FWPJABAR.COM, BANDUNG — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi memulai tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Momentum kick-off ini disinergikan dengan pembukaan Pameran Pendidikan yang berlangsung di SOR Arcamanik, Kota Bandung, pada 18–19 Mei 2026. Acara strategis ini dihadiri dan dibuka langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna (Buky Wiguna), Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, serta Kepala Dinas Pendidikan Jabar Purwanto.
Pameran Pendidikan Bandung 2026
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VII Kota Cimahi dan Kota Bandung, Asep Yudi Mulyadi, mengungkapkan bahwa pameran ini berfungsi sebagai sarana sosialisasi masif agar informasi mengenai penerimaan siswa baru tersampaikan dengan baik kepada publik. Melalui ratusan stan yang tersedia, para lulusan SMP bisa mendapatkan gambaran utuh mengenai opsi sekolah lanjutan mereka.
“Fokus utama kami adalah menjamin seluruh lulusan SMP mempunyai akses informasi yang memadai. Dengan begitu, mereka dapat meneruskan studi ke jenjang SMA, SMK, maupun SLB,” tutur Asep.
Penerimaan Siswa Baru; SPMB Jabar 2026
Untuk meratakan jangkauan, rangkaian pameran ini dibagi ke dalam beberapa wilayah dan jadwal:
- Bandung Wilayah Timur: 18–19 Mei 2026 di SOR Arcamanik.
- Bandung Wilayah Barat: 20–21 Mei 2026 di SLB Negeri A Pajajaran Bandung.
- Wilayah Cimahi: 23–24 Mei 2026 di Kampus SMA Taruna Nusantara Cimahi.
Pihak Disdik Jabar berharap kemeriahan acara ini mampu mendongkrak ketertarikan masyarakat untuk memahami regulasi SPMB tahun ini. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengikis angka putus sekolah di tingkat menengah akibat kendala informasi.
SPMB Jabar 2026; Mengenal Program “Sekolah Maung” dan Skema Sister School
Dalam kesempatan yang sama, Asep Yudi meluruskan isu yang beredar di tengah masyarakat mengenai program “Sekolah Maung” (Manusia Unggul). Ia menegaskan program ini bukan bentuk penggabungan (merger) sekolah atau pergantian nama resmi, melainkan sebuah status laboratorium atau trigger sekolah percontohan. Di wilayah Cadisdik VII, sekolah yang ditunjuk meliputi SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Cimahi, dan SMKN 1 Cimahi.
Guna memeratakan kualitas pendidikan, Sekolah Maung akan menerapkan sistem sister school melalui skema Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK). Melalui pola ini, sekolah negeri unggulan bakal membagikan rekam jejak terbaik mereka—mulai dari tata kelola kurikulum, metode pengajaran, hingga sistem penerimaan siswa—kepada sekolah swasta mitra. Pemerintah pun tengah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) mendalam agar peran pendampingan ini berjalan transparan dan terukur.

Promosi Sekolah Swasta dan Antusiasme yang Melonjak
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Pameran Pendidikan Wilayah Kota Bandung Zona Timur, Eddy Mustofa, menjelaskan bahwa pameran ini juga bertujuan mengikis stigma masyarakat yang cenderung hanya mengincar sekolah negeri. Mengingat kuota sekolah negeri sangat terbatas, promosi sekolah swasta berkualitas tinggi menjadi krusial.
“Pemerintah Provinsi Jabar menjamin pemenuhan hak pendidikan anak-anak, baik di institusi negeri maupun swasta,” tegas Eddy yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN 5 Kota Bandung.
Tingginya ketertarikan pihak sekolah terlihat dari melonjaknya jumlah stan. Awalnya, panitia hanya mengalokasikan 60 stan (25 SMA, 25 SMK, dan 10 SLB). Namun, demi memfasilitasi antusiasme yang tinggi, jumlahnya membengkak menjadi 114 stan atas arahan Kepala Cadisdik.
Secara rinci, eksibisi ini diramaikan oleh 37 stan SMA, 37 stan SMK, 4 stan SLB, dan 7 stan SMP. Sektor pendukung lain juga ambil bagian, termasuk 6 stan instansi pemerintah, 11 stan perguruan tinggi, serta 11 stan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudika). Lembaga lain seperti Telkom dan Samsat bahkan turut bergabung secara spontan di lokasi acara.
Tak sekadar pameran edukasi, acara yang didukung oleh berbagai organisasi seperti MKKS dan FKKS ini juga diisi dengan unjuk kreativitas siswa, pameran produk inovasi, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan setempat.
Kesuksesan acara ini tercermin dari jumlah pengunjung yang meledak. Target awal panitia yang mematok 7.000 pengunjung selama dua hari justru langsung terpenuhi hanya pada hari pertama. Pengunjung yang memadati area tidak hanya siswa kelas IX SMP, melainkan juga pelajar SMA/SMK, warga umum, hingga masyarakat yang sedang beraktivitas olahraga di area SOR Arcamanik.
Melalui program ini, pemerintah menitipkan pesan kuat agar anak-anak di Jawa Barat wajib menuntaskan program belajar 12 tahun. Kehadiran beragam pilihan mulai dari SMA, SMK, SLB, hingga MA diharapkan dapat memastikan tidak ada lagi anak yang mengakhiri pendidikannya hanya di tingkat SMP.***


Komentar