Sinergi lintas instansi ini bertujuan membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi masyarakat usia produktif. Fokus utamanya adalah membekali angkatan kerja dengan keterampilan teknis terbaru yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun untuk berwirausaha mandiri.
Adaptasi Teknologi dan Inovasi Kurikulum
Lebih lanjut, Farhan mengingatkan para pengelola lembaga pelatihan agar tidak stagnan. Di tengah percepatan teknologi, kurikulum pelatihan harus selalu diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
“Dunia kerja berubah sangat cepat. Lembaga kursus harus adaptif dan terus bertransformasi seiring perkembangan teknologi serta tren kebutuhan skill di pasar global,” tambahnya.
Melalui program pelatihan yang terukur dan berkelanjutan, Pemkot Bandung optimis dapat menciptakan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan mampu menyerap peluang kerja dengan lebih maksimal.***



Komentar