FWPJABAR.COM, TASIKMALAYA — Pucuk kepemimpinan Majelis Pengurus Pusat Keluarga Alumni Cipasung (MPP KAC) resmi berganti. Wakil Ketua DPR RI, Dr. KH. Cucun Ahmad Syamsurijal, secara sah dilantik dan dikukuhkan untuk menakhodai organisasi tersebut untuk masa bakti periode 2026-2031.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pengukuhan jajaran pengurus baru ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH. Ubaidillah Ruhiat, di Dome Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (6/6/2026).
Momen sakral ini bertepatan dengan agenda akbar Haul Masyayikh Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung. Acara ini menjadi magnet bagi ribuan alumni dari berbagai lintas angkatan yang berdatangan dari seantero Jawa Barat hingga berbagai pelosok tanah air. Di antara tamu undangan, tampak hadir Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna (KDS), memenuhi undangan khusus dari pihak khadimul pesantren dan pengurus KAC.

Optimisme Kyai Acep Adang: Kiprah Nasional Kang Cucun Bawa Energi Baru
Ekspektasi tinggi mengiringi langkah kepengurusan baru ini. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Cipasung, KH. Acep Adang Ruhiat, menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kendali Kang Cucun—sapaan akrab legislator asal Kabupaten Bandung tersebut—Keluarga Alumni Cipasung akan bergerak lebih dinamis, progresif, dan melesat maju dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Kyai Acep, rekam jejak Kang Cucun di panggung politik nasional menjadi modal besar. Pengalaman geopolitik, keluasan jejaring, serta visi strategis yang dimilikinya dinilai sebagai instrumen vital untuk mengonsolidasikan potensi masif puluhan ribu alumni Cipasung yang kini berdiaspora di berbagai lini profesi.
“Kami menaruh optimisme yang besar. Dengan kepemimpinan Kang Cucun di MPP KAC, roda organisasi ini dipastikan akan jauh lebih bergairah, lebih hidup, dan langkah geraknya akan makin berdampak nyata,” tutur Kyai Acep Adang di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi acara.
Kyai Acep juga menitipkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) strategis bagi kepengurusan anyar ini. Salah satu prioritas utama adalah digitalisasi dan penataan database alumni secara komprehensif, valid, dan terstruktur. Hal ini mendesak dilakukan mengingat basis massa alumni institusi ini telah menyebar ke seluruh pelosok Nusantara hingga ke jaringan internasional.
Selain validasi data, KAC diharapkan mampu menggodok klaster program kerja yang konkret, aplikatif, serta berkelanjutan. Program-program tersebut harus memiliki dampak timbal balik yang positif (focal point), baik untuk kemajuan almamater Pondok Pesantren Cipasung maupun bagi kemaslahatan masyarakat luas.

Pidato Perdana Kang Cucun: Mengedepankan Kerja Kolektif, Beraksi Sekecil Apapun
Merespons amanah besar yang diletakkan di pundaknya, Ketua MPP KAC terpilih, KH. Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus kesiapan lahir batinnya. Ia menegaskan, mandat yang diberikan oleh para ulama sepuh, keluarga besar pesantren, dan rekan-rekan alumni merupakan tanggung jawab moral yang berat namun mulia.
Dalam orasi perdananya, Kang Cucun menggarisbawahi urgensi kepemimpinan kolektif-kolegial dan nilai kebersamaan. Ia menyadari sepenuhnya bahwa metamorfosis organisasi sebesar KAC mustahil terwujud jika hanya bertumpu pada ego sektoral atau figuritas individu semata.
“Saya menerima mandat ini dengan takzim dan kesadaran penuh. Jelas, saya tidak akan bisa berjalan sendiri atau membuat perubahan besar tanpa bantuan bapak-ibu sekalian. Namun, dengan sinergi kolektif, semangat gotong royong, dan soliditas kita semua, saya sangat percaya KAC akan bertransformasi menjadi wadah yang maju, maslahat, dan membanggakan almamater,” seru Kang Cucun yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan riuh para hadirin.
Ia pun mengetuk pintu kesadaran seluruh elemen alumni—tanpa memandang sekat angkatan, strata sosial, maupun latar belakang profesi—untuk mengambil peran aktif sekecil apa pun demi kemajuan pesantren dan umat.
Bagi legislator senayan ini, tidak ada kontribusi yang tidak berharga. Setiap aksi nyata, meskipun sederhana, akan bernilai besar apabila didasarkan pada komitmen membina umat, menjaga nama baik pesantren, serta memberikan solusi konkret atas persoalan bangsa dan agama.
“Mari kita bergerak, berbuat sesuatu sekecil apa pun yang kita bisa. Jaga marwah almamater kita tercinta, dan tebarkan kemaslahatan bagi sesama. Harapan saya, di mana pun alumni Cipasung berada, mereka harus menjadi mata air kebermanfaatan bagi lingkungan sosialnya,” pungkas Kang Cucun mengakhiri pidatonya.*** (fwpjabar.com)


Komentar