FWPJABAR.COM, BANDUNG – Pentingnya literasi digital bagi generasi muda menjadi perhatian serius dalam kegiatan Siliwangi Santri Camp 2026. Melalui jajaran Penerangan Kodam III/Siliwangi, para santri mendapatkan pembekalan khusus terkait penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Materi tersebut disampaikan oleh Letda Cpm (K) Putri Pertiwi, S.E., yang menekankan bahwa media sosial memiliki dua sisi yang harus dipahami oleh para pengguna, khususnya kalangan pelajar dan santri.
Bijak Bermedia Sosial: Media Sosial Bisa Jadi Sarana Positif atau Bumerang
Dalam pemaparannya, Putri menjelaskan bahwa media sosial pada dasarnya merupakan alat yang bermanfaat jika digunakan secara tepat. Namun, jika disalahgunakan, platform digital tersebut juga dapat berdampak negatif bagi penggunanya.
“Hari ini kami menyampaikan pentingnya bijak dalam bermedia sosial. Media sosial itu bisa menjadi hal yang baik jika diisi dengan konten positif, tetapi juga bisa menjadi bumerang jika digunakan secara tidak tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi ini bertujuan untuk membentuk karakter santri agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan diri, bukan sekadar hiburan semata.
Pesan Kepala Pendam III/Siliwangi: Isi Media Sosial dengan Hal Positif
Lebih lanjut, Putri menyampaikan pesan dari Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf. Mahmuddin Abdillah, S.A.P., M.Tr(Han)., M.I.Pol., yang mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, media sosial akan memberikan dampak positif apabila diisi dengan konten yang bermanfaat. Sebaliknya, konten negatif justru dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Pesan dari Kapendam jelas, gunakan media sosial secara bijak. Jadikan sebagai sarana untuk hal-hal positif, bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Siliwangi Santri Camp 2026: Santri Didorong Jadi Influencer Kebaikan
Dalam kegiatan tersebut, para santri juga didorong untuk menjadi agen perubahan di dunia digital. Mereka diharapkan mampu menyebarkan konten inspiratif, edukatif, serta mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Putri mencontohkan, santri dapat memanfaatkan media sosial untuk membagikan hafalan, kegiatan belajar, maupun aktivitas positif lainnya yang dapat menginspirasi orang lain.
“Santri bisa menunjukkan hal-hal baik, seperti berbagi hafalan atau kegiatan positif lainnya. Itu juga bagian dari dakwah di era digital,” jelasnya.
Waspada Hoaks dan Dampak Negatif Media Sosial
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Fenomena fear of missing out (FOMO) kerap mendorong seseorang untuk membagikan informasi tanpa verifikasi, yang berpotensi menimbulkan hoaks dan konflik di ruang digital.
Putri menegaskan bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu komentar negatif hingga ujaran kebencian yang merugikan banyak pihak.
“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak asal membagikan informasi hanya karena sedang ramai. Pastikan dulu kebenarannya agar tidak menimbulkan dampak buruk,” tegasnya.
Media Sosial sebagai Wadah Kreativitas Generasi Muda
Melalui pembekalan ini, Pendam III/Siliwangi berharap para santri mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang kreativitas yang produktif dan inspiratif.
Terlebih, bagi generasi muda yang masih dalam tahap pencarian jati diri, media sosial dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, dan membangun citra diri yang positif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dalam Siliwangi Santri Camp 2026, yang tidak hanya fokus pada aspek fisik dan kedisiplinan, tetapi juga penguatan literasi digital di era modern.***



Komentar