SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umum
Beranda / Umum / Ketahanan Ekonomi Jawa Barat Kokoh: APBN Regional Cetak Surplus Rp11,9 Triliun di Tengah Gejolak Global

Ketahanan Ekonomi Jawa Barat Kokoh: APBN Regional Cetak Surplus Rp11,9 Triliun di Tengah Gejolak Global

realisasi belanja dan pendapatan APBN regional Jawa Barat
realisasi belanja dan pendapatan APBN regional Jawa Barat

FWPJABAR.COM, BANDUNG — Kinerja fiskal Provinsi Jawa Barat menunjukkan performa yang solid dan impresif hingga awal kuartal kedua tahun ini. Berdasarkan data realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) regional hingga 30 April 2026, Bumi Parahyangan berhasil mencatatkan surplus sebesar Rp11,9 triliun. Capaian positif ini menjadi bukti ketangguhan ekonomi domestik di tengah rambatan ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan pada saat Konferensi Pers Kinerja APBN Regional Jawa Barat s.d. April 2026, bertempat di Aula GKN Jawa Barat Jalan Aisa Afrika Bandung Pada Senin Siang, (25/05/206). Dihadiri Para Pimpinan Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Barat.

Surplus neraca keuangan tersebut ditopang oleh realisasi Pendapatan Negara yang menyentuh angka Rp48,39 triliun atau setara dengan 25,67% dari target tahunan. Sementara itu, dari sisi instrumen penyerapan, Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp37,20 triliun atau mencapai 34,97% dari total pagu anggaran.


Sektor Domestik Pacu Pendapatan Perpajakan

Setelah sempat mengalami perlambatan pada bulan sebelumnya, arus penerimaan negara di Jawa Barat kembali melaju dengan pertumbuhan sebesar 3,69% secara year-on-year (yoy). Akselerasi ini motori oleh dua pilar utama:

  • Penerimaan Perpajakan: Tumbuh 3,93% (yoy) dengan kontribusi dari pajak dalam negeri sebesar Rp35,92 triliun.
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Berhasil tumbuh tipis 0,65% (yoy) dengan total raihan Rp2,45 triliun.

Peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama selama momentum Hari Raya Idul Fitri pada Maret lalu, menjadi pemicu utama melesatnya setoran pajak netto pada sejumlah sektor usaha strategis:

Jamin Kelayakan Iduladha, Pemkot Bandung Siagakan Tim Pengawas Hewan Kurban 24 Jam

Sektor Usaha DominanAngka Pertumbuhan Netto (yoy)
Administrasi Pemerintahan↑ 32,94%
Jasa Keuangan & Asuransi↑ 31,46%
Jasa Profesional↑ 28,85%
Transportasi & Pergudangan↑ 24,33%
Perdagangan↑ 15,07%

Namun, tren positif ini sedikit tertahan oleh koreksi di sektor Kepabeanan dan Cukai yang terkontraksi 3,81% (yoy) dengan raihan Rp10,01 triliun, imbas dari penurunan setoran cukai sebesar 2,77%.

Di sisi lain, meski realisasi PNBP menyentuh 35,75% dari target, terdapat penurunan pada pos PNBP POLRI (penerbitan STNK, TNKB, serta izin senpi/bahan peledak), uang pengganti kasus korupsi, jasa pertanahan, serta pemindahtanganan Barang Milik Negara (BMN) yang terkoreksi hingga 17,29%.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

01

Dihadiri Panglima Kopassus hingga Stafsus Wapres, Reuni Akbar SMAN 2 Bandung Suarakan Perang Lawan Bullying

02

Cetak 791 Lulusan, IWU Bandung Targetkan Sejuta Wanita Sarjana Lewat Beasiswa Internasional

03

PERSADIN Perkuat SDM Hukum, Program PKPA dan Paralegal Diserbu Peminat

04

Manjakan Lidah Pecinta Kuliner Jawa Timur, Warung PLAT AE Boyong Tahu Telor Petis Otentik Madiun ke Bandung

05

Lewat Sport Tourism, Bank BJB Bandoeng 10K Perkuat Ekonomi dan Sinergi Antarkota



Pilihan Editor

×
×