FWPJABAR.COM, Bandung, – Ketertarikan sekolah dan siswa di Jawa Barat terhadap pembelajaran sains, koding, dan robotik berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan GreenMech Regional 2026 Jawa Barat yang digelar di Universitas Katolik Parahyangan.
Ajang ini menjadi bukti bahwa pendekatan STEAM semakin diminati di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Tidak hanya jumlah peserta yang meningkat, kualitas karya dan kemampuan teknis siswa pun semakin berkembang.

Partisipasi Naik Dua Kali Lipat
Penyelenggara sekaligus Direktur Rumah Edukasi, Mulia Anton, mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan.
“Tahun ini jumlah peserta bertambah dua kali lipat. Dari sebelumnya 31 tim, sekarang menjadi 64 tim dari 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat,” ujarnya.
Peningkatan tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Siswa dinilai semakin terampil dalam mendesain, merancang, dan mengoperasikan robot maupun konstruksi mekanika.
Kolaborasi dengan dinas pendidikan kabupaten/Kota serta Provinsi turut memperluas partisipasi sekolah. Ke depan, pelatihan guru berbasis STEAM akan diperluas untuk memperkuat pembelajaran koding, sains, dan robotika.
Antusiasme Peserta: Ingin Berprestasi hingga ke Taiwan
Semangat kompetisi juga terlihat dari para peserta. Tim One Step Closer mengaku mengikuti lomba karena ketertarikan mereka pada dunia robotik sekaligus ingin menambah pengalaman.

“Halo semuanya, perkenalkan kami dari kelompok One Step Closer yang terdiri atas saya Keyumi, Alifa, Arka, dan Rastan. Alasan kami ikut karena memang tertarik membuat robot. Selain itu, kami ingin meraih juara, menambah pengalaman, dan membanggakan nama sekolah. Kami juga ingin bisa pergi ke Taiwan,” ujar mereka.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ajang seperti GreenMech tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga membangun mimpi dan motivasi siswa untuk berprestasi hingga tingkat internasional.

Peran Kampus Perkuat Ekosistem STEAM Jawa Barat
Dukungan perguruan tinggi turut memperkuat ekosistem STEAM di Jawa Barat. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Katolik Parahyangan, Prof. Dr. Henky Muljana, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam GreenMech merupakan bagian dari komitmen jangka panjang.
“kami memang secara rutin terlibat dalam kegiatan GreenMech dengan harapan tunas-tunas bangsa memiliki kesempatan lebih luas untuk menerapkan bagaimana pendidikan STEAM itu kemudian diaplikasikan melalui event-event sederhana seperti perancangan robotik. Di Unpar sendiri kami memiliki pusat kajian STEAM,” ujarnya.
Melalui pusat kajian STEAM, Unpar mendorong integrasi riset dan pendidikan untuk menanamkan pola pikir inovatif sejak dini.
“Kegiatan ini merupakan kerjasama rumah edukasi dengan kami khususnya pusat kajian STEAM. Di sini nampak bagi kami bagaimana STEAM kemudian ditularkan bagi generasi muda ini menjadi visi utama-utama khususnya di dalam pengembangan dan penyelenggaran kegiatan ini.” Tambahnya.

Jawa Barat Semakin Siap Bersaing Global
Prestasi Indonesia di ajang dunia pada 2025 yang meraih 3 emas, 4 perak, dan 7 perunggu turut menjadi motivasi bagi peserta di Jawa Barat. Dengan meningkatnya partisipasi dan kualitas di tingkat regional, peluang meraih prestasi nasional maupun internasional semakin terbuka.
GreenMech Regional 2026 menjadi sinyal kuat bahwa minat terhadap sains, koding, dan robotik di Jawa Barat terus tumbuh. Dengan dukungan sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, Jawa Barat berpotensi menjadi pusat pengembangan talenta muda di bidang teknologi dan inovasi di Indonesia.***



Komentar