Pendidikan
Beranda / Pendidikan / RMP 2025 Bantu 133 Siswa SD Trikarsa Bandung, Orangtua Senang Sekolah Terbantu

RMP 2025 Bantu 133 Siswa SD Trikarsa Bandung, Orangtua Senang Sekolah Terbantu

Program RMP 2025 SD Trikarsa Kota Bandung
Kepala SD Trikarsa, Hj. Nurweni, M.M.Pd., menyampaikan bahwa program RMP membawa dampak positif bagi sekolah dan para orangtua siswa

Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka putus sekolah melalui program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).

Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan secara layak.

Salah satu sekolah yang menerima manfaat program ini adalah SD Trikarsa, yang berlokasi di Gang Samsi, Jalan Kiaracondong No. 123/125A, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Pada tahun 2025, sebanyak 133 siswa SD Trikarsa menerima bantuan RMP yang disalurkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Bantuan tersebut terdiri atas dua jenis, yakni bantuan personal dan operasional.

Program RMP 2025 SD Trikarsa Kota Bandung

SD Trikarsa Kota Bandung

Kwarcab Kabupaten Bandung Bekali Kepala TK dengan Orientasi Pramuka untuk Penguatan Karakter Anak

Untuk jenjang SD swasta, bantuan personal diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 490.000 per siswa. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kini dana diserahkan langsung kepada orangtua siswa, bukan lagi dikelola oleh pihak sekolah.

Sekolah dan Orangtua Rasakan Dampak Positif

Kepala SD Trikarsa, Hj. Nurweni, M.M.Pd., menyampaikan bahwa program RMP membawa dampak positif bagi sekolah dan para orangtua siswa.

“Untuk operasionalnya dikelola oleh sekolah, sedangkan bantuan personal dikelola langsung oleh orangtua. Tahun ini ada 133 siswa yang menerima bantuan,” ujar Weni, akrab di sapa, saat ditemui awak media Forum Wartawan Pendidikan (FWP), Senin (6/10/2025).

Sebelum pencairan, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada orangtua siswa pada 3 September 2025. Orangtua penerima bantuan kemudian menandatangani Surat Pernyataan di atas materai sebagai bentuk tanggung jawab dan pelaporan kepada Dinas Pendidikan.

Strategi Besar SMKN 2 Bandung Hadapi TKA 2026: Cetak Generasi Waluya yang Kompeten dan Siap Bersaing Global

Program RMP 2025 SD Trikarsa Kota Bandung

Salah satu pemanfaatan alokasi dana untuk pengadaan kipas angin

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa dana bantuan wajib digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah anak, bukan untuk keperluan lain.

Arahan Kepala Sekolah dan Pengawasan Belanja

Weni juga mengarahkan orangtua agar memprioritaskan pembelian seragam putih-putih serta pakaian ekskul silat, karena kegiatan tersebut cukup diminati siswa SD Trikarsa.

“Orangtua bebas berbelanja di mana saja, asalkan menyerahkan bukti pembelian dan cap toko sesuai waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Diskusi FWP Jabar: Yomanius Untung Ungkap Pendidikan Gratis Tekan Kualitas, SPP Diusulkan Aktif Lagi

Ia menambahkan, mayoritas orang tua langsung.memanfaatkan bantuan tersebut, meski masih ada beberapa yang belum menyampaikan laporan pembelian dan akan dipanggil kembali untuk klarifikasi.

Pemanfaatan Dana Operasional

Program RMP 2025 SD Trikarsa Kota Bandung

Layanan prima agar siswa bisa belajar nyaman

Selain bantuan personal, sekolah juga menerima bantuan operasional yang dialokasikan untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembelian 30 set kursi, dua meja guru, lima kipas angin, lima jam dinding, satu laptop untuk operator, layar proyektor, alat tulis kantor, serta buku induk siswa.

Sebagian dana juga dimanfaatkan untuk perbaikan pintu ruang kelas, sementara pengecatan bangunan ditunda agar dana lebih difokuskan pada peningkatan alat media pembelajaran.

“Ada juga alokasi untuk honor guru, namun porsinya hanya sekitar 40 persen dan bersumber dari dana BOS. Besaran honor dari RMP disesuaikan dengan masa kerja guru, mulai dari Rp 500 ribu hingga maksimal Rp1 juta,” jelas Weni.

Sistem Baru Dinilai Lebih Efektif

Dirinya menilai bahwa mekanisme baru, di mana bantuan disalurkan langsung ke orang tua, lebih efektif dalam pemberdayaan keluarga penerima. Meski begitu, masih ada sebagian orang tua yang belum memahami perbedaan sistem antara tahun 2024 dan 2025.

Program RMP 2025 SD Trikarsa Kota Bandung

30 meja kursi baru, memanfaatkan dana operasional

“Tahun sebelumnya, sekolah yang membelanjakan perlengkapan seperti tas, seragam, dan sepatu. Sekarang, orangtua yang berbelanja sendiri. Ada yang sempat mengirim foto barang lama dari bantuan 2024,” ujarnya sambil tersenyum.

Untuk memastikan akurasi laporan, pihak sekolah memanggil orang tua yang belum melengkapi bukti pembelian.

Harapan dan Tantangan Administratif

Meski pelaksanaan program berjalan baik, Weni menyoroti tantangan administratif dalam proses pendataan penerima bantuan.

“Saat ini penerima RMP tidak hanya yang terdaftar di DTKS, tapi juga harus masuk ke DTSEN, yang formatnya berbeda. Kami awalnya mengusulkan 150 siswa, namun setelah verifikasi, yang lolos hanya 94 orang,” jelasnya.

Program RMP 2025 SD Trikarsa Kota Bandung

SD Trikarsa terus meningkatkan kualitas pembelajaran

Ia berharap pemerintah dapat menyederhanakan sistem pendataan agar bantuan dapat tersalurkan lebih luas dan tepat sasaran.

Fokus pada Pengembangan Karakter dan Ekstrakurikuler

Selain mengelola bantuan pendidikan, SD Trikarsa juga terus mendorong pengembangan ekstrakurikuler (ekskul) seperti tari, silat, dan futsal, yang kerap meraih prestasi. Ke depan, sekolah berencana memperkuat ekskul Pramuka dan membuka ekskul Bahasa Inggris.

Dalam pembinaan karakter, sekolah rutin menggelar kegiatan pembinaan wali kelas setiap bulan serta shalat dhuha bersama setiap Jumat.

“Harapan saya, seluruh siswa SD Trikarsa bisa lulus dan diterima di SMP Negeri 100 persen. Tahun lalu, 90 persen siswa berhasil masuk sekolah negeri,” pungkasnya. (FWP)***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *