SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umum
Beranda / Umum / Filosofi Kurban Mayjen TNI Kosasih: Singkirkan Ego Demi Rakyat dan Indonesia Emas

Filosofi Kurban Mayjen TNI Kosasih: Singkirkan Ego Demi Rakyat dan Indonesia Emas

Sentuhan Humanis Mayjen TNI Kosasih di Idul Adha 2026: Jangan Pernah Sakiti Hati Rakyat!
Sentuhan Humanis Mayjen TNI Kosasih di Idul Adha 2026: Jangan Pernah Sakiti Hati Rakyat!

FWPJABAR.COM, BANDUNG — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M menjadi refleksi mendalam bagi spiritualitas dan pengabdian militer di tanah Pasundan. Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menginstruksikan seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajarannya untuk mentransformasikan esensi ibadah kurban ke dalam aksi nyata: memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Pesan bernada humanis sekaligus tegas tersebut digaungkan Pangdam seusai melaksanakan ibadah Salat Idul Adha di Lapangan Serbaguna Serka Dedy Unadi Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, pada Rabu pagi (28/05/2026).

Dalam kekhusyukan ibadah tersebut, Mayjen TNI Kosasih tampak didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Ny. Riri Kosasih. Sejumlah pejabat teras Korps Baret Hijau juga turut hadir, di antaranya Kasdam, Irdam, Kapoksahli, para Asisten Kasdam, perwira penghubung (Pa Liaison) TNI AL dan TNI AU, serta jajaran Dansat/Kabalakdam III/Siliwangi beserta istri.

KH. Muhammad Syihabudin Ersyad: Meneladani Keikhlasan dan Esensi Berbagi

Rangkaian Salat Id yang dimulai tepat pukul 06.30 WIB tersebut menghadirkan KH. Muhammad Syihabudin Ersyad sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, sang ulama mengupas tuntas dualisme ibadah agung di bulan Zulhijjah, yakni ibadah haji sebagai simbol keteguhan fisik dan finansial, serta ibadah kurban sebagai representasi kepedulian sosial yang tinggi.

Khatib juga membedah retrospeksi sejarah kepatuhan mutlak Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Peristiwa historis tersebut, menurutnya, wajib menjadi cermin bagi umat modern bahwa pengorbanan hakiki hanya lahir dari fondasi keimanan yang kokoh serta keikhlasan menekan ego pribadi demi perintah Sang Pencipta.

Mako Pussenif Resmi Berdiri, Kasad Jenderal Maruli Soroti Warisan Nilai Luhur dan Modernisasi Latihan Prajurit

Baca Juga: Jamin Kelayakan Iduladha, Pemkot Bandung Siagakan Tim Pengawas Hewan Kurban 24 Jam

Pada Idul Adha tahun ini, kepedulian sosial Kodam III/Siliwangi diwujudkan lewat penyediaan 27 ekor hewan kurban, yang merangkum 15 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari konsesi pribadi Pangdam, kontribusi Gubernur Jawa Barat, hingga patungan sukarela para perwira, prajurit TNI AD dan ASN jajaran Kodam.

Seluruh daging kurban tersebut langsung didistribusikan secara merata kepada keluarga besar TNI serta masyarakat yang bermukim di sekitar area markas komando.


Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat meninjau hewan kurban Idul Adha 2026.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat meninjau hewan kurban Idul Adha 2026.

Pangdam III Siliwangi Idul Adha 2026 “Khairunnas Anfa’uhum Linnas”: Hidup untuk Bermanfaat

Pasca-pelaksanaan salat, agenda dilanjutkan dengan ramah tamah dan peninjauan langsung proses penyembelihan hewan kurban di area Masjid Al-Ikhlas Kodam III/Siliwangi. Di lokasi inilah, Mayjen TNI Kosasih memaparkan filosofi mendalam mengenai arti komitmen seorang prajurit.

“Melalui momentum Idul Adha ini, prajurit harus memegang teguh dan mengimplementasikan makna khairunnas anfa’uhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” cetus jenderal bintang dua tersebut.

Idul Adha 1447 H: Masjid Al-Fauziyah GBI Bojongsoang Potong 15 Hewan Kurban Terverifikasi Sehat

Bagi Kosasih, doktrin ini bukan sekadar pemanis retorika. Jika diresapi secara mendalam, nilai keikhlasan kurban merupakan instrumen krusial dalam mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas melalui integrasi horizontal antara militer dan komponen sipil.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dimensi berkurban bagi seorang prajurit tidak boleh disempitkan hanya pada ritual penyembelihan hewan.

“Prajurit harus senantiasa berkurban, bukan hanya dengan menyembelih hewan. Yang paling utama adalah berkurban dari segi waktu, mengorbankan keegoisan, bahkan mengorbankan kemauan diri sendiri demi terwujudnya TNI dan masyarakat yang manunggal,” tegas Mayjen TNI Kosasih secara lugas.


Mayjen TNI Kosasih: Apresiasi dari Akar Rumput dan Sinergi Media

Langkah konkret Kodam III/Siliwangi dalam merangkul semua elemen masyarakat mendapat respons positif. Salah satu perwakilan insan media lokal mengekspresikan rasa haru dan apresiasinya atas inklusivitas pembagian daging kurban tahun ini yang turut menjangkau para jurnalis.

Aksi ini dinilai sebagai bukti sahih bahwa sekat antara institusi militer dan masyarakat sipil—termasuk pilar keempat demokrasi—kian melebur tanpa jarak.

Sabet 12 Medali, Kontingen Pencak Silat Kodim 0624/Kabupaten Bandung Raih Juara Umum II Piala Pangdam Siliwangi

Menutup momentum hari raya, Mayjen TNI Kosasih melayangkan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh keluarga besar Kodam III/Siliwangi. Ia menitipkan satu pesan pamungkas yang harus tertanam dalam sanubari setiap prajurit Pasundan.

“Jangan pernah menjauh dari masyarakat dan hindari menyakiti hati rakyat, sebab TNI bersama rakyat Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” tegasnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Populer Bulan Ini

01

Dihadiri Panglima Kopassus hingga Stafsus Wapres, Reuni Akbar SMAN 2 Bandung Suarakan Perang Lawan Bullying

02

Cetak 791 Lulusan, IWU Bandung Targetkan Sejuta Wanita Sarjana Lewat Beasiswa Internasional

03

PERSADIN Perkuat SDM Hukum, Program PKPA dan Paralegal Diserbu Peminat

04

Manjakan Lidah Pecinta Kuliner Jawa Timur, Warung PLAT AE Boyong Tahu Telor Petis Otentik Madiun ke Bandung

05

Lewat Sport Tourism, Bank BJB Bandoeng 10K Perkuat Ekonomi dan Sinergi Antarkota



Pilihan Editor

×
×