FWPJABAR.COM, CIMAHI, – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Jawa Barat. Sebanyak 39 siswa SMKN 1 Cimahi dinyatakan lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang diumumkan secara serentak pada 31 Maret lalu. Angka ini menunjukkan tren positif dan kenaikan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 1 Cimahi, Nurlatif Muhyidin, M.Pd., mengungkapkan bahwa puluhan siswa tersebut berhasil menembus berbagai universitas dan politeknik negeri bergengsi di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, tahun ini ada kenaikan dari sekitar 31-32 orang tahun lalu menjadi 39 orang. Persebarannya merata, mulai dari Polban hingga ITS di Surabaya,” ujar Nurlatif saat diwawancarai oleh tim fwpjabar.com di lingkungan sekolah, Jumat, 10/04/2026.

Proses Verifikasi PDSS yang Ketat
Nurlatif menjelaskan bahwa keberhasilan ini diawali dengan proses pemetaan siswa eligible yang sangat selektif. Mengingat SMKN 1 Cimahi memiliki program 3 tahun dan 4 tahun—seperti jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA)—proses verifikasi nilai menjadi krusial.
Pihak sekolah melakukan pendampingan intensif dengan memparalelkan ranking nilai raport per jurusan sebelum diunggah ke sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
“Kami melakukan crosscheck berulang kali antara nilai raport fisik dengan data digital untuk meminimalisir kesalahan teknis saat submit,” tambahnya.

Dominasi Lulusan di Sektor Industri
Meski angka siswa yang kuliah meningkat, identitas SMK sebagai pencetak tenaga kerja tetap mendominasi. Berdasarkan data sekolah, sekitar 60% lulusan memilih untuk langsung bekerja, sementara 10% lainnya fokus pada sektor wirausaha.
Banyak siswa yang memilih untuk bekerja demi kemandirian finansial, namun tetap merencanakan kuliah di masa depan melalui jalur mandiri atau kelas karyawan. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Inovasi Sebagai Sekolah Model AI dan Coding
Di sisi lain, SMKN 1 Cimahi terus melakukan transformasi kurikulum. Bidang Kurikulum SMKN 1 Cimahi, Farid Mulyadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa sekolahnya kini ditunjuk oleh Kemendikbudristek sebagai sekolah model untuk pengembangan Coding dan Artificial Intelligence (AI).
“Kami sedang mengembangkan Teaching Factory (TeFa). Tujuannya agar siswa merasakan langsung budaya kerja industri dan manajemen penghasilan sejak di bangku sekolah,” jelas Farid.
Langkah ini diperkuat dengan kerjasama (MoU) bersama berbagai perusahaan teknologi raksasa seperti Samsung, yang memberikan kesempatan rekrutmen eksklusif bagi lulusan terbaik. Strategi ini diharapkan dapat terus menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Kota Cimahi dan sekitarnya.***



Komentar