FWPJABAR.COM, CIWIDEY-KAB. BANDUNG, – SMAN 1 Ciwidey resmi melaksanakan program Pesantren Ekologi pada Ramadan tahun ini. Program yang dicanangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat tersebut mengombinasikan kegiatan keagamaan konvensional dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin“. Kegiatan berlangsung dari tanggal 23 Februari – 13 Maret 2026.
Saat ditemui di Kampus SMAN 1 Ciwidey, Rabu, 25 Februari 2026, Koordinator Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sekaligus penanggung jawab kegiatan Pesantren Ekologi 2026 SMAN 1 Ciwidey, Irwan Chaerul Bayan, S.Pd.I, menjelaskan bahwa penerapan pesantren kali ini merujuk pada Petunjuk Teknis (Juknis) dari Disdik Jabar yang menekankan pada konsep ramah lingkungan atau ekologi.
Daftar Program Ramadan Disdik Jabar untuk SMA/SMK di Jawa Barat
Aksi Nyata dan Penghematan Energi
Berbeda dengan masa-masa sebelumnya, kini para pelajar tidak lagi hanya memusatkan perhatian pada materi yang disampaikan di dalam kelas semata. Irwan menjelaskan bahwa terdapat sejumlah aspek teknis yang kini menjadi perhatian utama dalam aktivitas di lingkungan sekolah.
“Realisasinya dilakukan dengan menanam tanaman hijau di lingkungan sekolah, menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan seluruh area, serta menerapkan upaya penghematan energi secara terencana dan bertanggung jawab. Materi agama yang diberikan pun disesuaikan dengan aturan pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian alam,” ujar Irwan saat ditemui di lingkungan sekolah.

Untuk narasumber, pihak sekolah mendatangkan pemuka agama dari wilayah sekitar Ciwidey, namun kurikulum materi tetap ditentukan oleh sekolah sesuai Juknis Pesantren Ekologi.
Sistem Luring dan Daring
Program tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik dengan metode pelaksanaan gabungan, yakni memadukan pertemuan tatap muka dan daring (hybrid).
Minggu Pertama: Dilaksanakan secara luring (tatap muka) di sekolah.
Minggu Kedua: Dilaksanakan secara daring (online) melalui platform Zoom yang diisi oleh guru agama sekolah.
“Para siswa turut diberikan buku panduan aktivitas Ramadan yang digunakan untuk mendokumentasikan amalan harian mereka, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga melaksanakan salat tarawih. Mengingat kemajuan teknologi, siswa diperbolehkan mengikuti ceramah melalui media sosial atau televisi jika di lingkungannya tidak ada kegiatan fisik, yang penting esensi ibadahnya terlaksana,” tambahnya.

Perubahan Jam Operasional
Selama kegiatan Pesantren Ekologi berlangsung, terdapat penyesuaian jam pulang sekolah. Meski jam masuk tetap pukul 06.30 WIB, siswa dijadwalkan pulang pada pukul 13.00 WIB, sementara guru pada pukul 14.00 WIB.
Struktur kegiatan mingguan pun diatur secara sistematis:
Senin – Kamis: Penyampaian materi keagamaan dan ekologi di kelas.
Jumat: Pelaksanaan “Aksi Nyata” seperti penanaman pohon di lingkungan sekolah.
Panduan Pesantren Ramadhan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat
Cocok dengan Karakter Wisata Ciwidey
Irwan menilai program ini sangat relevan diterapkan di wilayah Ciwidey yang merupakan kawasan wisata alam.
“Pelaksanaan pesantren kilat saat ini memiliki pendekatan yang berbeda, dengan fokus yang lebih kuat pada penumbuhan rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan. Ini sangat cocok bagi anak-anak di Ciwidey agar mereka lebih peduli pada lingkungannya, apalagi di sini daerah wisata,” pungkasnya.***



Komentar