FWPJABAR.COM, KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, bergerak cepat menangani dampak bencana angin kencang yang melanda wilayah Bojongsoang. Sedikitnya enam rumah warga dengan kerusakan berat di Desa Bojongsari menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati yang akrab disapa KDS saat meninjau lokasi terdampak pada Sabtu (11/4/2026). Ia meminta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bandung segera mengambil langkah percepatan perbaikan.
Saat berada di lapangan, KDS menyempatkan diri mengunjungi salah satu rumah warga milik Suherman di RW 12 yang mengalami kerusakan parah. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.
KDS mengungkapkan, kondisi rumah yang rusak cukup membahayakan, terutama bagian atap yang mengalami kerusakan berat. Ia pun mengarahkan agar pemilik rumah untuk sementara waktu tinggal di tempat yang lebih aman hingga proses perbaikan selesai.
“Bukan hanya satu rumah, tetapi ada lima rumah lainnya yang juga mengalami kerusakan berat. Semuanya akan segera diperbaiki mulai pertengahan April,” ujarnya.
Penanganan Cepat dan Layanan Kesehatan Siaga
Bupati Bandung juga memimpin langsung langkah penanganan pascabencana, termasuk memastikan perbaikan infrastruktur berjalan cepat dan tepat sasaran.
Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, KDS turut menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung untuk menyiagakan layanan dokter keliling. Langkah ini dilakukan guna memastikan warga yang terdampak bencana tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat.

Puluhan Rumah Terdampak dan Pohon Tumbang
Bencana angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) mengakibatkan kerusakan cukup luas di Desa Bojongsari. Tercatat sebanyak 44 rumah warga mengalami kerusakan, sementara 12 pohon tumbang di sejumlah titik.
Pantau Penanganan Banjir di Dayeuhkolot
Selain meninjau dampak angin kencang, KDS juga melakukan pemantauan terhadap penanganan banjir di wilayah Dayeuhkolot.
Ia mengecek langsung hasil pekerjaan drainase di kawasan Perempatan Palasari, Kelurahan Pasawahan, yang dikerjakan melalui kolaborasi berbagai pihak dengan pendekatan pentahelix.
Dari hasil peninjauan, KDS memastikan sistem drainase yang dibangun telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan mampu berfungsi optimal dalam mengurangi genangan air.
“Penanganan drainase ini diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menekan potensi banjir di Dayeuhkolot,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor bersama masyarakat yang dinilai efektif dalam mengatasi persoalan banjir secara bertahap.
Dengan langkah cepat dan sinergi berbagai pihak, Pemkab Bandung menargetkan penanganan bencana serta perbaikan infrastruktur dapat berjalan optimal, sehingga risiko bencana ke depan dapat diminimalkan.***



Komentar