Kota Bandung – Kolaborasi antara Musyawarah Kerja Kepala SMK (MKKSMK) Kota Bandung dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling (BP/BK) SMK menggelar seminar advokasi di SMKN 8 Kota Bandung, Selasa (7/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, yang memuji inisiatif para pendidik karena berhasil mengumpulkan Guru BP/BK SMK se-Kota Bandung untuk menyamakan pemahaman dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan masa kini, mulai dari perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, hingga pergeseran karakteristik siswa.
Asep Yudi menilai seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas Guru BP/BK.

Ketua MKKSMK Kota Bandung, Rony Harimurti, S.Pd., M.M., (kiri)
“Alhamdulillah, tadi hadir Pak Kasat Binmas Polrestabes Kota Bandung yang menyampaikan peran Guru BK dalam layanan hukum guna mencapai kondusifitas lingkungan sekolah yang tertib. Hadir juga Kabid P3KB Provinsi Jawa Barat yang memberikan materi tentang pencegahan dan perlindungan terhadap kekerasan anak di sekolah,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif bersama para narasumber.
Asep menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan profesionalitas Guru BP/BK SMK di Kota Bandung agar terwujud sekolah yang ramah anak.

Pematerian dari salah satu narasumber
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan tata tertib sekolah demi menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman bagi guru maupun siswa.
“Guru BP/BK harus menjadi motor penggerak, bukan sekadar penegak aturan, tukang gunting rambut, atau pihak yang selalu berhadapan dengan siswa bermasalah. Kami ingin mengubah paradigma itu. Guru BK harus menjadi konselor profesional, tempat siswa berkonsultasi tentang pendidikan dan jenjang karier mereka,” ujar Asep.
Ia menambahkan, pertemuan ini diharapkan membuat MGMP BP/BK semakin solid dan memiliki standar yang sama dalam penegakan tata tertib sekolah.

Menyamakan persepsi Guru MGMP BK/BP SMK Kota Bandung
“Jangan sampai di satu sekolah pelanggaran ringan dianggap berat di sekolah lain. Ujungnya, Guru BP/BK menjadi motor dalam pemuliaan watak siswa,” tegasnya.
Menurut Asep, tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan integritas.
“Anak tidak hanya harus pintar, tapi juga bener, sesuai program Pancawaluya: cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Di sinilah peran Guru BP/BK harus hadir dan menularkan semangat ini kepada guru mata pelajaran lainnya,” pungkasnya. (FWP)***
Komentar