SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
News
Beranda / News / Hapus Stigma! Wali Kota Farhan Puji Karya Luar Biasa Komunitas Autis Bandung di World Autism Awareness Day 2026

Hapus Stigma! Wali Kota Farhan Puji Karya Luar Biasa Komunitas Autis Bandung di World Autism Awareness Day 2026

World Autism Awareness Day 2026 Bandung
World Autism Awareness Day 2026 Bandung

FWPJABAR.COM, BANDUNG, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadikan peringatan autisme sebagai seremoni tahunan. Di momen World Autism Awareness Day 2026, Farhan menekankan pentingnya gerakan masif selama satu bulan penuh untuk mengikis stigma negatif terhadap individu dengan autisme.

Pesan kuat ini disampaikan Farhan saat menghadiri peringatan yang berlangsung khidmat di Pendopo Kota Bandung, Senin (13/4/2026). Ia menegaskan bahwa edukasi publik harus terus digaungkan secara konsisten melalui berbagai platform informasi.

Bakat Tanpa Batas: Karya Seni Terbaik di Pendopo

Farhan mengaku dibuat takjub dengan bakat-bakat luar biasa yang ditampilkan oleh anak-anak autis di Bandung. Mulai dari pertunjukan seni hingga pameran kriya, kualitas karya yang dihasilkan dinilai memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Momentum Penurunan Harga Emas, Bandung Jewellery Fair 2026 Resmi Dibuka untuk Dorong Industri Kreatif dan Investasi

“Karyanya sangat mengesankan, bahkan jujur ini salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat, baik dari sisi seni rupa maupun kriya. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan karya hebat,” puji Farhan di sela-sela peninjauan pameran.

Menurutnya, apresiasi terhadap bakat mereka adalah langkah awal untuk memberikan ruang inklusif di Kota Bandung. Dukungan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan diri para penyandang autisme dan keluarga mereka.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melihat pameran karya seni kriya anak autis di Pendopo Kota Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melihat pameran karya seni kriya anak autis di Pendopo Kota Bandung

Tantangan Besar: Masalah Pendataan dan Pemahaman Keluarga

Meski apresiasi terus mengalir, Farhan mengakui bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih memiliki “pekerjaan rumah” besar terkait data. Hingga saat ini, angka pasti jumlah individu dengan autisme di Kota Bandung belum terpetakan secara akurat.

Bandung Jadi Pusat Perhatian, 114 Atlet Top Asia Tenggara Siap Berlaga di Kejuaraan Tenis Meja ASEAN 2026

Farhan mengidentifikasi adanya kendala sosiologis di mana sebagian keluarga masih enggan terbuka mengenai kondisi anggota keluarganya.

“Masih ada tantangan dalam kategorisasi dan stigma. Kadang autisme dianggap sebagai keterbelakangan biasa, padahal secara medis dan penanganan sangat berbeda. Pemahaman yang kurang inilah yang membuat pendataan kita belum maksimal,” jelas Farhan.

Langkah Inklusif Pemkot Bandung

Ke depan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk lebih sensitif dan responsif terhadap fenomena autisme. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, Farhan optimis identifikasi sejak dini dapat dilakukan dengan lebih baik demi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Cetak Rekor Satu Dekade, Pemkab Bandung Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK

“Setiap ada fenomena di masyarakat, kita berusaha menyentuh dan memberikan solusi. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kita harus lebih mampu mengidentifikasi dan merangkul individu-individu istimewa ini,” pungkasnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×