Pendidikan
Beranda / Pendidikan / RMP SMP Muhammadiyah 5 Bandung Tersalurkan, Prestasi Sekolah Terus Bertambah

RMP SMP Muhammadiyah 5 Bandung Tersalurkan, Prestasi Sekolah Terus Bertambah

SMP Muhammadiyah 5 Kota Bandung
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Kota Bandung, Rima Suryadi, M.Pd

Kota Bandung – Program Dana RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) untuk sekolah swasta jenjang SMP telah disalurkan ke sekolah-sekolah swasta penerima. Salah satunya adalah SMP Muhammadiyah 5 Bandung, yang melaporkan bahwa bantuan dari Pemerintah Kota Bandung tersebut telah diterima dan disalurkan kepada siswa yang membutuhkan.

Rima Suryadi, M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 5 Bandung menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah kita masih menerima bantuan RMP ini, terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung atas semuanya itu. Bantuannya masih sama seperti tahun sebelumnya yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu dalam bentuk operasional dan personal. Alhamdulillah, selama ini lancar dalam pendistribusiannya,” ujar Rima di ruang kepala sekolah, Jalan Sariwates No 6, Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Senin (1/9/2025).

Bantuan Operasional dan Personal

Bantuan operasional digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, termasuk pemeliharaan sarana sekolah serta pembinaan karakter siswa. Contohnya melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan pengadaan aset sekolah.

Kwarcab Kabupaten Bandung Bekali Kepala TK dengan Orientasi Pramuka untuk Penguatan Karakter Anak

Sementara itu, bantuan personal diberikan langsung kepada siswa dengan pendampingan orangtua.

“Kalau yang tahun ini ada teknis baru, bantuan personal diberikan langsung berupa uang tunai kepada peserta didik yang didampingi orang tuanya,” jelas Rima.

Meski berupa uang, penggunaannya tetap diarahkan untuk kebutuhan sekolah anak, seperti seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan belajar. Bantuan personal ini telah dibagikan pada Sabtu 30 Agustus 2025, kepada 134 siswa penerima.

Fokus Program 2025

Selain mengelola bantuan RMP, SMP Muhammadiyah 5 Bandung juga memfokuskan program penguatan Deep Learning dan Koding. Guru-guru dipersiapkan melalui pelatihan, sementara pembelajaran koding sudah terintegrasi dengan mata pelajaran lain sesuai Kurikulum Merdeka.

Strategi Besar SMKN 2 Bandung Hadapi TKA 2026: Cetak Generasi Waluya yang Kompeten dan Siap Bersaing Global

“Alhamdulillah sekolah saat ini sudah menggunakan aplikasi digital untuk pembelajaran koding. Insya Allah berlanjut untuk 1–2 tahun ke depan. Bimtek atau IHT terkait koding akan terus berjalan seiring kebutuhan,” tambahnya.

Fasilitas pendukung seperti laboratorium komputer, laptop, komputer tambahan, dan aplikasi digital juga terus dikembangkan. Selain itu, sekolah tengah mengajukan bantuan baru untuk program digitalisasi pembelajaran.

Tidak hanya teknologi, SMP Muhammadiyah 5 Bandung juga konsisten dengan program lingkungan, seperti ekonomi sirkular dan Kang Pisman. Jumlah siswa pun terus meningkat. Saat ini tercatat ada 192 siswa dari kelas VII hingga IX, naik 11 persen dibanding tahun sebelumnya.

Prestasi dan Event Mendatang

Dari sisi prestasi, siswa SMP Muhammadiyah 5 Bandung terus mengukir hasil membanggakan. Tim ekstrakurikuler Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) kembali mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan internasional Green Mech (robotik) untuk junior programmer.

Diskusi FWP Jabar: Yomanius Untung Ungkap Pendidikan Gratis Tekan Kualitas, SPP Diusulkan Aktif Lagi

Selain itu, pada tahun 2025, ekskul Tapak Suci meraih prestasi tingkat nasional, sementara Paskibra berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi.

Untuk agenda mendatang, SMP Muhammadiyah 5 Bandung bersama lebih dari 60 sekolah binaan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengikuti sosialisasi ekonomi sirkular di Yogyakarta, Oktober 2025. Acara ini melibatkan kolaborasi antara Common Seas dari Inggris dan CSPP dengan fokus pada proyek Plastic Clever School.

SMP Muhammadiyah 5 Bandung bahkan ditunjuk menjadi salah satu sekolah percontohan proyek tersebut. Program ini menekankan pemilahan dan pengolahan limbah plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat, tidak sekadar daur ulang biasa.

“Diskusinya tentang pengelolaan limbah plastik, tetapi lebih menekankan potensi dan solusi melalui pendekatan artistik, untuk menghadapi masalah ekologi dan sosial, baik global maupun lokal,” pungkas Rima. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *