FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Sebuah momen bersejarah bagi dunia pesantren dan militer resmi dimulai. Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, Sang “Jenderal Santri” secara langsung memimpin upacara pembukaan Siliwangi Santri Camp 2026 di Mako Rindam III/Siliwangi, Jum’at (17/04/2026). Kegiatan ini menjadi perhatian publik karena tercatat sebagai program santri camp pertama di Indonesia yang dilaksanakan di pusat pendidikan militer sejak Indonesia merdeka.
“Sejak Indonesia didirikan, baru sekarang ada santri camp di Rindam. Ini pertama kali di indonesia. Kita ingin para santri memiliki karakter yang tangguh, tidak hanya kuat secara spiritual tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas,” ujar Pangdam.
Kegiatan strategis ini merupakan buah kolaborasi apik antara Kodam III/Siliwangi, Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) Angkatan ke-62.

Motivasi Jenderal Santri: “Kalian Harus Lebih dari Saya”
Dalam amanatnya pada momentum pembukaan Siliwangi Santri Camp 2026, Pangdam III/Siliwangi mengungkapkan jati dirinya yang juga merupakan lulusan pesantren. Julukan Jenderal Santri yang melekat padanya menjadi bukti nyata bahwa latar belakang agama yang kuat adalah modal utama menjadi seorang pemimpin.
“Saya dulu juga santri. Saya pernah merasakan hidup di tempat seperti kalian. Kalau saya saja bisa jadi Jenderal, berarti kalian harus bisa lebih dari saya. Betul enggak?” tegas Pangdam di hadapan ratusan peserta yang antusias.

Mencetak Kader Republik di Siliwangi Santri Camp 2026
Program SSC 2026 ini bukan sekadar kemah biasa. Jenderal Santri menekankan bahwa kegiatan ini adalah proses pembinaan terintegrasi untuk menghadapi ancaman zaman, terutama radikalisme dan destruksi ideologi.
Beberapa poin utama pembinaan dalam SSC 2026 meliputi:
- Pendidikan Bela Negara: Membentuk karakter disiplin dan tangguh.
- Ketahanan Moral: Menangkal ancaman non-fisik seperti radikalisme dan destruksi ideologi.
- Sinergi Komponen Cadangan: Menyiapkan kader awal pertahanan negara di wilayah Jawa Barat.

Wagub Jabar: Peluang Santri Masuk TNI Terbuka Lebar
Kehadiran sosok Jenderal Santri dalam pembukaan Siliwangi Santri Camp 2026 ini juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Ia menilai kolaborasi ini sangat strategis mengingat jumlah santri di Jawa Barat mencapai jutaan orang.
“Ini adalah kolaborasi hebat. Kita ingin santri selain jago ilmu agama, juga cinta tanah airnya semakin kuat. Kedepannya, melalui bekal dari kegiatan ini, para santri juga dipersiapkan agar bisa masuk menjadi anggota TNI,” pungkas Wagub Erwan.
Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, Jawa Barat kembali menjadi pionir dalam menyiapkan komponen cadangan pertahanan negara yang religius, nasionalis, dan berdaulat.***



Komentar