FWPJABAR.COM, BANDUNG – Dalam upaya mencetak generasi yang kritis, analitis, dan religius, SMP Ar Rafi’ Drajat kembali menggelar agenda akademik bergengsi bertajuk Sidang Mini Research. Bertempat di Malaka Hotel Bandung pada Rabu, 4 Februari 2026, acara ini menjadi panggung utama bagi 40 siswa kelas IX untuk menunjukkan taji di bidang penelitian dasar sebagai salah satu syarat mutlak kelulusan.
Membangun Budaya Riset dan Karakter “Khalifatullah”
Sidang ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan puncak dari proses panjang penyusunan karya ilmiah yang dilakukan secara sistematis di bawah bimbingan guru. Direktur Utama Ar Rafi’ Drajat Center, Dr. Harry Suderadjat, Drs., M.Pd., menegaskan bahwa riset mini ini merupakan benteng bagi Generasi Z dan Alpha dalam menghadapi tantangan globalisasi.
“Anak-anak dilatih untuk peduli terhadap lingkungan, masyarakat, dan alam. Melalui riset ini, mereka belajar membentengi diri dari pengaruh chaos akibat teknologi informatika yang berisiko menurunkan kecerdasan emosional dan spiritual,” ujar Dr. Harry.

Beliau menambahkan bahwa setiap penelitian wajib didasari oleh pola pikir Qur’ani. Tujuannya agar siswa mampu memecahkan masalah kehidupan dengan berpegang pada Al-Qur’an, sehingga mereka tumbuh menjadi calon khalifatullah yang memiliki hati yang bersih (qolbun salim).
Tiga Pilar Tema dan Panelis Profesional
Tahun ini, penelitian siswa difokuskan pada tiga pilar tema utama yang relevan dengan perkembangan zaman:
- Inside the World of Teens: Membedah fenomena sosial dan psikologis dunia remaja.
- Science in Everyday Life: Eksperimen sains aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
- Technology for a Better Future: Inovasi teknologi untuk solusi masa depan.

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas, pihak sekolah menghadirkan dewan penguji dari berbagai instansi pakar, seperti BRIN (Badan Riset Nasional), SEAMEO QITEP in Science, serta akademisi dari UPI, UIN Bandung, dan Psikolog UMB.
Ketua Pelaksana sekaligus Wakasek Kurikulum Dasar, Nur Dwi Laili Kurniawati, M.Pd., menjelaskan bahwa standar tinggi ini diterapkan agar siswa terbiasa menghadapi panelis ahli. “Kami ingin mencetak manusia yang kaffah—intelektualnya cerdas, namun tetap sadar bahwa segala ilmu bersumber dari Allah SWT dan Sunnah,” jelasnya.

Inovasi Kapal Robotik dan Kemandirian Siswa
Salah satu sorotan utama dalam sidang kali ini adalah karya Maheswara Raihan Dhatisarananta. Ia menciptakan prototipe robot kapal pembersih sampah perairan yang diberi nama DATA.
“Prosesnya cukup menantang, saya kerjakan sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026. Melelahkan, tapi sangat seru. Sekarang rasanya lega dan puas sekali sudah melewati sidang,” ungkap Maheswara.
Kemandirian Maheswara pun menuai apresiasi mendalam dari orang tua. dr. Dhany Kartika Sari, ibunda Maheswara, mengaku takjub dengan kedewasaan putranya selama proses riset.
“Sekolah berhasil membekali anak-anak menjadi sangat mandiri. Anak saya mengerjakan semuanya sendiri, bahkan tidak mau dibantu untuk urusan presentasi. Ini adalah wadah kreativitas yang luar biasa,” tutur dr. Sari.

Menuju Lulusan yang Adaptif dan Berdaya Saing
Sidang Mini Research ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Ar Rafi’ Drajat dalam menghadirkan kurikulum yang relevan dengan keterampilan abad ke-21. Program ini membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan keterampilan komunikasi ilmiah.
Dengan berakhirnya rangkaian sidang ini, sekolah berharap para lulusannya tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter ilmiah yang kuat serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi di jenjang pendidikan selanjutnya.***
Komentar