FWPJABAR.COM, BANDUNG, – Upaya meningkatkan literasi masyarakat terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus), sebuah agenda bedah buku bertajuk “Mengenal Bandung Lebih Dekat” sukses digelar sebagai bagian dari kemeriahan Jabar Book Fair 2026.
Acara yang berlangsung di Gedung PT INTI, Jalan Moh. Toha, Bandung, pada Kamis (9/4/2026) ini, menjadi magnet bagi para pecinta buku dan sejarah lokal. Mengingat pentingnya memahami identitas kota, diskusi ini menghadirkan perspektif mendalam mengenai transformasi Kota Kembang dari masa ke masa. Informasi mengenai agenda kebudayaan lainnya di Jawa Barat dapat Anda pantau melalui rubrik event fwpjabar.com.
Jabar Book Fair 2026 Menghadirkan Risa Saraswati dan Pakar Sejarah
Diskusi literasi kali ini terasa istimewa dengan kehadiran penulis populer, Risa Saraswati, sebagai pembicara utama. Risa, yang dikenal melalui karya-karyanya yang kerap mengangkat sisi lain Bandung, diharapkan mampu memicu antusiasme generasi muda untuk menggali lebih dalam sejarah dan budaya tanah kelahirannya.
Tak hanya Risa, panggung bedah buku ini juga diperkuat oleh dua narasumber ahli:
- Gan Gan Jatnika: Penulis buku Lingkung Gunung Bandung #1, yang banyak mengulas sisi geografis dan lingkungan Bandung.
- Karguna Purnama Harya: Penulis buku Bandoengsch Villapark, yang mengupas tuntas sejarah pemukiman klasik di Bandung.
Diskusi yang dipandu oleh moderator Jenni Jean ini berjalan komunikatif, di mana para narasumber berbagi cerita unik—mulai dari tata kota era kolonial hingga mitos dan realitas budaya yang membentuk karakter warga Bandung saat ini. Acara pun semakin hidup di bawah kendali Master of Ceremony (MC), Indra Andika Arifiana.

Mendekatkan Penulis dengan Pembaca
Ketua Tim Penyusunan Data dan Informasi Perpustakaan, Halwatul Iman, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem membaca yang lebih menyenangkan. Pertemuan langsung antara pembaca dan penulis di ruang publik seperti Jabar Book Fair dinilai sebagai strategi efektif dalam mempromosikan buku.
“Kami berharap melalui interaksi langsung antara penggemar dan penulisnya, minat baca masyarakat akan tumbuh secara alami. Semakin sering kegiatan literasi seperti ini diadakan, semakin banyak orang yang tertarik menjadikan buku sebagai bagian dari gaya hidup,” ujar Halwatul.
Sinergi antara penulis, komunitas, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bandung sebagai kota literasi yang dinamis di Indonesia. Untuk ulasan mendalam mengenai industri kreatif dan literasi, kunjungi terus portal fwpjabar.com.***


Komentar