SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umum
Beranda / Umum / Membawa Berkah Idul Adha ke Penjuru Negeri: Jejak Kurban Rumah Amal Salman di NTT dan Papua

Membawa Berkah Idul Adha ke Penjuru Negeri: Jejak Kurban Rumah Amal Salman di NTT dan Papua

Rumah Amal Salman menyalurkan hewan kurban ke wilayah pelosok NTT dan Papua (Dok. AI)
Rumah Amal Salman menyalurkan hewan kurban ke wilayah pelosok NTT dan Papua (Dok. AI)

FWPJABAR.COM, BANDUNG – Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi momen yang sangat emosional sekaligus membahagiakan bagi warga Kampung Lamakera, Desa Motonwutun, Solor Timur, Flores Timur, NTT. Setelah sekian lama tidak menyaksikan prosesi penyembelihan di lingkungan mereka, kehadiran hewan kurban di Mushola Baburrahmah akhirnya memecah kerinduan tersebut.

Selama ini, akibat kendala birokrasi dan akses geografis yang sulit, kegiatan kurban selalu berpusat di Masjid Al Ijtihad, Watobuku. Kehadiran satu ekor sapi dari Rumah Amal Salman menjadi oase yang mengubah suasana hari raya di wilayah pesisir tersebut.

Kisah Haru Penyaluran Kurban Rumah Amal Salman di NTT & Papua
Kisah Haru Penyaluran Kurban Rumah Amal Salman di NTT & Papua

Sukacita Daging Merah di Kampung Nelayan NTT

Kepala Desa Motonwutun, Mirdan Muhammad, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian Rumah Amal Salman. Meskipun distribusi hewan kurban menuju desa tersebut menghadapi berbagai kendala, semangat dan kegembiraan warga dalam menyambutnya tetap sangat tinggi.

Tanpa Biaya Rekrutmen, Kang DS Buka Akses Kerja Internasional ke Jepang bagi Warga Kabupaten Bandung

Sebagai komunitas warga yang tinggal di wilayah pesisir, kebutuhan protein masyarakat sehari-hari umumnya dipenuhi dari hasil tangkapan laut.

“Karena tinggal di tepi pantai, mayoritas warga di sini mengonsumsi ikan. Jika dihitung, dalam setahun mereka mungkin hanya makan daging antara tujuh hingga sepuluh kali saja,” jelas Mirdan.

Sapi seberat kurang lebih 300 kilogram tersebut kemudian dipotong dan didistribusikan kepada 203 warga. Bagi mereka, bantuan tersebut tidak hanya berarti terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi anugerah yang sarat makna spiritual, mengajarkan nilai-nilai ketaatan, ketulusan, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Mirdan pun berharap kolaborasi ini dapat terus terjaga di tahun-tahun mendatang agar masyarakat di wilayah terluar tetap bisa merayakan kebahagiaan yang sama.

Atasi Banjir dan Limbah Bandung Raya, Kodim 0624/Kab. Bandung Dorong Sinergi Lintas Sektoral


Distribusi kurban pelosok Papua oleh mitra Rumah Amal Salman.(Dok. AI)
Distribusi kurban pelosok Papua oleh mitra Rumah Amal Salman.(Dok. AI)

Merajut Harmoni dan Toleransi di Tanah Papua

Kisah mengharukan lainnya datang dari Darul Abror, Desa Majener, Papua Barat. Mengingat umat Islam merupakan minoritas di daerah tersebut, pelaksanaan kurban menuntut koordinasi yang matang dan izin dari pemuka masyarakat setempat.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

Pilihan Editor

×
×