FWPJABAR.COM, BANDUNG BARAT, – Penantian panjang warga Kecamatan Cipatat untuk memiliki akses penghubung yang layak akhirnya membuahkan hasil. Mewakili Dandim 0609/Cimahi Letkol Inf Ratno, Danramil Cipatat Kapten Inf Sujana secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II di Desa Cipatat, Senin (16/03/2026).
Pembangunan infrastruktur ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas penduduk di wilayah Bandung Barat.
Spesifikasi dan Konektivitas Wilayah
Jembatan yang membentang sepanjang 45 meter dengan lebar 130 cm ini bukan sekadar konstruksi fisik. Kehadirannya secara strategis menghubungkan dua wilayah penting, yaitu:
- Desa Cirawa
- Desa Sumur Bandung
Peresmian ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, mulai dari Kapolsek Cipatat, Kasie Trantib Kecamatan, tokoh masyarakat, hingga para pelajar yang menjadi penerima manfaat utama dari proyek ini.
Simbol Kemanunggalan TNI dan Masyarakat
Dalam amanat tertulisnya, Letkol Inf Ratno melalui Danramil menyampaikan bahwa Jembatan Garuda Tahap II adalah bukti nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat. Program ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam mendukung percepatan pembangunan nasional di level desa.
“Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar arus pergerakan warga serta mempererat integrasi antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, kami optimis sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi lokal akan tumbuh lebih pesat,” ungkap Dandim 0609/Cimahi.

Dampak Nyata bagi Pendidikan dan Ekonomi
Kegembiraan terpancar dari wajah para siswa, salah satunya M. Iqbal Rizki. Pelajar sekolah dasar ini mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi bersusah payah melewati jalan becek saat berangkat sekolah.
“Terima kasih Bapak Presiden, jembatannya sangat bagus. Sekarang perjalanan ke sekolah jadi lebih singkat dan baju sekolah tidak kotor lagi,” cetus Iqbal dengan bangga.
Senada dengan hal tersebut, pihak pemerintah kecamatan melalui Kasie Trantib Cipatat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut jembatan ini sebagai “jembatan harapan” yang akan memutar roda perekonomian warga lebih kencang dari sebelumnya.***



Komentar