di tingkat Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII dibawah kepemimpinan Agus Nugroho, S.Pd., M.T. sebagai kepala sekolah. Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis karakter melalui pembiasaan terstruktur dan berkelanjutan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 13 Bandung, Nina Dewi Koswara, S.Pd, mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang penerapan nilai-nilai Pancawaluya, yakni cageur (sehat), bageur (berakhlak), bener (jujur), pinter (cerdas), dan singer (cekatan) dalam aktivitas harian siswa.

“Pembiasaan karakter kami masukkan langsung ke dalam jadwal pembelajaran. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, siswa mengikuti kegiatan yang dirancang khusus untuk membentuk karakter Pancawaluya,” ujar Nina saat diwawancarai dikampus smkn 13 bandung, Rabu, 21 Januari 2026.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 13 Bandung, Nina Dewi Koswara, S.Pd.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 13 Bandung, Nina Dewi Koswara, S.Pd.

Pembiasaan Harian Jadi Kunci

Menurut Nina, setiap hari memiliki tema pembiasaan tersendiri. Hari Senin diisi dengan Carabika (Upacara dan Bina Karakter) yang dilaksanakan secara bergantian dengan perwalian kelas. Dalam perwalian, wali kelas dan guru wali menggali perkembangan karakter siswa, memberikan pembinaan, sekaligus menegaskan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah.

Mulai Januari 2025, sistem perwalian diperkuat dengan kehadiran guru wali selain wali kelas. “Satu kelas didampingi tiga guru. Wali kelas fokus pada administrasi dan akademik, sementara guru wali lebih pada pembinaan sikap dan pelanggaran tata tertib,” jelasnya.

Panglima TNI Resmikan Lapangan Atas Nama Ayahnya di Kodam Siliwangi, Sarat Nilai Pengabdian Prajurit

Pada hari Selasa, siswa mengikuti program Taji Bajigur (Sarapan Bergizi Bari Ngaji Urang Bersyukur) selama 15 menit sebelum pembelajaran. Siswa dibiasakan sarapan bersama di kelas, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Program ini menanamkan nilai kesehatan, spiritualitas, dan kepedulian sosial melalui budaya berbagi. Bagi siswa/i nonmuslim merekapun melaksanakan hal yang sama sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Hari Rabu diisi dengan Ladu Raos (Literasi, Duha, Dina Poe Rebo Tur Ngaos) yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Seluruh siswa melaksanakan salat duha, tadarus, serta kegiatan literasi. Perwakilan kelas secara bergiliran mempresentasikan ringkasan bacaan atau konten edukatif yang mereka pelajari.

Sementara hari Kamis dijalani melalui Tarasi Amis (Tadarus ,Literasi Dina Poe Kemis) di kelas masing-masing, dan hari Jumat diisi dengan Jalabriya (Jumat Bersih Tur Ceria) yang memadukan kegiatan kebersihan lingkungan dan senam kebugaran.

Program Pendukung Pembentukan Karakter

Selain pembiasaan harian, sekolah juga menjalankan program Sasapu (Sapa Salam Saban Waktu). Setiap pagi sejak pukul 06.00 WIB, guru piket menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah untuk memberikan motivasi dan menumbuhkan kedisiplinan.

SMKN 13 Bandung juga memiliki program Macakal (Mancen Catatan Ti Guru Kalayan Lancar), yaitu waktu khusus setelah jam pelajaran untuk menyelesaikan tugas sekolah. Program ini bertujuan agar siswa tidak membawa beban tugas ke rumah sehingga dapat berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Natal ONKP Bandung Selatan 2026 Teguhkan Iman Keluarga dan Aksi Sosial

“Harapannya, siswa bisa menyelesaikan tugas di sekolah dan di rumah fokus membantu orang tua serta bersosialisasi,” kata Nina.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Maya Kusmayati, S.Pd., M.Pd.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Maya Kusmayati, S.Pd., M.Pd.

Kesiswaan Tekankan Pembinaan Edukatif

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Maya Kusmayati, S.Pd., M.Pd, menambahkan bahwa dari sisi kesiswaan, fokus utama adalah habituasi dan pendidikan karakter berbasis pendekatan ramah anak.

“Kami mengedepankan pembinaan edukatif. Siswa yang melanggar tidak dihukum, tetapi dibina melalui bakti kampus seperti bersih-bersih lingkungan,” jelas Maya.

Selain piket pagi, kesiswaan juga menjalankan piket sore, pengajian bulanan LIVE (Lead with Iman, Grow with Honor and Talent) dengan leading sectornya adalah Ikatan Remaja Masjid (IRMA), serta program ekstrakurikuler wajib bagi siswa kelas X. Lima ekskul wajib tersebut meliputi Pramuka, Paskibra, PMR, IRMA, dan Seni, yang bertujuan mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan bakat siswa.

“Di bidang kesiswaan, kami memiliki program unggulan berupa buku Tata Tertib Siswa SMKN 13 Bandung yang diluncurkan pada tahun 2025. Saat ini, kami tengah menyempurnakan cetakan berikutnya dengan mengintegrasikan nilai-nilai Gapura Pancamalu. Dalam implementasinya, kami bekerja sama dengan siswa jurusan RPL untuk mengembangkan aplikasi Bina Karakter. Aplikasi ini merupakan hasil proyek pembelajaran yang diinisiasi oleh kurikulum di bawah arahan Ibu Nina, di mana siswa menentukan sendiri proyeknya. Meski aplikasi Bina Karakter ini menjadi keunggulan kami, kami menyadari masih ada kekurangan sehingga proses revisi dan penyempurnaan akan terus dilakukan ke depannya.” jelas Maya.

BabatuRun Ganesha 2026 Meriahkan HUT ke-31 Kodiklat TNI AD, Farhan: Olahraga Satukan Kota

Inovasi Siswa Didorong Kurikulum

Dalam pengembangan pembelajaran, SMKN 13 Bandung juga menerapkan pembelajaran berbasis proyek inovasi. Siswa menghasilkan berbagai karya ramah lingkungan, seperti pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar, minyak jelantah menjadi biodiesel dan lilin, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Untuk jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), siswa mengembangkan sistem berbasis Internet of Things (IoT), sementara siswa Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menciptakan aplikasi Bina Karakter sebagai alat pemantauan kedisiplinan dan perilaku siswa.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman, sesuai dengan visi sekolah Terwujudnya lulusan yang berakhlak mulia, kompeten dan berdaya suai di tingkat internasional pada tahun 2030” tegas Nina.

ditambahkan Nina kenapa tidak berdaya saing tetapi berdaya suai seperti lazimnya, adalah karena SMKN 13 Bandung ingin lulusannya dapat menyesuaikan dengan dengan keadaan, tantangan dan perubahan zaman yang ada, karena ada pepatah orang yang sukses adalah orang yang bisa menyesuaikan diri.

Bagian dari Ekosistem Pendidikan Jawa Barat

Sebagai informasi, Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digagas Gubernur Jabar untuk membangun ekosistem pendidikan kuat di semua jenjang. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyebutkan bahwa penghargaan ini diberikan kepada ratusan sekolah dengan total nilai apresiasi mencapai Rp30 miliar dari APBD 2026.

Penghargaan tersebut tidak berbentuk uang tunai, melainkan dukungan pengembangan sekolah, mulai dari peningkatan sarana prasarana hingga mutu pendidikan.

Bagi SMKN 13 Bandung, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, melainkan pemacu untuk terus berbenah. “Kami tidak mengejar penghargaan, tapi ingin membangun sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan, serta melahirkan lulusan yang berkarakter dan berdaya suai,” pungkas Maya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *