FWPJABAR.COM, Majalengka, – Komitmen mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat di Kabupaten Majalengka. Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Adi Upaya yang berada di bawah pembinaan Lanud Sugiri Sukani, berlokasi di Desa Garawangi, Kecamatan Sumberjaya.
Peresmian dapur ini menjadi bagian dari sinergi antara TNI Angkatan Udara dan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan program prioritas nasional tersebut.
Wabup Dena menegaskan bahwa kehadiran Dapur SPPG Garawangi merupakan bentuk nyata dukungan TNI AU terhadap implementasi MBG di daerah. Ia menilai fasilitas yang disiapkan telah memenuhi standar yang ditentukan dan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Dari yang saya lihat, fasilitasnya sudah sesuai spesifikasi. Mudah-mudahan bisa benar-benar membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap program ini berjalan sejalan dengan harapan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

Pengawasan Ketat untuk Cegah Kendala
Dapur SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Adi Upaya dan dalam pengawasan Lanud Sugiri Sukani ini dirancang dengan sistem kontrol yang terstruktur. Pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan dan meminimalkan potensi kendala di lapangan.
Wabup Dena menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, baik mitra kerja, pemerintah daerah, maupun masyarakat.
“Semua pengelola harus siap menerima saran secara profesional dan konstruktif agar kualitas pelayanan terus meningkat,” katanya.
Mulai Beroperasi 11 Februari 2026
Komandan Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Yudisthira, menjelaskan bahwa dapur tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 11 Februari 2026.
Pada tahap awal, evaluasi akan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari cita rasa makanan, porsi yang diberikan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan. Evaluasi ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan asupan gizi penerima manfaat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keterlibatan petani, pemasok bahan pangan, pengolah makanan, hingga distributor diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Program ini diharapkan bisa memperkuat sektor pertanian dan membuka peluang kerja baru sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Dapur Kelima di Bawah Pengawasan Lanud Sugiri Sukani
Dapur SPPG Garawangi menjadi unit kelima yang berada dalam pengawasan Lanud Sugiri Sukani. Peran TNI AU dalam program ini tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prosedur.
Dengan sistem pengawasan tersebut, potensi hambatan dapat diantisipasi lebih dini sehingga distribusi makanan bergizi kepada masyarakat tetap terjaga kualitas dan keamanannya.
Dapur ini ditargetkan mampu melayani sekitar 1.700 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Sumberjaya.
Melalui kolaborasi antara TNI AU dan pemerintah daerah, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Majalengka diharapkan berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***



Komentar