FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah drastis untuk memproteksi kesehatan pelajar dari ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM). Melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 8 Tahun 2026, Pemkot resmi meluncurkan standarisasi Ekosistem Pangan Sehat di seluruh lingkungan sekolah.
Regulasi ini dirancang sebagai benteng pertahanan dini bagi anak-anak terhadap risiko obesitas, diabetes melitus, hingga gangguan jantung akibat konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang tak terkontrol.
Pedoman Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (Kemenkes RI)
Sekolah Sebagai Ruang Aman Pangan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa kehadiran Perwal ini merupakan wujud nyata proteksi pemerintah terhadap kualitas hidup generasi mendatang. Menurutnya, sekolah harus menjamin keamanan apa pun yang dikonsumsi siswa setiap harinya.
“Kami ingin sekolah menjadi zona aman, bukan hanya untuk menimba ilmu, tapi juga aman bagi kesehatan fisik anak. Perwal ini adalah instrumen strategis untuk memutus rantai risiko penyakit kronis sejak usia dasar,” jelas Farhan pada Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Daftar 5 Sekolah Percontohan Pangan Sehat di Kota Bandung
Mekanisme Uji Coba dan Standarisasi
Implementasi kebijakan ini akan dimulai dengan fase percontohan pada lima Sekolah Dasar (SD) di Kota Bandung. Pola makan yang dibentuk sejak bangku sekolah dasar diharapkan menjadi pondasi gaya hidup sehat hingga mereka dewasa.
Poin-poin krusial dalam Perwal Nomor 8 Tahun 2026 meliputi:
- Sertifikasi Higiene: Kantin sekolah wajib menyajikan pangan yang memenuhi standar nutrisi dan kebersihan.
- Seleksi Jajanan: Larangan keras terhadap penjualan makanan ringan dengan kandungan GGL tinggi serta bahan tambahan pangan berbahaya.
- Kurikulum Sehat: Materi gizi seimbang kini akan disisipkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler.
Daftar Lengkap Sekolah SD Percontohan di Bandung Tahun 2026

Monitoring Berbasis Kolaborasi
Farhan menekankan bahwa keberhasilan aturan ini bergantung pada pengawasan kolektif. Orang tua, guru, hingga komite sekolah diajak untuk aktif memantau kualitas jajanan yang beredar di sekitar sekolah.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Jika kita berhasil di lima sekolah percontohan ini, kita akan perluas ke seluruh penjuru Bandung demi mencetak generasi yang cerdas dan bugar,” imbuhnya.
Pelajari panduan gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI
Dukungan Internasional
Inisiatif Bandung ini sejalan dengan gerakan global Partnership for Healthy Cities. Jaringan yang mencakup 70 kota dunia ini mengapresiasi keberanian Bandung dalam menetapkan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).
Farhad Ali, perwakilan dari Partnership for Healthy Cities kawasan Asia Pasifik, memberikan apresiasinya. “Bandung menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam melindungi warganya. Langkah ini adalah model yang tepat dalam upaya penyelamatan nyawa melalui pencegahan penyakit tidak menular,” ungkapnya.***
Komentar