SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umum
Beranda / Umum / Waspada Cuaca Ekstrem di Bandung Sepekan ke Depan: BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Pohon Tumbang

Waspada Cuaca Ekstrem di Bandung Sepekan ke Depan: BMKG Ingatkan Risiko Banjir dan Pohon Tumbang

Kondisi langit mendung pekat dan hujan lebat di wilayah Bandung Raya akibat aktivitas awan konvektif
Kondisi langit mendung pekat dan hujan lebat di wilayah Bandung Raya akibat aktivitas awan konvektif

FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Masyarakat Bandung Raya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang dilaporkan telah memicu sejumlah insiden pohon tumbang di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini sangat mendukung pembentukan awan konvektif yang memicu hujan lebat.

“Kondisi labilitas atmosfer saat ini berada pada kategori ringan hingga kuat, yang memicu pertumbuhan awan skala lokal terutama pada waktu siang hingga sore hari,” ungkap Teguh pada Kamis (5/3/2026).

Pengaruh Bibit Siklon Tropis 90S

Berdasarkan pantauan BMKG Kelas I Bandung, aktivitas cuaca ini dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Jawa Tengah. Fenomena ini memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin dan curah hujan di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia menambah suplai uap air, diperkuat dengan aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan fenomena Low Frequency. Kondisi ini menciptakan daerah pertemuan angin (konvergensi) yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis.

Farhan Optimistis Persib Bandung Kalahkan Bhayangkara FC, Targetkan Juara Super League 2026

Petugas melakukan evakuasi pohon tumbang di jalan protokol Kota Bandung akibat angin kencang dan cuaca ekstrem
Petugas melakukan evakuasi pohon tumbang di jalan protokol Kota Bandung akibat angin kencang dan cuaca ekstrem (Ilustrasi AI)

Analisis Radar: Pergerakan Awan Konvektif

Data stasiun geofisika pada Rabu (4/3) mencatat kecepatan angin mencapai 31,5 km/jam dengan intensitas hujan lebat sebesar 17 mm/jam. Berdasarkan citra radar, sel awan hujan mulai tumbuh di selatan Purwakarta dan Bandung Barat, kemudian bergerak mencapai fase matang di wilayah Kota Bandung pada pukul 13.09 WIB.

Hujan sedang hingga lebat yang dipicu awan Cumulonimbus ini tidak hanya melanda Bandung Raya, tetapi juga dilaporkan meluas hingga ke wilayah Sukabumi, Sumedang, Cirebon, dan Kuningan.

Imbauan Keselamatan Masyarakat

Mengingat potensi ancaman banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang masih tinggi, Pemerintah Kota Bandung melalui instansi terkait meminta warga untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat diharapkan rutin memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi resmi InfoBMKG.

“Kenali risiko di lingkungan sekitar dan berhati-hatilah saat merencanakan perjalanan darat maupun udara, karena cuaca dapat berubah dengan sangat cepat dalam beberapa hari mendatang,” tambah Teguh Rahayu.***

Mulai 30 April, Arus Lalu Lintas di Kawasan Gedung Sate Dialihkan Sementara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

01

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Bandung KDS Akselerasi Penetapan Lahan LP2B

02

Wajib PAUD Satu Tahun: Langkah Strategis Cegah Kekerasan dan Bentuk Karakter Anak

03

Di Tengah Krisis Digital, Radio Kembali Jadi Andalan Komunikasi Publik

04

Sekjen Kementan Dorong Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Ketahanan Nasional di Siliwangi Santri Camp 2026

05

ISBI Bandung Gelar Studium Generale 2025 Hadirkan Yovie Widianto

Pilihan Editor

×
× RajaBackLink.com