SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
News
Beranda / News / Kedepankan Pendekatan Dialog, Pemkot Bandung Rampungkan Penataan PKL di Ruas Jalan Ahmad Yani

Kedepankan Pendekatan Dialog, Pemkot Bandung Rampungkan Penataan PKL di Ruas Jalan Ahmad Yani

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan relokasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas berjalan mulus lewat pendekatan humanis dan dialog panjang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan relokasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas berjalan mulus lewat pendekatan humanis dan dialog panjang.

FWPJABAR.COM, BANDUNG, — Skenario penataan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sentra niaga Cicadas mulai membuahkan hasil nyata. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengonfirmasi proses pembersihan lapak di sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani telah tuntas dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026) dini hari, untuk kemudian bergeser ke target berikutnya di ruas Jalan Cipadung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberhasilan relokasi kali ini bertumpu pada metode persuasif dan komunikasi dua arah yang intens dengan komunitas pedagang. Hasilnya, pembongkaran struktur bangunan lapak dilakukan secara sukarela oleh para PKL tanpa adanya gesekan fisik di lapangan.

Kuliner Bandung: Mengobati Rindu Kampung Halaman Lewat Kwie Mie Malang Otentik di Palasari Buah Batu

“Laporan per subuh kemarin mengonfirmasi penataan ruas Jalan Ahmad Yani sudah rampung total. Seluruh proses di lapangan berjalan kondusif sesuai komitmen bersama,” ujar Farhan saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Bandung, Rabu (20/5/2026).

Konsistensi Komunikasi dan Pemantauan Lapangan

Farhan mengungkapkan, kunci utama penyelesaian masalah klasik perkotaan ini adalah menjauhi tindakan represif dan mengutamakan kesepakatan tertulis. Pemkot Bandung memilih meluangkan waktu lebih panjang untuk berdiskusi demi menjaga hajat hidup para pelaku usaha kecil.

Langkah Berani Lindungi Anak: Sinergi KPAID Tasikmalaya dan Kodam III Siliwangi Siap Gelar Kampanye 24 Jam Nonstop

“Prinsipnya, jika berkaitan dengan ruang penghidupan warga, kita wajib membuka ruang diskusi terlebih dahulu. Walau memakan waktu, hasil akhirnya jauh lebih solid dan minim konflik,” tuturnya.

Guna memastikan jalannya penataan sesuai rencana, orang nomor satu di Kota Bandung ini turun langsung melakukan inspeksi rutin setiap pekan. Bahkan, Farhan terpantau ikut mengawal jalannya pembersihan di lapangan hingga Selasa subuh bersama jajaran dinas terkait.

Dugaan KKN Proyek Jalan Miliaran Rupiah, Aliansi Aktivis Jabar Gelar Demo di Cirebon Hari Ini

Pasca-pembongkaran lapak, fokus utama Pemkot Bandung kini beralih pada normalisasi infrastruktur fasilitas publik, terutama jaringan saluran air makro yang bertahun-tahun tersumbat akibat tertutup bangunan semipermanen.

Pasca-pembongkaran, kini Pemkot Bandung fokus melakukan normalisasi saluran drainase yang tersumbat oleh DSDABM agar kawasan Cicadas bebas dari banjir genangan.
Pasca-pembongkaran, kini Pemkot Bandung fokus melakukan normalisasi saluran drainase yang tersumbat oleh DSDABM agar kawasan Cicadas bebas dari banjir genangan.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung diterjunkan ke lokasi untuk membuka kembali bak kontrol drainase. Langkah ini mendesak dilakukan guna mengembalikan fungsi saluran air secara optimal dan mengeliminasi risiko genangan banjir di Cicadas.

Catat! Batas Akhir Daftar Ulang Tahap 2 SPMB SMAN 11 Bandung

“Prioritas utama pekan ini adalah merevitalisasi fungsi drainase. Banyak titik kontrol bak yang tertimbun beton lapak, itu yang sedang dibongkar dan dinormalisasi oleh tim teknis,” terang Wali Kota.

Konsep Baru Ekonomi Cicadas

Kendati ditertibkan, Pemkot Bandung tidak menggusur mata pencaharian para pedagang. Farhan membeberkan bahwa kawasan Cicadas akan didesain ulang dengan tata letak estetika baru. Para PKL diperbolehkan kembali beraktivitas namun wajib mengadopsi struktur manajemen dagang yang lebih rapi, bersih, dan higienis.

Genjot Mutu Pendidikan, Pemkot Bandung Siap Alokasikan Anggaran Tambahan untuk Infrastruktur Sekolah

Keberhasilan proyek penataan ini, lanjut Farhan, tidak lepas dari dukungan penuh kepemimpinan di tingkat provinsi. Sinergi horizontal antara Pemkot Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat eksekusi kebijakan yang sempat tersendat selama beberapa tahun terakhir.

“Kami sangat mengapresiasi asistensi penuh dari Pak Gubernur. Intervensi kebijakan dan dukungan taktis dari Pemprov Jabar menjadi energi tambahan yang sangat krusial bagi ketuntasan penataan ini,” pungkasnya.***

Kawal MPLS Ramah Anak, Bupati Bandung dan Para Camat Kompak Cegah Perundungan di Sekolah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×